Kompas.com - 12/06/2013, 16:39 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kementerian Pemuda dan Olahraga Deddy Kusdinar, tersangka kasus dugaan korupsi proyek Hambalang, meminta KPK mempercepat proses hukumnya. Deddy berharap segera disidang di pengadilan sehingga status hukumnya menjadi jelas.

"Sebulan yang lalu, klien saya Pak DK (Deddy Kusdinar) minta kepada saya agar menyampaikan ke penyidik bahwa yang bersangkutan berharap segera diproses di persidangan dan segera mendapatkan kepastian hukum," kata pengacara Deddy, Rudy Alfonso, melalui pesan singkat, Rabu (12/6/2013).

KPK menetapkan Deddy sebagai tersangka pada Juli 2012. Sejauh ini Deddy belum ditahan meskipun sudah diperiksa sebagai tersangka. Menurut Rudy, KPK berencana kembali memeriksa kliennya sebagai tersangka pada Kamis (13/6/2013) besok. Rudy juga mengungkapkan, Deddy siap jika langsung ditahan KPK seusai pemeriksaan besok.

"Sebagai konsekuensinya, yang bersangkutan siap jika dilakukan penahanan," ujarnya Juru Bicara KPK Johan Budi, Selasa (11/6/2013). Johan membenarkan bahwa pihaknya berencana memeriksa tersangka kasus Hambalang besok. Namun, Johan tidak mengungkapkan siapa tersangka Hambalang yang akan diperiksa tersebut. Dia juga tidak dapat memastikan apakah tersangka itu akan langsung ditahan seusai pemeriksaan.

Dalam kasus dugaan korupsi pengadaan sarana dan prasarana olahraga Hambalang, KPK menetapkan tiga tersangka. Selain Deddy, mereka yang jadi tersangka adalah mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng; serta petinggi PT Adhi Karya, Teuku Bagus Muhammad Noer. Ketiganya diduga melakukan penyalahgunaan wewenang yang mengakibatkan kerugian negara.

KPK juga menetapkan mantan Ketua Umum Partai Demokrat sebagai tersangka. Berbeda dengan ketiga tersangka di atas, Anas diduga menerima pemberian hadiah atau janji terkait proyek Hambalang. Sejauh ini, belum ada tersangka Hambalang yang ditahan KPK. Jika dilihat dari waktu penetapannya sebagai tersangka, maka Deddy-lah yang pertama dijerat KPK.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    UPDATE 4 Desember: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 47,49 Persen dari Target Herd Immunity

    UPDATE 4 Desember: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 47,49 Persen dari Target Herd Immunity

    Nasional
    Jokowi Perintahkan Kepala BNPB Berangkat ke Lumajang untuk Pastikan Penanganan Dampak Erupsi Gunung Semeru

    Jokowi Perintahkan Kepala BNPB Berangkat ke Lumajang untuk Pastikan Penanganan Dampak Erupsi Gunung Semeru

    Nasional
    Senin, Polri Undang 57 Eks Pegawai KPK untuk Sosialiasi Peraturan Pengangkatan ASN

    Senin, Polri Undang 57 Eks Pegawai KPK untuk Sosialiasi Peraturan Pengangkatan ASN

    Nasional
    BNPB Masih Data Kerugian Materil dari Erupsi Gunung Semeru

    BNPB Masih Data Kerugian Materil dari Erupsi Gunung Semeru

    Nasional
    UPDATE 4 Desember: Bertambah 5 Kasus Kematian Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 4 Desember: Bertambah 5 Kasus Kematian Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    Erupsi Gunung Semeru, BPBD Lumajang Segera Dirikan Posko Pengungsian

    Erupsi Gunung Semeru, BPBD Lumajang Segera Dirikan Posko Pengungsian

    Nasional
    Kabut dan Abu Vulkanik Sebabkan Sejumlah Titik Dekat Gunung Semeru Alami Kegelapan

    Kabut dan Abu Vulkanik Sebabkan Sejumlah Titik Dekat Gunung Semeru Alami Kegelapan

    Nasional
    Erupsi Gunung Semeru, BNPB Sebut Belum Ada Laporan Korban Jiwa

    Erupsi Gunung Semeru, BNPB Sebut Belum Ada Laporan Korban Jiwa

    Nasional
    BNPB: Guguran Awan Panas Semeru Mengarah ke Pronojiwo

    BNPB: Guguran Awan Panas Semeru Mengarah ke Pronojiwo

    Nasional
    Bupati Lumajang: Sabtu Pagi Terpantau Aman, Begitu Hujan Tiba-tiba Awan Turun dari Semeru

    Bupati Lumajang: Sabtu Pagi Terpantau Aman, Begitu Hujan Tiba-tiba Awan Turun dari Semeru

    Nasional
    Status UU Cipta Kerja Inkonstitusional Bersyarat Jadi Angin Segar bagi Daerah

    Status UU Cipta Kerja Inkonstitusional Bersyarat Jadi Angin Segar bagi Daerah

    Nasional
    Detik-detik Kronologi Erupsi Gunung Semeru

    Detik-detik Kronologi Erupsi Gunung Semeru

    Nasional
    Bupati Lumajang: Semeru Keluarkan Lava Pijar Sejak Sabtu Dini Hari

    Bupati Lumajang: Semeru Keluarkan Lava Pijar Sejak Sabtu Dini Hari

    Nasional
    Sebelum Erupsi, Gunung Semeru Sempat Dilaporkan Berstatus Waspada

    Sebelum Erupsi, Gunung Semeru Sempat Dilaporkan Berstatus Waspada

    Nasional
    UPDATE 4 Desember: Ada 5.268 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 4 Desember: Ada 5.268 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.