4 Kali Diperiksa, Status Dada Belum Pasti

Kompas.com - 30/05/2013, 02:40 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Komisi Pemberantasan Korupsi segera menentukan nasib Wali Kota Bandung Dada Rosada dalam kasus suap kepada Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung Setyabudi Tejocahyono terkait pengurusan perkara korupsi bantuan sosial. Status hukum Dada sebagai tersangka atau sebatas saksi akan ditentukan dalam gelar perkara KPK pekan depan.

KPK tercatat sudah empat kali memeriksa Dada sebagai saksi. Dada tiga kali diperiksa berurutan sejak Senin hingga Rabu (29/5). Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengatakan, pemanggilan Dada berkali-kali untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini karena penyidik harus mengklarifikasi banyak hal.

Dalam pemeriksaan terhadap Dada, penyidik KPK fokus pada kaitannya dengan tersangka yang telah ditetapkan. KPK telah menetapkan empat tersangka, yakni Setyabudi, Asep Triatna, Toto Hutagalung, dan Hery Nurhayat.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan KPK terhadap Setyabudi yang saat itu menjabat Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung. Setyabudi ditangkap di ruang kerjanya sesaat setelah diberi uang Rp 150 juta oleh Asep. Belakangan diketahui, Asep adalah suruhan Toto, pemimpin salah satu organisasi masyarakat di Bandung yang dikenal dekat dengan Dada.

Sementara Hery saat ditangkap KPK masih menjabat Kepala Badan Pengelolaan Aset dan Keuangan Daerah Kota Bandung. Herry diduga berperan mengumpulkan uang dari dinas dan badan di lingkungan Pemerintah Kota Bandung untuk menyuap hakim perkara korupsi dana bantuan sosial.

Pemeriksaan terhadap Dada rata-rata berlangsung selama 10 jam. Banyak sekali informasi yang diklarifikasi penyidik KPK terkait hubungan Dada dengan Toto. Terlebih dalam operasi tangkap tangan tersebut, KPK menangkap Setyabudi dan Asep yang tidak memiliki hubungan sama sekali.

Belakangan diketahui, peran Toto dalam kasus suap ini mirip operator lapangan. Perintah datang dari Dada kepada Hery untuk mengumpulkan uang. Setelah uang terkumpul, Toto menyerahkannya kepada Setyabudi. Dalam praktiknya, Toto memerintahkan anak buahnya, Asep, untuk menyerahkan uang langsung kepada Setyabudi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam sebuah pemeriksaan, keterangan Dada beberapa kali dikonfrontasi dengan Setyabudi dan Toto. Kemarin, seperti halnya Dada, Toto juga kembali diperiksa KPK. Seperti biasanya, dia tak banyak menjawab seusai diperiksa. Namun, saat ditanya mengapa dia harus berkali-kali diperiksa bersamaan dengan Dada, Toto menjawab singkat, ”Iya, saya juga pusing,” katanya. (BIL)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.