Kompas.com - 17/06/2013, 17:25 WIB
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto mengaku tak tahu ada alokasi dana khusus soal penanggulangan bencana Lumpur Lapindo, Sidoarjo, dalam RAPBN-P 2013. Di dalam rancangan itu, terdapat alokasi dana dengan pagu tertinggi sebesar Rp 155 miliar.

"Enggak ada, kita tidak ada membicarakan soal Lapindo dalam rapat banggar," ujar Setya di Kompleks Parlemen, Senin (17/6/2013).

Setya menuturkan bahwa dana penanggulangan lumpur Lapindo terdapat domain pemerintah atau pun domain swasta. Pihak swasta ditangani oleh PT Minarak Lapindo. Menurut Setya, terkait penanganan lumpur Lapindo yang dilakukan pemerintah, pihaknya tidak ikut campur.

"Kami tidak ikut campur kalau yang ditangani pemerintah," imbuh Bendahara Umum Partai Golkar.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp 155 miliar untuk penanggulangan bencana Lumpur Lapindo, di Jawa Timur. Hal itu terungkap dalam Pasal 9 Rancangan Undang-Undang (RUU) Tahun 2013 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2013.

Dalam pasal tersebut disebutkan "Untuk kelancaran upaya penanggulangan lumpur Sidoarjo, alokasi dana pada Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Tahun Anggaran 2013." Di dalam pasal itu juga ditegaskan alokasi dana dapat digunakan untuk pelunasan pembayaran pembelian tanah dan bangunan di luar peta area terdampak pada tiga desa, yakni Desa Besuki, Desa Kedungcangring, dan Desa Pejarakan serta di sembilan rukun tetangga di tiga kelurahan, yaitu Kelurahan Siring, Kelurahan Jatirejo, dan Kelurahan Mindi.

Kemudian, pada poin selanjutnya alokasi itu diatur untuk bantuan kontrak rumah dan pembayaran pembelian tanah dan bangunan di luar peta area terdampak lainnya pada 66 rukun tetangga, yaitu Kelurahan Mindi, Kelurahan Gedang, Desa Pamotan, Desa Kalitengah, Desa Gempolsari, Desa Glagaharum, Desa Besuki, Desa Wunut, Desa Ketapang, dan Kelurahan Porong.

Selanjutnya, dalam rangka penyelamatan perekonomian dan kehidupan sosial kemasyarakatan di sekitar tanggul Lumpur Lapindo, anggaran belanja yang dialokasikan pada BPLS Tahun Anggaran 2013 dapat digunakan untuk kegiatan mitigasi penanggulangan semburan lumpur, termasuk penanganan tanggul utama ke Kali Porong yang mengalirkan lumpur dari tanggul utama ke Kali Porong. Pagu paling tinggi yang diusulkan adalah sebesar Rp 155 miliar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    PPKM di Luar Jawa-Bali, Kantor Sektor Non-esensial Bisa WFO Mulai dari 50-100 Persen

    PPKM di Luar Jawa-Bali, Kantor Sektor Non-esensial Bisa WFO Mulai dari 50-100 Persen

    Nasional
    Korlantas Sebut ETLE Mobile Digunakan Petugas yang Punya Otoritas Khusus

    Korlantas Sebut ETLE Mobile Digunakan Petugas yang Punya Otoritas Khusus

    Nasional
    KPK Beri Pembekalan Antikorupsi untuk Menteri LHK dan Jajarannya

    KPK Beri Pembekalan Antikorupsi untuk Menteri LHK dan Jajarannya

    Nasional
    PPKM Luar Jawa-Bali: Kapasitas Pengunjung Mal 50-100 Persen

    PPKM Luar Jawa-Bali: Kapasitas Pengunjung Mal 50-100 Persen

    Nasional
    Gus Yahya Tunggu Bukti Klaim Cak Imin Didukung NU untuk Jadi Capres

    Gus Yahya Tunggu Bukti Klaim Cak Imin Didukung NU untuk Jadi Capres

    Nasional
    Anggota DPR Minta Pemerintah Siapkan Antisipasi Penyakit Cacar Monyet

    Anggota DPR Minta Pemerintah Siapkan Antisipasi Penyakit Cacar Monyet

    Nasional
    Kuatnya Peran Kakak Terbit Rencana Perangin-angin Atur Proyek di Kabupaten Langkat

    Kuatnya Peran Kakak Terbit Rencana Perangin-angin Atur Proyek di Kabupaten Langkat

    Nasional
    Gus Yahya Bantah Isu Hubungan PBNU dan PKB Renggang

    Gus Yahya Bantah Isu Hubungan PBNU dan PKB Renggang

    Nasional
    KPU Pertimbangkan Gunakan Kotak Suara Karton Kedap Air pada Pemilu 2024

    KPU Pertimbangkan Gunakan Kotak Suara Karton Kedap Air pada Pemilu 2024

    Nasional
    Luhut Diperintah Jokowi Urus Masalah Minyak Goreng, Apa Tugasnya?

    Luhut Diperintah Jokowi Urus Masalah Minyak Goreng, Apa Tugasnya?

    Nasional
    Pemerintah Bentuk Tim Khusus Tindak Mafia Tanah, KPK Dilibatkan

    Pemerintah Bentuk Tim Khusus Tindak Mafia Tanah, KPK Dilibatkan

    Nasional
    Pemerintah Kirim Surpres Pemekaran Papua ke DPR, MRP: Akal Sehatnya di Mana?

    Pemerintah Kirim Surpres Pemekaran Papua ke DPR, MRP: Akal Sehatnya di Mana?

    Nasional
    Daftar Lengkap Wilayah PPKM Level 1-3 Seluruh Indonesia

    Daftar Lengkap Wilayah PPKM Level 1-3 Seluruh Indonesia

    Nasional
    PPKM Jawa-Bali: Kapasitas Pengunjung Warteg, Restoran, dan Kafe 60-100 Persen

    PPKM Jawa-Bali: Kapasitas Pengunjung Warteg, Restoran, dan Kafe 60-100 Persen

    Nasional
    Gus Yahya Minta Partai Tak Gunakan NU Jadi Senjata Kompetisi Politik

    Gus Yahya Minta Partai Tak Gunakan NU Jadi Senjata Kompetisi Politik

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.