Dugaan Korupsi, Wakil Rektor UI Tak Sendirian

Kompas.com - 17/06/2013, 14:09 WIB
Penulis Khaerudin
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi memastikan Wakil Rektor Universitas Indonesia Tafsir Nurchamid bukan pelaku tunggal dalam kasus dugaan korupsi pembangunan dan pengadaan instalasi teknologi informasi perpustakaan UI. KPK masih terus mengembangkan penyidikan kasus ini untuk membidik tersangka lain.

Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja, di Jakarta, Minggu (16/6), mengatakan, tidak mungkin pelaku korupsi pembangunan dan pengadaan instalasi teknologi informasi (TI) di perpustakaan UI pelakunya tunggal. ”Biasanya begitu (pelakunya tidak sendirian),” katanya.

”Yang riil sekarang wakil rektor (tersangka). Kita lihat perkembangannya, jika ada yang lain dan berbasis bukti yang cukup, akan dikembangkan juga oleh KPK karena pelaku korupsi tidak pernah single actor,” kata Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas.

Menurut Busyro, karakter dasar kasus korupsi, terutama dalam pengadaan barang, selalu tidak sendirian pelakunya. ”Karakter dasarnya selalu kolektif, tidak tunggal,” ujarnya.

Kamis pekan lalu, Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengumumkan Tafsir sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan dan instalasi TI perpustakaan UI. Tafsir diduga menggelembungkan dana pembangunan dan instalasi TI perpustakaan UI.

Pekan lalu, Tafsir mengatakan dirinya bukan satu-satunya orang yang bertanggung jawab. ”Kan ada panitia lelangnya juga. Ini kan berasal dari dana masyarakat,” ujar Tafsir. (BIL)

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X