Kompas.com - 17/06/2013, 18:25 WIB
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Berkas perkara untuk Luthfi Hasan Ishaaq, tersangka kasus suap kuota impor daging sapi dan tindak pidana pencucian uang, telah dilimpahkan ke pengadilan, Senin (17/6/2013). Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu akan segera menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

"Berkas LHI (Luthfi Hasan Ishaaq) tadi sudah dilimpahkan ke pengadilan," ujar Juru Bicara KPK Johan Budi di Gedung KPK RI, Senin (17/6/2013).

Johan mengatakan, paling cepat Luthfi akan menjalani sidang pekan depan. Bukti-bukti lain yang menjerat Luthfi pun akan dibeberkan dalam persidangan.

"Nanti di pengadilan tempatnya membuka bukti-bukti itu dan itu terbuka untuk umum sehingga nanti tahu apa yang dipunya oleh KPK," terang Johan.

Luthfi dan teman dekatnya, Ahmad Fathanah, diduga menerima pemberian hadiah atau janji dari Direktur PT Indoguna Utama, Juard dan Arya, terkait kepengurusan kuota impor daging sapi untuk perusahaan tersebut senilai Rp 1 miliar.

Dalam kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi, KPK juga menetapkan Luthfi dan Fathanah tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang. Adapun Fathanah, rencananya juga segera menjalani sidang perdana berdekatan dengan jadwal Luthfi.

Terkait kasus pencucian uang Luthfi, KPK telah menyita rumah model town house seluas 440 meter persegi yang beralamat di Jalan Kebagusan Dalam I Nomor 44, Jakarta Selatan. Penyidik juga menyita dua rumah Luthfi di kawasan Jakarta Selatan dan tiga rumah terkait Luthfi di kawasan Batu Ampar, Condet, Jakarta Timur.

Mantan Presiden PKS tersebut diduga membeli sejumlah aset yang diatasnamakan orang lain. Luthfi juga diketahui membeli lahan seluas dua hektar di kawasan Leuwiliang, Bogor, Jawa Barat. Selain itu, sejumlah mobil Luthfi juga disita KPK.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Emirsyah Satar dalam Pusaran 2 Kasus Korupsi di PT Garuda Indonesia

    Emirsyah Satar dalam Pusaran 2 Kasus Korupsi di PT Garuda Indonesia

    Nasional
    Kejar Teknologi Tinggi, Prabowo Tekankan Pentingnya Kesiapan Pertahanan Teritorial

    Kejar Teknologi Tinggi, Prabowo Tekankan Pentingnya Kesiapan Pertahanan Teritorial

    Nasional
    Wapres Tinjau Gedung Sarinah, Harap UMKM Indonesia Mendunia

    Wapres Tinjau Gedung Sarinah, Harap UMKM Indonesia Mendunia

    Nasional
    Kejagung Usut Dugaan Korupsi Impor Garam di Kemendag Tahun 2016-2022

    Kejagung Usut Dugaan Korupsi Impor Garam di Kemendag Tahun 2016-2022

    Nasional
    Profil Emirsyah Satar, Eks Direktur Utama Garuda Indonesia yang Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Pesawat

    Profil Emirsyah Satar, Eks Direktur Utama Garuda Indonesia yang Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Pesawat

    Nasional
    Sandal Jadi Barang Penting Jemaah Haji RI saat Cuaca Terik di Arab Saudi

    Sandal Jadi Barang Penting Jemaah Haji RI saat Cuaca Terik di Arab Saudi

    Nasional
    Demokrat Nilai Menduetkan Ganjar-Anies Bukan Solusi Hentikan Keterbelahan di Masyarakat

    Demokrat Nilai Menduetkan Ganjar-Anies Bukan Solusi Hentikan Keterbelahan di Masyarakat

    Nasional
    Komisi II Sebut Warga Ingin Rencana Pemekaran Wilayah Tak Usik Keberadaan Orang Asli Papua

    Komisi II Sebut Warga Ingin Rencana Pemekaran Wilayah Tak Usik Keberadaan Orang Asli Papua

    Nasional
    Mardani Maming Ajukan Praperadilan ke PN Jakarta Selatan

    Mardani Maming Ajukan Praperadilan ke PN Jakarta Selatan

    Nasional
    Alasan KSAD Dudung soal Doktrin Kartika Eka Paksi Perlu Direvisi

    Alasan KSAD Dudung soal Doktrin Kartika Eka Paksi Perlu Direvisi

    Nasional
    YLKI Minta Pemerintah Pikirkan Opsi yang Memudahkan untuk Beli Minyak Goreng Curah

    YLKI Minta Pemerintah Pikirkan Opsi yang Memudahkan untuk Beli Minyak Goreng Curah

    Nasional
    Golkar Anggap Wajar Surya Paloh Usulkan Duet Ganjar dan Anies

    Golkar Anggap Wajar Surya Paloh Usulkan Duet Ganjar dan Anies

    Nasional
    BEM UI Akan Demo ke DPR Selasa Besok, Tuntut Transparansi RKUHP

    BEM UI Akan Demo ke DPR Selasa Besok, Tuntut Transparansi RKUHP

    Nasional
    Tentang Ketegangan Cak Imin dengan PBNU yang Disindir Yenny Wahid...

    Tentang Ketegangan Cak Imin dengan PBNU yang Disindir Yenny Wahid...

    Nasional
    Kejagung Tetapkan Emirsyah dan Soetikno Tersangka, KPK Siap Bersinergi

    Kejagung Tetapkan Emirsyah dan Soetikno Tersangka, KPK Siap Bersinergi

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.