Pengendali BBM Siap

Kompas.com - 01/06/2013, 03:09 WIB
Editor

Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Brigadir Jenderal (Pol) Tugas Dwi Apriyanto memerintahkan jajarannya untuk memperketat pengawasan distribusi BBM bersubsidi. Itu dilakukan untuk mengantisipasi penimbunan atau penyelewengan distribusi.

Peningkatan pengawasan dilakukan melalui penambahan jadwal patroli dan razia selektif di wilayah-wilayah yang dicurigai. Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalbar Ajun Komisaris Besar Mukson Munandar di Pontianak, Jumat, perintah itu berlaku untuk semua jajaran, baik kepolisian resor maupun direktorat terkait di Polda Kalbar.

”Pengalaman tahun lalu, penimbunan BBM bersubsidi marak terjadi saat pemerintah berencana menaikkan harganya. Itu terbukti dari banyaknya penyitaan oleh jajaran Polda Kalbar. Supaya penyalahgunaan tidak terulang, salah satu upaya yang dilakukan jajaran Polda Kalbar adalah meningkatkan pengawasan,” kata Mukson.

Senin lalu, Direktorat Polisi Perairan Polda Kalbar menyita 5,6 ton solar subsidi yang diangkut menggunakan sebuah kapal di Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya. Pengangkutan solar subsidi itu tidak disertai dengan dokumen. Penyidik Direktorat Polisi Perairan Polda Kalbar menetapkan dua orang tersangka dalam kasus tersebut.

Pengawasan atas distribusi BBM bersubsidi juga dilakukan di Kalimantan Selatan. Kepala Polda Kalsel Brigadir Jenderal (Pol) Taufik Ansorie di Banjarmasin, Jumat, menegaskan, pemantauan dan pengawasan distribusi BBM bersubsidi di wilayah Kalsel diperketat menjelang penetapan kenaikan harga.

Menurut Taufik Ansorie, pihaknya berkoordinasi dengan Pertamina agar jangan sampai ada kelompok masyarakat tertentu yang mengambil keuntungan dari situasi tidak menentu. Jajaran Polda Kalsel siap mengamankan dan terus memantau distribusi sebelum kenaikan diputuskan. Hingga Jumat, harga eceran bensin di Banjarmasin saat ini berkisar Rp 5.500-Rp 6.000 per botol (sekitar 1 liter).

Masjidil, nelayan yang juga Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menegaskan, rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi yang dibutuhkan nelayan di perbatasan Kalimantan Utara, bisa menciptakan ”gelombang” kulakan BBM khususnya Premium ke Tawau, Malaysia. Sebab harga Premium di negara tetangga itu nantinya lebih murah Rp 5.000 per liter.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

”Kami khawatir Pemerintah Malaysia membaca gejala itu dan memperketat pengawasan di SPBU-nya di Tawau, juga memantau perairan,” ujar Masjidil.(EVY/DEN/AHA/PRA/ACI)

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.