Kompas.com - 28/05/2013, 22:53 WIB
Penulis Nina Susilo
|
EditorAgus Mulyadi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri hingga kini belum memberhentikan Theddy Tengko dari jabatan Bupati Kepulauan Aru, Maluku. Padahal, Mahkamah Agung (MA) sudah memutus pidana empat tahun, karena tindak pidana korupsi APBD Kepulauan Aru tahun anggaran 2006-2007 senilai Rp 42,5 miliar pada 2012 lalu.

Mendagri Gamawan Fauzi, Selasa (28/5/2013) di Jakarta, mengatakan, sudah menyurati Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu sehari sebelumnya. Dalam suratnya, Mendagri meminta Gubernur segera mengusulkan pemberhentian tetap Theddy Tengko, dari jabatan Bupati Kepulauan Aru karena vonis sudah berkekuatan hukum tetap.

Tujuh hari setelah surat diterima dan tidak juga ada usulan pemberhentian, Mendagri tetap bisa menerbitkan surat keputusan pemberhentian. "Sebetulnya tanpa kami surati, Gubernur bisa mengusulkan. Tapi, karena kami tunggu dan tidak ada surat usulan dari gubernur, kami surati," tutur Gamawan.

Sebelumnya, lanjut Gamawan, kendati putusan inkracht, tim pengacara Theddy sempat meminta penetapan pengadilan yang menyebutkan putusan tidak bisa dieksekusi. Penetapan itu dikirimkan Gubernur Maluku kepada Mendagri, sehingga Theddy diaktifkan kembali.

Setelah ada surat MA yang membatalkan penetapan Pengadilan Negeri Ambon, pemberhentian bisa dilakukan. Namun, mekanismenya, pemberhentian bupati/wali kota diawali dengan usulan gubernur. Karena itu, Mendagri meminta Gubernur mengirimkan usulan tersebut terlebih dahulu.

Sampai saat ini, Kejaksaan Agung pun kesulitan mengeksekusi putusan MA tersebut. Theddy Tengko berlindung di balik para pendukungnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.