Korban Tewas di KJRI Jeddah Bernama Marwah Binti Hasan

Kompas.com - 10/06/2013, 09:37 WIB
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Rusuh yang terjadi di Konsulat Jenderal RI Jeddah menewaskan seorang tenaga kerja perempuan berusia 55 tahun. Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Tatang Budie Utama Razak mengatakan, korban bernama Marwah binti Hasan, asal Bangkalan, Jawa Timur.

"Asal dari Bangkalan, Jawa Timur. Kami bersama putrinya yang juga bekerja di sini," kata Tatang, seperti dikutip dari wawancara dengan Metro TV, Senin (10/6/2013) pagi.

Menurut Tatang, berdasarkan keterangan putrinya, Marwah masuk ke Arab Saudi sejak 2005 seusai melakukan ibadah umrah. Sejak itu, hingga saat ini ia tidak mengantongi dokumen apa pun. Rencananya, KJRI akan memfasilitasi pemulangan jenazah korban.

"Tetapi, belum punya kontak keluarga, dan antara nama dengan identitas yang ada masih harus dipastikan," ujar Tatang.


Sebelumnya diberitakan, seorang perempuan Indonesia tewas dalam kebakaran yang dipicu aksi protes ribuan tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar Konsulat Jenderal RI di Jeddah, Arab Saudi, Minggu (9/6/2013). Para TKI itu mendatangi Konsulat untuk mengurus status imigrasi mereka, kata sebuah sumber Konsulat sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP, Senin.

Sekitar 8.000 TKI berkumpul di luar Konsulat itu. Mereka mencoba untuk mengurus berkas imigrasinya yang selama ini berstatus sebagai pekerja asing ilegal di negara itu dalam menghadapi batas waktu yang diberikan Kerajaan Saudi untuk memulihkan status mereka atau mereka harus meninggalkan Saudi.

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kasus Seleksi Jabatan di Kemenag, Romahurmuziy Divonis 2 Tahun Penjara

    Kasus Seleksi Jabatan di Kemenag, Romahurmuziy Divonis 2 Tahun Penjara

    Nasional
    Montir Pembuat Pesawat dari Barang Bekas Diundang ke Istana

    Montir Pembuat Pesawat dari Barang Bekas Diundang ke Istana

    Nasional
    ICW Desak Revisi UU Tipikor, Salah Satunya Hapus Pasal Hukuman Mati

    ICW Desak Revisi UU Tipikor, Salah Satunya Hapus Pasal Hukuman Mati

    Nasional
    Susi Pudjiastuti: Kapal Asing Boleh Lewat Natuna, tetapi Tidak untuk Colong Ikan

    Susi Pudjiastuti: Kapal Asing Boleh Lewat Natuna, tetapi Tidak untuk Colong Ikan

    Nasional
    Beda dengan Airlangga, Moeldoko Akui Buruh Belum Puas dengan Omnibus Law

    Beda dengan Airlangga, Moeldoko Akui Buruh Belum Puas dengan Omnibus Law

    Nasional
    Temui Wapres, Pimpinan DPD Tekankan Pentingnya Pemekaran Papua

    Temui Wapres, Pimpinan DPD Tekankan Pentingnya Pemekaran Papua

    Nasional
    6 Alasan KSPI Tolak Rancangan Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja

    6 Alasan KSPI Tolak Rancangan Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja

    Nasional
    Dikritik PKS karena Sering Kunjungan ke Luar Negeri, Ini Jawaban Prabowo

    Dikritik PKS karena Sering Kunjungan ke Luar Negeri, Ini Jawaban Prabowo

    Nasional
    Soal KAS dan Sunda Empire, Kemendagri Minta Publik Tak Mudah Percaya

    Soal KAS dan Sunda Empire, Kemendagri Minta Publik Tak Mudah Percaya

    Nasional
    Kemendagri Dukung Usulan BNN soal Sinergi Pengawasan Narkoba di Perbatasan

    Kemendagri Dukung Usulan BNN soal Sinergi Pengawasan Narkoba di Perbatasan

    Nasional
    KSPI Duga Pemerintah Berupaya Hapus Pesangon lewat Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja

    KSPI Duga Pemerintah Berupaya Hapus Pesangon lewat Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja

    Nasional
    Fadli Zon Minta Pemerintah Berpikir Cerdas soal Rencana Cabut Subsidi Elpiji 3 Kg

    Fadli Zon Minta Pemerintah Berpikir Cerdas soal Rencana Cabut Subsidi Elpiji 3 Kg

    Nasional
    Buruh: Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja Lebih Berpihak pada Pengusaha

    Buruh: Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja Lebih Berpihak pada Pengusaha

    Nasional
    Yasonna Laoly Tak Masuk Tim Hukum PDI-P, Hadiri Konpers di Luar Jam Kerja

    Yasonna Laoly Tak Masuk Tim Hukum PDI-P, Hadiri Konpers di Luar Jam Kerja

    Nasional
    Fadli Zon Sebut Sandiaga Punya Modal Politik yang Tinggi untuk Maju Pilpres 2024

    Fadli Zon Sebut Sandiaga Punya Modal Politik yang Tinggi untuk Maju Pilpres 2024

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X