Kompas.com - 04/06/2013, 15:32 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelaku bom bunuh diri di halaman Mapolres Poso, Sulawesi Tengah, diduga kuat terkait jaringan lama. Hal itu terlihat dari sasaran teror dan serpihan bom yang ditemukan.

"Yang saat ini melakukan aksi seperti ini bagian dari kelompok jaringan lama yang selama ini memang pernah melakukan aktivitas teror di Poso," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (4/6/2013).

Jaringan lama di Poso masih dalam penelusuran tim Detasemen Khsusus 88 Antiteror Polri karena belum semua ditangkap. Di antara yang masuk dalam daftar pencarian orang oleh polisi yaitu Santoso, Autat Rawa alias Sabar, dan Upik Lawanga.

"Penyidikan masih terus mengembangkan berbagai informasi yang kita miliki terkait kelompok teror selama ini. Kita masih ada catatan DPO, termasuk tokoh dari Poso, Santoso, Autat Rawa alias Sabar yang berasal dari Sulawesi Selatan, dan Upik Lawanga yang merupakan tokoh di Sulawesi Tengah," terang Boy.

Kepolisian pun mendalami kaitan aksi bom bunuh diri dengan narapidana yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan Ampana, Tojo Una Una, yaitu Basri alias Ayas. Basri yang kabur sejak April hingga kini belum ditemukan.

Sebelumnya, Poso diketahui sebagai basis pelatihan teror. Kepolisian pernah menyisir lokasi tersebut di kawasan Tamanjeka, Sulawesi Tengah. Dari Poso, jaringan kelompok ini kemudian diduga melarikan diri ke wilayah Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, hingga Pulau Jawa.

Diberitakan sebelumnya, aksi bom bunuh diri terjadi di antara pos jaga Mapolres Poso dan masjid pukul 08.03 Wita. Ledakan bom terjadi dua kali. Tubuh pria itu dan motor yang dikendarainya hancur. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Pelaku diduga menggunakan bom tupperware atau bom yang diletakan dalam wadah plastik. Kepolisian saat ini masih melakukan identifikasi jenazah pelaku di Rumah Sakit Bhayangkara, Palu, Sulawesi Tengah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Jusuf Kalla Ajak Masyarakat Jaga Ketersediaan 5,5 Juta Kantong Darah

    Jusuf Kalla Ajak Masyarakat Jaga Ketersediaan 5,5 Juta Kantong Darah

    Nasional
    Wamenkumham Sebut RUU KUHP sebagai Upaya Pemerintah Susun Sistem Rekodifikasi

    Wamenkumham Sebut RUU KUHP sebagai Upaya Pemerintah Susun Sistem Rekodifikasi

    Nasional
    Warga Negara Asing Bisa Ikut Vaksinasi Covid-19, Berikut Kriterianya

    Warga Negara Asing Bisa Ikut Vaksinasi Covid-19, Berikut Kriterianya

    Nasional
    Jokowi Dinilai Tak Ingin Kehilangan Relawan untuk Diarahkan Saat Pilpres 2024

    Jokowi Dinilai Tak Ingin Kehilangan Relawan untuk Diarahkan Saat Pilpres 2024

    Nasional
    Seknas Jokowi Benarkan Didekati Sejumlah Politisi untuk Dimintai Dukungan di Pilpres 2024

    Seknas Jokowi Benarkan Didekati Sejumlah Politisi untuk Dimintai Dukungan di Pilpres 2024

    Nasional
    Otopsi Jenazah Wabup Sangihe, Polisi: Tidak Ada Temuan Racun

    Otopsi Jenazah Wabup Sangihe, Polisi: Tidak Ada Temuan Racun

    Nasional
    Pengamat: Pernyataan Jokowi Jadi Jawaban Mengapa Memilih Tak Umbar Relawan, tapi Memeliharanya

    Pengamat: Pernyataan Jokowi Jadi Jawaban Mengapa Memilih Tak Umbar Relawan, tapi Memeliharanya

    Nasional
     Prabowo Tegaskan Tujuan Pengadaan Alutsista Rp 1.700 Triliun Bukan untuk Invasi

    Prabowo Tegaskan Tujuan Pengadaan Alutsista Rp 1.700 Triliun Bukan untuk Invasi

    Nasional
    Jokowi Targetkan 7,5 Penduduk DKI Sudah Divaksinasi Covid-19 Akhir Agustus

    Jokowi Targetkan 7,5 Penduduk DKI Sudah Divaksinasi Covid-19 Akhir Agustus

    Nasional
    Permenkes 18/2021, Pengobatan Kejadian Ikutan Pasca-vaksinasi Covid-19 Ditanggung JKN dan APBN

    Permenkes 18/2021, Pengobatan Kejadian Ikutan Pasca-vaksinasi Covid-19 Ditanggung JKN dan APBN

    Nasional
    Jokowi: Kecepatan Vaksinasi Sangat Menentukan Penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta

    Jokowi: Kecepatan Vaksinasi Sangat Menentukan Penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta

    Nasional
    Jokowi Beri Target Herd Immunity di DKI Tercapai Agustus

    Jokowi Beri Target Herd Immunity di DKI Tercapai Agustus

    Nasional
    Mendagri Apresiasi Pemkot Bogor Berhasil Selesaikan Persoalan GKI Yasmin

    Mendagri Apresiasi Pemkot Bogor Berhasil Selesaikan Persoalan GKI Yasmin

    Nasional
    Mahfud: Pembahasan Revisi KUHP Sudah Berjalan 50 Tahun, Berlebihan!

    Mahfud: Pembahasan Revisi KUHP Sudah Berjalan 50 Tahun, Berlebihan!

    Nasional
    Jokowi Targetkan Vaksinasi Covid-19 di DKI Capai 100.000 Suntikan Per Hari

    Jokowi Targetkan Vaksinasi Covid-19 di DKI Capai 100.000 Suntikan Per Hari

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X