Kompas.com - 05/06/2013, 12:32 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya memenuhi panggilan Tim Pengawas Kasus Bank Century, Rabu (5/6/2013). Sebelumnya, Pimpinan KPK dua kali tidak hadir pada tanggal 22 dan 29 Mei 2013 dengan alasan tak bisa memenuhi keinginan Timwas Century. Hari ini, KPK diwakili tiga pimpinannya yakni Ketua KPK Abraham Samad dan dua wakilnya, Bambang Widjojanto dan Zulkarnaen.

Agenda pada rapat Timwas kali ini adalah laporan perkembangan pemeriksaan tim penyidik KPK terhadap mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Amerika Serikat.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menjelaskan bahwa pada surat pertama tanggal 17 April lalu, Pimpinan KPK diminta hadir pada tanggal 22 Mei. Namun, isinya meminta penjelasan terkait pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) disertai dengan sejumlah saksi yang akan dihadirkan.

"Ini kan mau dikonfrontasi, karena itu, tidak ada penegak hukum yang progresnya dibuka di ruang terbuka begitu," kata Bambang di Kompleks Parlemen, Rabu.

Setelah itu, lanjut Bambang, Timwas Century kembali mengirimkan surat pada tanggal 22 Mei untuk mengundang pada tanggal 29 Mei. "Tapi di dalamnya kembali disebutkan tentang konstruksi hukum kasusnya. Jadi tidak bisa kami penuhi," kata mantan advokat tersebut.

Setelah dua kali tak hadir, Pimpinan KPK kembali menerima undangan dari Timwas Century untuk hadir tanggal 5 Juni.

"Di sana hanya disebutkan membicarakan progress report penanganan kasus Century. Maka, oke," ungkap Bambang.

Namun, ia mengingatkan bahwa Pimpinan KPK tidak bisa secara gamblang memberitahukan hasil pemeriksaan terhadap Sri Mulyani. "Kami akan gunakan hak penegak hukum, tidak diberitahukan ke publik karena Timwas bukan ranah hukum," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ryamizard Ryacudu, Veteran Perang di Pusaran Kasus Proyek Satelit Kemenhan

    Ryamizard Ryacudu, Veteran Perang di Pusaran Kasus Proyek Satelit Kemenhan

    Nasional
    Mahfud: Presiden Beri Arahan Slot Orbit 123 Diselamatkan Tanpa Langgar Aturan, tapi...

    Mahfud: Presiden Beri Arahan Slot Orbit 123 Diselamatkan Tanpa Langgar Aturan, tapi...

    Nasional
    Arteria Dahlan Perlu Minta Maaf soal Copot Kajati Berbahasa Sunda, Saan Mustopa: Itu yang Terbaik

    Arteria Dahlan Perlu Minta Maaf soal Copot Kajati Berbahasa Sunda, Saan Mustopa: Itu yang Terbaik

    Nasional
    Wamenhan Soroti Pentingnya Kolaborasi untuk Perbarui Kebijakan Pertahanan Negara

    Wamenhan Soroti Pentingnya Kolaborasi untuk Perbarui Kebijakan Pertahanan Negara

    Nasional
    Lima Mobil Mewah Diduga Milik Anggota DPR Pakai Pelat Mirip Polisi, Punya Siapa?

    Lima Mobil Mewah Diduga Milik Anggota DPR Pakai Pelat Mirip Polisi, Punya Siapa?

    Nasional
    Surpres Calon Anggota KPU-Bawaslu Sudah Diterima, Komisi II Rencanakan 'Fit and Proper Test' Awal Februari

    Surpres Calon Anggota KPU-Bawaslu Sudah Diterima, Komisi II Rencanakan "Fit and Proper Test" Awal Februari

    Nasional
    KSAU Serahkan 182 Kendaraan Dinas ke Satuan TNI AU

    KSAU Serahkan 182 Kendaraan Dinas ke Satuan TNI AU

    Nasional
    Bareskrim Ungkap Total Kerugian Sementara Kasus Investasi Bodong Sunmod Alkes Capai Rp 503 Miliar

    Bareskrim Ungkap Total Kerugian Sementara Kasus Investasi Bodong Sunmod Alkes Capai Rp 503 Miliar

    Nasional
    Pimpinan DPR Minta Pemerintah Konsisten, Proyek Ibu Kota Tak Bebani APBN

    Pimpinan DPR Minta Pemerintah Konsisten, Proyek Ibu Kota Tak Bebani APBN

    Nasional
    Soal Kabar Kunjungan ke Israel, Kepala BNPB: Itu Hoaks

    Soal Kabar Kunjungan ke Israel, Kepala BNPB: Itu Hoaks

    Nasional
    Formasi Guru PPPK di Daerah Terpencil Sepi Peminat, Nadiem Sebut Masalahnya Bukan Hanya Uang

    Formasi Guru PPPK di Daerah Terpencil Sepi Peminat, Nadiem Sebut Masalahnya Bukan Hanya Uang

    Nasional
    Kian Melesatnya Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Usai Omicron Ditemukan di Jakarta

    Kian Melesatnya Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Usai Omicron Ditemukan di Jakarta

    Nasional
    Saat Saksi Minta Munarman Bersabar Hadapi Perkara

    Saat Saksi Minta Munarman Bersabar Hadapi Perkara

    Nasional
    Alasan Kemenkes Putuskan Vaksin Primer Sinovac Hanya untuk Anak

    Alasan Kemenkes Putuskan Vaksin Primer Sinovac Hanya untuk Anak

    Nasional
    Tanggapi Wacana Tarif KRL Naik, Anggota DPR: Tak Pantas Dinaikkan Saat Ini

    Tanggapi Wacana Tarif KRL Naik, Anggota DPR: Tak Pantas Dinaikkan Saat Ini

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.