Setelah Bom Poso, Kapolri Minta Bantuan TNI

Kompas.com - 04/06/2013, 15:50 WIB
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Pol Timur Pradopo meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan setelah aksi bom bunuh diri di Poso, Sulawesi Tengah, pada Senin (3/6/2013) kemarin. Dengan tegas, ia juga akan meminta bantuan TNI untuk meningkatkan keamanan secara nasional.

"Bagaimana Polri terutama yang ada di Sulteng ataupun Poso tetap meningkatkan keamanan bersama masyarakat dibantu TNI. Saya kira itu yang sekarang dikerjakan," kata Timur Pradopo sesaat sebelum menghadiri rapat bersama Komisi III DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (4/6/2013).

Terkait proses penyidikan, kata Timur, sampai saat ini pihaknya terus berupaya mengungkap identitas pelaku bom bunuh diri tersebut. Hasilnya belum diketahui karena semuanya masih dalam proses. "Artinya proses penyidikan jalan terus untuk mengungkap siapa yang meninggal itu. Masih dalam proses," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi bom bunuh diri terjadi di Kantor Polres Poso di Jalan Pulau Sumatera, Poso Kota, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Senin pagi. Ledakan tersebut menewaskan pelaku yang hingga saat ini belum diketahui identitasnya dan melukai satu warga sipil yang tengah mengerjakan bangunan masjid di halaman Polres Poso.

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X