Kompas.com - 10/06/2013, 14:15 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — PDI Perjuangan baru akan memilih pengganti Taufiq Kiemas di Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) dalam sepekan mendatang. Saat ini, PDI Perjuangan masih dalam keadaan berduka.

"Nanti akan dibicarakan sesudah tujuh harinya, itu etikanya," ujar Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Tubagus Hasanudin, di Kompleks Parlemen, Senin (10/6/2013).

Hasanudin mengatakan, saat ini partainya belum menggodok calon pengganti Taufiq sebagai Ketua MPR. Keputusan memilih pengganti Taufiq, kata anggota Komisi I ini, akan menjadi wewenang penuh dari Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang juga istri almarhum Taufiq Kiemas.

Lebih lanjut, ia memastikan, sepeninggal Taufiq, partainya akan tetap solid. Meski Taufiq kerap berbeda pendapat dengan Mega, Hasanudin menegaskan, partainya tak pernah terpecah.

"Kami fatsunnya di PDI-P, 'Ayo kita duduk berdebat sampai melet lidah. Lalu dicari solusinya, kemudian kalau sudah diketok tidak boleh lagi berdebat'. Kalau yang terbiasa separatis, mungkin di PDI-P enggak akan betah," kata Hasanudin.

Seperti diketahui, Taufiq wafat karena penyakit komplikasi yang selama ini dideritanya pada Sabtu (8/6/2013) malam di Singapura. Taufiq ketika itu sedang menjalani perawatan di rumah sakit di Singapura sejak Senin (3/6/2013). Taufiq menjalani perawatan setelah mendampingi Wakil Presiden Boediono untuk meresmikan Monumen Bung Karno dan Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (1/6/2013). Peresmian dilakukan bertepatan dengan peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni.

Taufiq meninggal di usianya yang ke-70 tahun. Ia meninggalkan seorang istri Dyah Permata Megawati Setyawati atau Megawati Soekarnoputri dan tiga anak, yakni Mohammad Rizki Pratama, Mohamad Prananda Prabowo, dan Puan Maharani Nakshatra Kusyala.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Perkara Rokok, Anggota Brimob Bentrok dengan Kopassus

    Perkara Rokok, Anggota Brimob Bentrok dengan Kopassus

    Nasional
    Menko PMK Ingatkan Daerah Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

    Menko PMK Ingatkan Daerah Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

    Nasional
    HUT ke-50 Korpri, Jokowi: Jadilah Abdi Negara yang Tangguh dan Inovatif

    HUT ke-50 Korpri, Jokowi: Jadilah Abdi Negara yang Tangguh dan Inovatif

    Nasional
    WNA dari 11 Negara Dilarang Masuk ke Indonesia, Kecuali untuk Delegasi G20

    WNA dari 11 Negara Dilarang Masuk ke Indonesia, Kecuali untuk Delegasi G20

    Nasional
    Mengenal Kapal Selam KRI Cakra-401 yang Baru Selesai Jalani 'Overhaul'

    Mengenal Kapal Selam KRI Cakra-401 yang Baru Selesai Jalani "Overhaul"

    Nasional
    Erick Thohir Jadi Anggota Kehormatan Banser, Anggota Komisi VI Nilai Bukan Politisasi

    Erick Thohir Jadi Anggota Kehormatan Banser, Anggota Komisi VI Nilai Bukan Politisasi

    Nasional
    Antisipasi La Nina, KSAL Perintahkan Jajarannya Siapkan Sarana-Prasarana dan SAR

    Antisipasi La Nina, KSAL Perintahkan Jajarannya Siapkan Sarana-Prasarana dan SAR

    Nasional
    Aturan Terbaru Perjalanan Internasional, WNI yang Masuk dari 11 Negara Ini Wajib Karantina 14 Hari

    Aturan Terbaru Perjalanan Internasional, WNI yang Masuk dari 11 Negara Ini Wajib Karantina 14 Hari

    Nasional
    PPKM Jawa-Bali Berakhir Saat Varian Omicron Jadi Perhatian, Akankah Diperketat?

    PPKM Jawa-Bali Berakhir Saat Varian Omicron Jadi Perhatian, Akankah Diperketat?

    Nasional
    KPK Yakin Hakim MA Independen dan Profesional Tangani Kasasi Edhy Prabowo

    KPK Yakin Hakim MA Independen dan Profesional Tangani Kasasi Edhy Prabowo

    Nasional
    Sekjen Gerindra Minta Kader Belajar dari PDI-P untuk Pertahankan Kepercayaan Masyarakat

    Sekjen Gerindra Minta Kader Belajar dari PDI-P untuk Pertahankan Kepercayaan Masyarakat

    Nasional
    Apakah Varian Omicron Berpengaruh pada Efektivitas Vaksin? Ini Kata Luhut

    Apakah Varian Omicron Berpengaruh pada Efektivitas Vaksin? Ini Kata Luhut

    Nasional
    KRI Cakra-401 Selesai 'Overhaul', TNI AL Tunggu Kemenhan untuk Serah Terima

    KRI Cakra-401 Selesai "Overhaul", TNI AL Tunggu Kemenhan untuk Serah Terima

    Nasional
    Persiapkan Pemilu 2024, PPP Targetkan 3.000 Kursi DPRD

    Persiapkan Pemilu 2024, PPP Targetkan 3.000 Kursi DPRD

    Nasional
    Muncul Varian Omicron, Menkes: Kemungkinan Besar Lebih Cepat Penularannya

    Muncul Varian Omicron, Menkes: Kemungkinan Besar Lebih Cepat Penularannya

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.