KPU Lempar Bola Panas ke Bawaslu

Kompas.com - 14/06/2013, 16:24 WIB
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Langkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menyerahkan nasib lima partai politik ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dianggap sebagai sebuah bola panas. Pasalnya, KPU menyerahkan semua kelanjutan nasib 87 caleg yang dicoret kepada Bawaslu.

"KPU menolak caleg partai politik. Bola panas dilempar ke sini. Katanya terserah Bawaslu," kata Ketua Bawaslu, Muhammad, saat ditemui di Gedung Bawaslu, Jakarta, Jumat (14/6/2013).

Meski demikian, Muhammad menilai, langkah KPU yang menyerahkan kasus tersebut ke Bawaslu dianggap sudah tepat. Bawaslu mengatakan akan memberikan rekomendasi apakah caleg yang telah dicoret dapat masuk kembali ke daftar calon sementara (DCS). Hal itu, menurut Muhammad, sudah sesuai dengan aturan UU.

"Kami melihat dan menghargai komitmen KPU itu. Kalau (Bawaslu) memberikan catatan, akan diubah," katanya.

Sampai hari ini, dari lima parpol yang kehilangan seluruh calegnya dari sejumlah dapil. Baru tiga parpol di antaranya yang mengadu ke Bawaslu. Ketiga parpol itu ialah PAN, PPP, dan Gerindra. Sementara PKPI dan Partai Hanura belum melaporkan kasus yang menimpanya ke Bawaslu. Bawaslu memberikan waktu satu minggu, terhitung sejak DCS dipublikasikan KPU, Kamis (13/6/2013). Jika lewat dari batas tersebut, kedua parpol itu dianggap menerima keputusan KPU.

Seperti diketahui, KPU mencoret lima parpol yang kedapatan tidak dapat memenuhi kuota 30 persen keterwakilan perempuan di dapil. Kelima partai itu ialah PPP (Dapil Jawa Barat II dan Jawa Tengah III), PAN (Dapil Sumatera Barat I), Gerindra (Dapil Jawa Barat IX), PKPI (Dapil Jawa Barat V, Jawa Timur VI dan NTT I), dan Hanura (Dapil Jawa Barat II).

Baca tentang
    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kapolri Laporkan 18.935 Edukasi Publik Selama Pandemi Covid-19

    Kapolri Laporkan 18.935 Edukasi Publik Selama Pandemi Covid-19

    Nasional
    Penularan Virus Corona Kini Terjadi di 32 Provinsi, Ini Sebarannya...

    Penularan Virus Corona Kini Terjadi di 32 Provinsi, Ini Sebarannya...

    Nasional
    Komjen Iwan Bule Pensiun dari Polri Per 1 April Besok

    Komjen Iwan Bule Pensiun dari Polri Per 1 April Besok

    Nasional
    Jubir Pemerintah: Sudah Terbukti Secara Ilmiah Sabun Bisa Hancurkan Virus Corona

    Jubir Pemerintah: Sudah Terbukti Secara Ilmiah Sabun Bisa Hancurkan Virus Corona

    Nasional
    Pemerintah Sudah Distribusikan 191.000 APD ke Seluruh RS Penanganan Covid-19

    Pemerintah Sudah Distribusikan 191.000 APD ke Seluruh RS Penanganan Covid-19

    Nasional
    Banggar DPR Dukung Perppu Stabilitas Ekonomi, Tambahan 405,1 Triliun di APBN untuk Covid-19

    Banggar DPR Dukung Perppu Stabilitas Ekonomi, Tambahan 405,1 Triliun di APBN untuk Covid-19

    Nasional
    Yurianto: 16 Provinsi Sudah Bentuk Gugus Tugas Penanganan Covid-19

    Yurianto: 16 Provinsi Sudah Bentuk Gugus Tugas Penanganan Covid-19

    Nasional
    Bawaslu: Idealnya Pilkada 2020 Ditunda hingga Tahun Depan

    Bawaslu: Idealnya Pilkada 2020 Ditunda hingga Tahun Depan

    Nasional
    Pengemudi Ojol Masih Ditagih Debt Collector, Ini Kata Jokowi

    Pengemudi Ojol Masih Ditagih Debt Collector, Ini Kata Jokowi

    Nasional
    Covid-19 di DKI Diprediksi Tembus 9.000 Kasus, Jubir Pemerintah Ingatkan soal Physical Distancing

    Covid-19 di DKI Diprediksi Tembus 9.000 Kasus, Jubir Pemerintah Ingatkan soal Physical Distancing

    Nasional
    RUU Cipta Kerja Tetap Dibahas, Baleg DPR: Covid-19 Bukan Alasan Tidak Bekerja

    RUU Cipta Kerja Tetap Dibahas, Baleg DPR: Covid-19 Bukan Alasan Tidak Bekerja

    Nasional
    Cegah Covid-19 di Penjara, 30.000 Napi Dewasa dan Anak Akan Dibebaskan

    Cegah Covid-19 di Penjara, 30.000 Napi Dewasa dan Anak Akan Dibebaskan

    Nasional
    Jokowi Tambah Rp 75 Triliun untuk Beli APD hingga Upgrade RS Rujukan

    Jokowi Tambah Rp 75 Triliun untuk Beli APD hingga Upgrade RS Rujukan

    Nasional
    Sebaran 136 Pasien Positif Covid-19 yang Meninggal di 14 Provinsi

    Sebaran 136 Pasien Positif Covid-19 yang Meninggal di 14 Provinsi

    Nasional
    Atasi Covid-19, Jokowi Cadangkan Rp 25 Triliun untuk Logistik Sembako

    Atasi Covid-19, Jokowi Cadangkan Rp 25 Triliun untuk Logistik Sembako

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X