Kompas.com - 13/06/2013, 10:47 WIB
|
EditorKistyarini

SIDOARJO, KOMPAS.com - Markus Pata Sambo, putra Ruben Pata Sambo, yang merupakan terpidana mati kasus pembunuhan di Tana Toraja dan kini menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, juga sulit ditemui.

Menurut petugas lapas, wartawan yang ingin menemui Markus harus mendapat izin tertulis dari Kantor Wilayah Departemen Hukum dan HAM Surabaya. "Kalau Mas dari wartawan, harus ada surat tertulis dari atasan, yakni Kanwil Surabaya. Dia kan yang masuk TV," ujar Agus, petugas Lapas I Surabaya, kepada Kompas.com, Kamis (13/6/2013).

Agus menjelaskan, Markus merupakan narapidana titipan Lembaga Pemasyarakatan Lowokwaru, tempat sang Ruben dikurung. "Itu juga yang kemarin terus disorot," lanjut Agus.

Sebelumnya, pihak Lapas Lowokwaru tak memberikan izin puluhan media bertemu dengan Ruben. Para wartawan tak diizinkan masuk ke dalam Lapas karena Kepala Lapas Lowokwaru Herry Wahyudiono sedang tidak ada di kantor, Rabu (12/6/2013).

Seperti diberitakan Ruben Pata Sambo dan anaknya, Markus, diduga merupakan korban salah tangkap dan divonis mati oleh pengadilan. Ayah-anak ini dituduh melakukan pembunuhan berencana terhadap empat anggota keluarga Andrias di Tana Toraja pada Desember 2005 lalu.

Ruben dan Markus ditangkap anggota Polres Tana Toraja dan dipaksa mengakui perbuatan yang tidak dilakukannya. Bahkan, keduanya mengaku kerap mendapat penyiksaan dari aparat kepolisian dan ditelanjangi di Markas Polres Tana Toraja.

Pada 30 Desember 2006, empat orang yang ditangkap polisi, membuat pernyataan tertulis bermaterai yang menyebut bahwa Ruben dan anak-anaknya bukan otak ataupun pelaku pembunuhan yang terjadi di Tana Toraja itu. Keempat orang itu mengaku sebagai pembunuh yang sebenarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Yang membuat pernyataan adalah Yulianus Maraya (24), Juni (19), Petrus Ta'dan (17), dan Agustinus Sambo (22). Mereka adalah warga Jalan Ampera, Makale, Tana Toraja. Ke empat pelaku tersebut sudah menyesali perbuatannya dan mengaku telah membunuh keluarga Andrias Pandin dan siap menerima hukuman setimpal.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.