Buru Teroris, Polres Poso Gelar Razia Besar di Dua Titik

Kompas.com - 05/06/2013, 14:01 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

PALU, KOMPAS.com - Pascaaksi bom bunuh diri di halaman Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Poso, hari ini, Rabu (5/6/2013) aparat gabungan TNI dan Polri melakukan razia besar-besaran di dua titik yakni di wilayah Kota Poso dan Poso pesisir.

Razia ini dilakukan untuk mengejar jaringan pelaku bom bunuh diri, dengan sasaran pengendara sepeda motor dan mobil. Tak kurang dari 200 personil gabungan dari Batalyon 714 Sintuvu Maroso dan Polres Poso melakukan razia besar-besaran terhadap sejumlah kendaraan yang keluar masuk wilayah Poso Pesisir maupun wilayah Poso Kota.

Razia kali ini melibatkan aparat bersenjata lengkap. Para pengendara yang melintas masuk dan keluar di dua wilayah yakni Poso pesisir dan Poso Kota diperiksa dan dimintai identitasnya. Termasuk isi muatan kendaraan tersebut tak luput dari pemeriksaan.

Satu persatu para pengendara digeledah aparat. Namun razia yang berlangsung sekitar dua jam ini, tak satupun ditemui orang atau barang bawaan yang mencurigakan.

Kepala Polres Poso Ajun Komisaris Besar Polisi Susnandi mengatakan razia tersebut terkait dengan jaringan pelaku bom bunuh diri. Termasuk pula mengantisipasi terjadi aksi susulan. "Razia ini kita lakukan untuk mempersempit ruang gerak kelompok atau jaringan pelaku bom bunuh diri tersebut," kata Susnandi.

Sementara itu, terkait penyebaran foto pelaku bom bunuh diri sejak kemarin hingga hari ini belum ada satu pun keluarga atau kerabat yang melaporkan ke kantor polisi. 

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    KPU: Pemilih dengan Suhu Tubuh di Atas 38 Derajat Celsius Tak Diizinkan Masuk TPS

    KPU: Pemilih dengan Suhu Tubuh di Atas 38 Derajat Celsius Tak Diizinkan Masuk TPS

    Nasional
    KPU Atur Mekanisme Hak Pilih Pasien Positif Covid-19 pada Pilkada 2020

    KPU Atur Mekanisme Hak Pilih Pasien Positif Covid-19 pada Pilkada 2020

    Nasional
    Ahli Epidemiologi Sebut Kota Bogor Aman untuk Terapkan 'New Normal'

    Ahli Epidemiologi Sebut Kota Bogor Aman untuk Terapkan "New Normal"

    Nasional
    KPU Pastikan Pasien Positif Covid-19 Dapat Gunakan Hak Pilih pada Pilkada 2020

    KPU Pastikan Pasien Positif Covid-19 Dapat Gunakan Hak Pilih pada Pilkada 2020

    Nasional
    FKM UI: Jakarta Aman dari Covid-19 jika Kasus Harian di Bawah 100 selama Satu Pekan

    FKM UI: Jakarta Aman dari Covid-19 jika Kasus Harian di Bawah 100 selama Satu Pekan

    Nasional
    KPU: Konser Musik Dilarang pada Kampanye Pilkada 2020

    KPU: Konser Musik Dilarang pada Kampanye Pilkada 2020

    Nasional
    UPDATE 6 Juni: RS Darurat Wisma Atlet Rawat 564 Pasien Positif Covid-19

    UPDATE 6 Juni: RS Darurat Wisma Atlet Rawat 564 Pasien Positif Covid-19

    Nasional
    KPU Gelar Uji Publik Rancangan PKPU tentang Pilkada 2020

    KPU Gelar Uji Publik Rancangan PKPU tentang Pilkada 2020

    Nasional
    Program Tapera Dikritik Buruh dan Pengusaha, Istana Angkat Bicara

    Program Tapera Dikritik Buruh dan Pengusaha, Istana Angkat Bicara

    Nasional
    Diminta Jadi Ketum Gerindra Lagi, Prabowo Patuhi Keputusan Partai

    Diminta Jadi Ketum Gerindra Lagi, Prabowo Patuhi Keputusan Partai

    Nasional
    Menghadirkan Pancasila di Era 'New Normal'

    Menghadirkan Pancasila di Era "New Normal"

    Nasional
    Penangkapan Nurhadi Dinilai Tak Cukup, KPK Diminta Kembangkan Dugaan Pencucian Uang dan Obstruction of Justice

    Penangkapan Nurhadi Dinilai Tak Cukup, KPK Diminta Kembangkan Dugaan Pencucian Uang dan Obstruction of Justice

    Nasional
    Ini 3 Penyebab Maraknya Penggunaan Narkoba Menurut BNN, Dianggap Aib hingga Gaya Hidup

    Ini 3 Penyebab Maraknya Penggunaan Narkoba Menurut BNN, Dianggap Aib hingga Gaya Hidup

    Nasional
    [UPDATE] Covid-19 5 Juni: Depok Tambah 6 Kasus Positif Baru, Total Jadi 578 Pasien

    [UPDATE] Covid-19 5 Juni: Depok Tambah 6 Kasus Positif Baru, Total Jadi 578 Pasien

    Nasional
    BNN: Banyak Pengedar Narkoba Divonis Hukuman Mati, tapi Pelaksanaannya Belum

    BNN: Banyak Pengedar Narkoba Divonis Hukuman Mati, tapi Pelaksanaannya Belum

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X