Buron, Dua Rekan Kerja Aiptu Labora

Kompas.com - 13/06/2013, 20:50 WIB
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Dua rekan kerja anggota Polres Raja Ampat, Aiptu Labora Sitorus, telah ditetapkan sebagai buron oleh polisi. Mereka adalah Direktur Operasional PT Seno Adi Wijaya, Jimmy Lagesang (JL), dan Direktur Oprasional PT Rotua, Immanuel Mamaribo (IM). Keduanya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) karena tidak pernah memenuhi panggilan penyidik.

"JL dan IM masih dalam pencarian polisi. Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka, tapi karena buron, kita belum mendapatkan keterangan," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Agus Rianto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/6/2013).

Agus menjelaskan, polisi telah memeriksa pemeriksaan terhadap 28 saksi untuk tersangka Jemmy. Jemmy merupakan tersangka kasus dugaan bisnis ilegal bahan bakar minyak (BBM). Sementara untuk Immanuel yang terkait kasus ilegal logging, polisi sudah memeriksa 45 saksi.

"Kalau LS (polisi) sudah memeriksa 10 saksi dan 2 saksi ahli," kata Agus.

Labora merupakan tersangka kasus dugaan bisnis BBM ilegal dan kayu ilegal serta tersangka tindak pidana pencucian uang. Anggota Polri dilarang berbisnis seperti diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Polri. Kasus Labora mencuat setelah adanya laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait rekening mencurigakan yang disebut senilai Rp 1,5 triliun milik Labora.

Laporan yang dikirim PPATK itu merupakan akumulasi transaksi Labora dari tahun 2007 hingga 2012. Setelah diselidiki, rekening Labora rupanya terkait dua perusahaan, yaitu PT Seno Adi Wijaya yang bergerak di bahan bakar minyak dan PT Rotua yang bergerak di bidang kayu. Labora mengakui memiliki usaha di bidang migas dan kayu. Namun, menurut dia, bisnis itu legal.

PT Rotua dan PT Seno Adi Wijaya dibeli oleh istri Labora tak lebih dari sepuluh tahun lalu. Jajaran direksi perusahaan itu ditempati oleh orang-orang dari dalam keluarga besarnya. Istri Labora menjadi komisaris, adik iparnya menjadi direktur, dan kepemilikan saham dibagi juga kepada dua anaknya.

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    PP Pembatasan Sosial Berskala Besar Dibuat agar Pemerintah dan Gugus Tugas Bisa Lebih Tegas dan Disiplin

    PP Pembatasan Sosial Berskala Besar Dibuat agar Pemerintah dan Gugus Tugas Bisa Lebih Tegas dan Disiplin

    Nasional
    Kasus Jiwasraya, Kejagung Minta Keterangan Ahli Asuransi Irvan Rahardjo

    Kasus Jiwasraya, Kejagung Minta Keterangan Ahli Asuransi Irvan Rahardjo

    Nasional
    Polisi Tangani 18 Kasus Penimbunan Masker dan Hand Sanitizer

    Polisi Tangani 18 Kasus Penimbunan Masker dan Hand Sanitizer

    Nasional
    Komisi IV DPR: Kebijakan Pemerintah Kendalikan Penyebaran Covid-19 Kurang Efektif

    Komisi IV DPR: Kebijakan Pemerintah Kendalikan Penyebaran Covid-19 Kurang Efektif

    Nasional
    Alissa Wahid Nilai Perlu Kepastian Sarana dan Prasarana Kesehatan dalam Hadapi Corona

    Alissa Wahid Nilai Perlu Kepastian Sarana dan Prasarana Kesehatan dalam Hadapi Corona

    Nasional
    KPK: Kepatuhan Pelaporan LHKPN Capai 81,76 Persen

    KPK: Kepatuhan Pelaporan LHKPN Capai 81,76 Persen

    Nasional
    Yasonna Ingin Bebaskan Koruptor untuk Cegah Covid-19 di Penjara, KPK Minta Tak Abaikan Aspek Keadilan

    Yasonna Ingin Bebaskan Koruptor untuk Cegah Covid-19 di Penjara, KPK Minta Tak Abaikan Aspek Keadilan

    Nasional
    Forum Risalah Jakarta Imbau Komponen Bangsa Bersolidaritas Hadapi Corona

    Forum Risalah Jakarta Imbau Komponen Bangsa Bersolidaritas Hadapi Corona

    Nasional
    Percepat Diagnosis Covid-19, Pemerintah Segera Lakukan Pemeriksaan Lewat Mesin TB-TCM

    Percepat Diagnosis Covid-19, Pemerintah Segera Lakukan Pemeriksaan Lewat Mesin TB-TCM

    Nasional
    Cegah Covid-19, Kunjungan Tahanan di Kantor Polisi Ditutup Sementara

    Cegah Covid-19, Kunjungan Tahanan di Kantor Polisi Ditutup Sementara

    Nasional
    Yasonna Bakal Bebaskan Napi Korupsi demi Cegah Covid-19 di Penjara, Ini Kata KPK

    Yasonna Bakal Bebaskan Napi Korupsi demi Cegah Covid-19 di Penjara, Ini Kata KPK

    Nasional
    Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Diminta Siapkan SOP Penanganan Pasien Virus Corona

    Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Diminta Siapkan SOP Penanganan Pasien Virus Corona

    Nasional
    Menurut Yasonna, Ini Alasan Pemerintah Tak Pilih Opsi Lockdown Atasi Corona

    Menurut Yasonna, Ini Alasan Pemerintah Tak Pilih Opsi Lockdown Atasi Corona

    Nasional
    Viral Polisi Gelar Resepsi di Tengah Wabah Covid-19, Kabaharkam: Propam Polda Metro Jaya Turun Tangan

    Viral Polisi Gelar Resepsi di Tengah Wabah Covid-19, Kabaharkam: Propam Polda Metro Jaya Turun Tangan

    Nasional
    Wacana Pembebasan Koruptor Dinilai Tak Signifikan Cegah Covid-19 di Penjara

    Wacana Pembebasan Koruptor Dinilai Tak Signifikan Cegah Covid-19 di Penjara

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X