Kompas.com - 27/05/2013, 22:20 WIB
|
EditorFarid Assifa

AMBON, KOMPAS.com - Puluhan aktivis mahasiswa Kepulaua Aru, Senin (27/5/2013) berunjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku mendesak Kejati Maluku segera menahan Teddy Tengko, terpidana kasus korupsi APBD Aru tahun 2006 - 2007 senilai Rp 42,5 miliar.

Dalam aksi tersebut puluhan mahasiswa yang tergabung dalam perhimpunan mahasiswa Aru (Permaru) ini meminta agar Kejati Maluku tidak lagi menunda upaya penangkapan Theddy. Menurut pendemo, upaya Kejati menunda proses eksekusi hanya akan melukai rasa keadilan masyarakat Aru.

"Kami datang ke sini untuk mempertanyakan mengapa hingga kini Kejati tidak juga mau menangkap Theddy Tengko. Ini perintah negara, kenapa harus takut kepada koruptor," teriak Ketua Umum Permaru Samuel Irmufly dalam orasinya.

Mahasiswa mendesak Kejati Maluku agar sebelum pilkada dilangsungkan, Theddy Tengko harus segera ditahan. Menurut mereka, alasan Kejati belum menahan Theddy karena keamanan sangat tidak rasional, apalagi aparat keamanan TNI dan polisi telah siap untuk membantu jalannya eksekusi tersebut.

"Mengapa harus menunggu sampai pilkada selesai baru ditahan, penegakan hukum harus ditegakkan, tidak perlu memakai pendekatan situasi dan kondisi, bukankah aparat keamanan telah siap untuk menjamin pengamanan eksekusi Theddy," tanya salah seorang pendemo.

Pendemo juga mengungkapkan, lambannya Kejati Maluku menahan Theddy Tengko hanya akan menciptakan ketidaknyamanan dan gejolak sosial di masyarakat. Kejati, kata pendemo, harus dapat mengeksekusi Theddy Tengko karena hal tersebut merupakan perintah undang-undang.

"Negara tidak boleh kalah dengan Teddy Tengko. Kami ingin sampaikan, kalau Kejati tidak juga menahan Theddy Tengko, maka gejolak sosial akan terjadi di Aru," ancam pendemo.

Setelah berorasi kurang lebih satu jam, lima perwakilan pendemo lalu diperkenankan masuk ke kantor Kejati Maluku. Di hadapan pendemo, Asintel Kejati Maluku Abdul Azis berjanji akan menyampaikan tuntutan mahasiswa ke Kejaksaan Agung di Jakarta. Dia juga mengatakan, Kejati Maluku akan tetap menahan Teddy Tengko, namun saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan aparat keamanan.

"Kita akan menahan Theddy Tengko, itu pasti, makanya kita cari waktu yang tepat. Saat ini kita juga terus berkoordinasi dengan aparat keamanan," jelasnya.

Seusai mendengarkan penjelasan Azis, para pendemo langsung bergerak menuju kantor Gubernur Maluku. Di kantor tersebut, mahasiswa mendesak Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu segera mengusulkan proses pergantian Bupati Aru ke Mendagri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.