Kompas.com - 28/05/2013, 23:26 WIB
EditorAgus Mulyadi

NUNUKAN, KOMPAS.com — Sebanyak 155 tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah dipulangkan Pemerintah Negara Bagian Sabah, Malaysia, melalui Pelabuhan Internasional Tunon Taka, Kabupaten Nunukan, Kalimantan, Selasa (28/5/2013).

Berdasarkan berita acara serah terima yang ditandatangani Nasution selaku Kepala Pos Tempat Pemeriksaan Keimigrasian (TPI) Pelabuhan Tunon Taka, dan staf Konsulat RI Tawau, Amran Arifin, TKI yang dipulangkan dengan menggunakan KM Francis Ekspres terdiri 127 laki-laki, 26 perempuan, serta dua anak laki-laki.

Amran Arifin, seusai menyerahkan para TKI itu, mengatakan, sebagian besar dari mereka tersangkut kasus dokumen keimigrasian sebagai tenaga kerja di Malaysia, dan sebagian lagi karena kasus narkoba.

Ia menambahkan, TKI yang tersangkut kasus dokumen keimigrasian telah menjalani kurungan selama tiga bulan hingga satu tahun di dua penampungan tahanan sementara (PTS), yakni Kemanis Papar Kota Kinabalu dan Air Panas Tawau.

Salah seorang TKI bermasalah yang dipulangkan melalui Kabupaten Nunukan, Adam Martian (30), mengatakan, dia tertangkap oleh petugas imigrasi Kota Kinabalu 11 bulan lalu saat berada di tempat kerja.

"Kami tertangkap saat operasi petugas imigrasi Kota Kinabalu di tempat kerja karena tidak memiliki paspor," ujar Adam, seraya menambahkan, anak dan istrinya masih berada di Kota Kinabalu saat ini.

TKI asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), ini bekerja sebagai buruh bangunan di Kota Kinabalu. Pada awal meninggalkan kampung halamannya 10 tahun silam, ia menggunakan paspor TKI (24 halaman), dan bekerja di perkebunan kelapa sawit Borneo Samudra milik Pemerintah Kerajaan Sabah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, ketika berada di perusahaan perkebunan kelapa sawit, majikannya tidak menjamin paspor miliknya sehingga masa berlakunya habis.

"Waktu kali pertama masuk di Sabah, saya menggunakan paspor lengkap. Tetapi majikan tidak mau jamin sehingga habis masa berlakunya sejak sembilan tahun lalu," beber Adam Martian.

Ia menyatakan dibohongi majikan. "Sebelum ke Sabah, katanya dia mau jamin paspor kami ternyata tidak begitu. Makanya paspor kami mati percuma," ucapnya.

Data Balai Pelayanan, Penempatan, dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Kabupaten Nunukan menunjukkan, TKI dari Sulawesi Selatan yang dipulangkan terdiri dari 67 laki-laki, 18 perempuan, dan 1 anak; dari NTT 27 laki-laki, 6 perempuan, dan 1 anak; sementara dari Sulawesi Tenggara 13 laki-laki dan 1 perempuan.

Selanjutnya, asal Jawa Timur sebanyak tujuh orang, NTB satu orang, Kaltim dua orang, Sulawesi Tengah tujuh orang, dan Sulawesi Barat sebanyak tiga orang.

Pada pendataan, para TKI bermasalah yang dipulangkan itu mengaku berangkat ke Sabah menggunakan paspor TKI sebanyak 17 orang, paspor lawatan (48 halaman) 16 orang, menggunakan pas lintas batas (PLB) delapan orang, dan tanpa dokumen sebanyak 114 orang.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.