Seorang TKI Tewas dalam Kerusuhan di KJRI Jeddah

Kompas.com - 10/06/2013, 08:22 WIB
EditorEgidius Patnistik

JEDDAH, KOMPAS.com — Seorang perempuan Indonesia tewas dalam kebakaran yang dipicu aksi protes ribuan tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar Konsulat Jenderal RI di Jeddah, Arab Saudi, Minggu (9/6/2013). Para TKI itu mendatangi Konsulat untuk mengurus status imigrasi mereka, kata sebuah sumber Konsulat sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP, Senin.

Sekitar 8.000 TKI berkumpul di luar Konsulat itu. Mereka mencoba untuk mengurus berkas imigrasinya yang selama ini berstatus sebagai pekerja asing ilegal di negara itu dalam menghadapi batas waktu yang diberikan Kerajaan Saudi untuk memulihkan status mereka atau mereka harus meninggalkan Saudi.

"Beberapa dari mereka memicu kebakaran di dekat dinding Konsulat dalam usaha untuk masuk ke dalam secara paksa, tetapi hal itu menyebabkan kematian seorang perempuan," kata sumber itu.

Sebelum kebakaran tersebut, batu-batu dilemparkan ke Konsulat oleh para TKI yang frustrasi karena menunggu terlalu lama untuk menangani berkas mereka. Aksi tersebut terbatas di dinding kompleks dan tidak menyentuh kantor, kata sumber konsulat itu lagi.

Polisi hanya memastikan kebakaran itu telah menyebabkan beberapa orang cedera, tanpa menyebutkan adanya korban tewas. "Kebakaran itu telah dikendalikan," kata sebuah sumber polisi.

Sebanyak 180.000 pekerja asing ilegal telah meninggalkan Arab Saudi sejak 1 April berdasarkan sebuah amnesti yang memungkinkan mereka untuk mengurus berkas imigrasinya atau pergi tanpa harus menjalani hukuman, kata sebuah laporan surat kabar pada hari Minggu. Dengan demikian, sebanyak 380.000 pekerja asing telah meninggalkan Arab Saudi sejak awal tahun.

Para pekerja tanpa dokumen yang benar menjadi semakin khawatir di Saudi karena para pelanggar aturan imigrasi di kerajaan yang kaya minyak itu akan menghadapi hukuman ketika periode amnesti berakhir pada 3 Juli. Para pelanggar dapat dihukum dengan hukuman penjara sampai dua tahun dan denda sampai 100.000 riyal Saudi (atau sekitar Rp 265 juta).

Berdasarkan data statistik resmi, terdapat delapan juta ekspatriat yang bekerja di kerajaan itu. Para ekonom mengatakan, ada sekitar dua juta pekerja asing yang tidak terdaftar.

Arab Saudi bertujuan untuk menciptakan kesempatan kerja bagi para penganggurnya sendiri dengan memotong jumlah para pekerja asing. Walau banyak dari pekerja migran itu melakukan pekerjaan bergaji rendah yang tidak akan diambil oleh orang Saudi sendiri.

Negara eksportir minyak terbesar di dunia itu merupakan tambang emas bagi jutaan orang dari negara-negara Asia dan Arab miskin yang dilanda tingkat pengangguran yang tinggi.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Dengan Ideologi Pancasila, Jokowi Optimistis Bisa Atasi Covid-19

    Dengan Ideologi Pancasila, Jokowi Optimistis Bisa Atasi Covid-19

    Nasional
    UPDATE: Kasus Covid-19 Bertambah Lebih dari 4.000, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

    UPDATE: Kasus Covid-19 Bertambah Lebih dari 4.000, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

    Nasional
    Jokowi Hadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Puan Bacakan Ikrar

    Jokowi Hadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Puan Bacakan Ikrar

    Nasional
    Kasus Kebakaran, Kamis Ini Polisi Periksa Pejabat Tinggi Kejagung dan Gelar Perkara

    Kasus Kebakaran, Kamis Ini Polisi Periksa Pejabat Tinggi Kejagung dan Gelar Perkara

    Nasional
    WNI Sandera Abu Sayyaf Tewas di Filipina, Menlu Sampaikan Duka Cita

    WNI Sandera Abu Sayyaf Tewas di Filipina, Menlu Sampaikan Duka Cita

    Nasional
    Wanti-wanti KPK kepada Calon Kepala Daerah agar Tak Korupsi Saat Menjabat

    Wanti-wanti KPK kepada Calon Kepala Daerah agar Tak Korupsi Saat Menjabat

    Nasional
    Eksepsi Jaksa Pinangki: Bantahan, Permintaan Maaf, hingga Pengakuan soal Peninggalan Suami

    Eksepsi Jaksa Pinangki: Bantahan, Permintaan Maaf, hingga Pengakuan soal Peninggalan Suami

    Nasional
    Menlu Minta Kasus Kematian 7 WNI di Johor Bahru Diusut

    Menlu Minta Kasus Kematian 7 WNI di Johor Bahru Diusut

    Nasional
    MA 'Diskon' Hukuman Anas Urbaningrum, Daftar Koruptor yang Dapat Keringanan Tambah Panjang

    MA "Diskon" Hukuman Anas Urbaningrum, Daftar Koruptor yang Dapat Keringanan Tambah Panjang

    Nasional
    Jenazah Sandera WNI yang Tewas Diterbangkan dengan Pesawat Militer Filipina

    Jenazah Sandera WNI yang Tewas Diterbangkan dengan Pesawat Militer Filipina

    Nasional
    Plt dan Pjs Kepala Daerah Tak Netral di Pilkada, Mendagri Siap Beri Sanksi

    Plt dan Pjs Kepala Daerah Tak Netral di Pilkada, Mendagri Siap Beri Sanksi

    Nasional
    WNI Sandera Abu Sayyaf Tewas dalam Baku Tembak di Filipina

    WNI Sandera Abu Sayyaf Tewas dalam Baku Tembak di Filipina

    Nasional
    Hukuman Anas Dikurangi MA, KPK: Biar Masyarakat yang Menilai

    Hukuman Anas Dikurangi MA, KPK: Biar Masyarakat yang Menilai

    Nasional
    Menlu ASEAN Bertemu Inggris, Menlu RI sampaikan Poin-poin Ini

    Menlu ASEAN Bertemu Inggris, Menlu RI sampaikan Poin-poin Ini

    Nasional
    [POPULER NASIONAL] Jengkelnya Kapolri kepada Oknum Polisi di Sultra | Pedagang ke Jokowi : Corona Itu Setan, Pak

    [POPULER NASIONAL] Jengkelnya Kapolri kepada Oknum Polisi di Sultra | Pedagang ke Jokowi : Corona Itu Setan, Pak

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X