DKI Dapat Hibah Rusunawa

Kompas.com - 29/05/2013, 03:10 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Setelah bertahun-tahun tidak dipakai, sebanyak 28 menara rumah susun sederhana sewa yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dihibahkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hibah ini baru dapat dilaksanakan karena terkendala proses administrasi.

Lantaran sudah berubah dari kondisi awal, Pemprov DKI Jakarta perlu merestorasi rumah susun sederhana sewa (rusunawa) itu agar layak dipakai.

”Rusunawa itu sekarang menjadi milik Pemprov DKI Jakarta. Kami baru dapat menyerahkan karena harus izin Kementerian Keuangan dan Presiden. Izin baru selesai pada Februari 2013,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Agoes Widjanarko, Selasa (28/5), di Jakarta.

Seluruh aset yang diserahkan Kementerian PU kepada Pemprov DKI itu terdiri dari 4 menara Rusunawa Marunda di Cilincing, Jakarta Utara, berkapasitas 200 unit; 8 menara Rusunawa Penggilingan (Pinus Elok) di Cakung, Jakarta Timur, (400 unit); 12 menara Rusunawa Komarudin di Cakung, Jakarta Timur, (600 unit); dan 4 menara Rusunawa Kebon Nanas di Cakung, Jakarta Timur, (200 unit).

Seluruh rusunawa itu senilai Rp 191,57 miliar, dengan jumlah 1.400 unit. Masih ada enam rusunawa lagi yang belum diserahkan pemerintah pusat ke Pemprov DKI. Rusunawa itu segera dihibahkan ke Pemprov DKI Jakarta setelah mendapat persetujuan Presiden.

Berkaitan dengan hibah tersebut, Pemprov DKI wajib mencatat, memperbaiki, memelihara, mengelola rusunawa dengan biaya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Agoes mengakui ada perubahan kondisi rusunawa setelah bertahun-tahun tidak dipakai. Namun, hal itu masih bisa diperbaiki karena tidak sampai merusak konstruksi bangunan.

Penyerahan itu dihadiri oleh Wiryatmoko, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta; Jonathan Pasodung, Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta; dan sejumlah pejabat Pemprov DKI Jakarta serta pejabat Kementerian PU.

Dana restorasi

Menurut Wiryatmoko, Pemprov DKI akan segera merestorasi rusun itu dengan dana sekitar Rp 15 miliar, untuk memperbaiki sarana rusunawa yang rusak. Dana itu juga diperlukan untuk melengkapi fasilitas penunjang yang belum ada, seperti taman dan fasilitas sosial lain.

Beberapa sarana rusunawa, seperti daun pintu, kamar mandi, dan cat tembok rusun, sudah rusak. Pemprov DKI Jakarta juga akan melengkapi setiap unit rusun dengan perlengkapan rumah tangga, seperti tempat tidur, televisi, dan peralatan lain yang diperlukan.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.