Kompas.com dan Semangat Merayakan Perbedaan

Kompas.com - 29/05/2013, 22:43 WIB
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com - Suatu perbaruan akan terasa ideal bila diimbangi dengan semangat yang juga baru. Sama halnya dengan Kompas.com, tampilan baru, fitur dan logo baru diluncurkan dengan semangat baru untuk merayakan perbedaan.

Director of Digital Kompas Gramedia, Edi Taslim menjelaskan, logo baru yang berbentuk segitiga diilhami dari arah mata angin. Logo baru itu juga merupakan gambaran dari nilai-nilai yang terkandung dalam nama Kompas.com. "Karena tidak hanya ada dalam satu arahan (direction dalam 360 derajat), maka mari kita rayakan perbedaan," kata Edi, di sela-sela peluncuran Kompas.com yang baru, di Senayan, Jakarta, Rabu (29/5/2013).

Selain logo baru, kini Kompas.com juga hadir dengan konsep lebih segar. Semangat merayakan perbedaan akan terasa lebih kental ketika fitur personalisasi digunakan. Semua pembaca diberi keleluasaan untuk memilih berita yang ingin ditampilkan di halaman muka. Dengan fitur ini, sesungguhnya Kompas.com secara resmi menjadi milik semua pembacanya.

Fitur personalisasi sengaja dibuat karena Kompas.com sangat yakin setiap individu memiliki kepribadian yang unik. Para pembaca juga memiliki kebutuhan dan minat yang berbeda-beda. Berita pilihan akan otomatis tayang di halaman muka setelah pembaca login ke akun Kompas.com. "Minat setiap orang kan berbeda, tagline (Rayakan Perbedaan) juga sesuai dengan bangsa yang plural ini," ujar Edi.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Saat DPR Menilik Transaksi Keuangan dan Karakter Calon Kapolri Tunggal...

    Saat DPR Menilik Transaksi Keuangan dan Karakter Calon Kapolri Tunggal...

    Nasional
    Rekor Penambahan Kasus Covid-19 4 Hari Berturut-turut dan Kurang Maksimalnya Upaya Pencegahan Pemerintah

    Rekor Penambahan Kasus Covid-19 4 Hari Berturut-turut dan Kurang Maksimalnya Upaya Pencegahan Pemerintah

    Nasional
    Komnas HAM Ungkap Ada Anggota Laskar FPI Tertawa-tawa Saat Bentrok dengan Polisi

    Komnas HAM Ungkap Ada Anggota Laskar FPI Tertawa-tawa Saat Bentrok dengan Polisi

    Nasional
    7 Catatan LPSK untuk Calon Kapolri Listyo Sigit, Kekerasan oleh Polisi hingga Terorisme

    7 Catatan LPSK untuk Calon Kapolri Listyo Sigit, Kekerasan oleh Polisi hingga Terorisme

    Nasional
    Fokus Tanggap Darurat Bencana, Ini Langkah yang Dilakukan Pemerintah

    Fokus Tanggap Darurat Bencana, Ini Langkah yang Dilakukan Pemerintah

    Nasional
    Kopaska Temukan Paspor dan Kalung Salib Pramugari NAM Air yang Jadi Penumpang SJ 182

    Kopaska Temukan Paspor dan Kalung Salib Pramugari NAM Air yang Jadi Penumpang SJ 182

    Nasional
    Lima Korban Jatuhnya Sriwijaya Air Kembali Teridentifikasi, Total 29 Orang

    Lima Korban Jatuhnya Sriwijaya Air Kembali Teridentifikasi, Total 29 Orang

    Nasional
    Komnas HAM Imbau Publik Tak Perlu Berdebat di Medsos soal Bentrok Polisi dengan Laskar FPI

    Komnas HAM Imbau Publik Tak Perlu Berdebat di Medsos soal Bentrok Polisi dengan Laskar FPI

    Nasional
    Cegah Covid-19, Kepala BNPB Imbau Pengungsi Kelompok Rentan Dipisahkan

    Cegah Covid-19, Kepala BNPB Imbau Pengungsi Kelompok Rentan Dipisahkan

    Nasional
    Bencana di Tengah Pandemi, BNPB Ingatkan Pentingnya Penerapan Protokol Kesehatan

    Bencana di Tengah Pandemi, BNPB Ingatkan Pentingnya Penerapan Protokol Kesehatan

    Nasional
    Mendengarkan (Kembali) Suara Rakyat

    Mendengarkan (Kembali) Suara Rakyat

    Nasional
    BNPB Ingatkan Masyarakat Waspadai Cuaca Buruk

    BNPB Ingatkan Masyarakat Waspadai Cuaca Buruk

    Nasional
    UPDATE 17 Januari: Ada 145.482 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 17 Januari: Ada 145.482 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    UPDATE BNPB: Korban Meninggal Dunia Gempa Majene Jadi 73 Orang, 27.850 Warga Mengungsi

    UPDATE BNPB: Korban Meninggal Dunia Gempa Majene Jadi 73 Orang, 27.850 Warga Mengungsi

    Nasional
    UPDATE 17 Januari: 11.287 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 33 Provinsi, DKI Terbanyak

    UPDATE 17 Januari: 11.287 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 33 Provinsi, DKI Terbanyak

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X