Keluarga Miskin Sasaran Potensial Produsen Rokok

Kompas.com - 29/05/2013, 20:55 WIB
Penulis Fabio Lopes
|
EditorAgus Mulyadi

JAKARTA, KOMPAS.com - Keluarga masih miskin menjadi pasar potensial sepanjang waktu dari produsen rokok di Indonesia. Sebanyak 74 persen keluarga miskin di wilayah perkotaan adalah perokok aktif. Selain itu, belanja rokok menempati peringkat kedua sebesar 22 persen, seteleh belanja besar sebanyak 19 persen.

Hal itu dipaparkan Ketua Lentera Anak Indonesia Lisda Sundari dalam konferensi pers bertema "Larang Total Iklan, Promosi dan Sponsor Rokok" yang diselenggarakan dalam rangka Hari Tanpa Tembakau Sedunia pada 31 Mei, di Jakarta, Rabu (29/5/2013).

Menurut Lisda, fenomena tersebut terjadi karena merokok dianggapa sebagai bentuk rekreasi termurah yang bisa didapatkan oleh perokok dari keluarga miskin. "Jadi segmentasi inilah yang juga  merupakan sasaran dari iklan rokok," kata Lisda.  

Lisda melihat bahwa kehadiran berbagai regulasi terkait larangan iklan rokok seperti Undang-Undang Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002 dan Peraturan Pemerintah No 109 Tahun 2012, belum mampu membatasi gencarnya iklan rokok di Indonesia.

"Produsen rokok memiliki kebebasan mutlak untuk mengiklankan produknya. Hampir di semua tempat ditemukan iklan rokok. Bahkan mereka pun sudah merambah menggunakan media sosial," katanya.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X