Badri Hartono Dituntut 14 Tahun

Kompas.com - 27/05/2013, 12:29 WIB
|
EditorNasru Alam Aziz

JAKARTA, KOMPAS.com — Jaksa penuntut umum menuntut terdakwa perkara terorisme Badri Hartono dengan hukuman penjara selama 14 tahun. Badri dinilai melanggar Pasal 15 juncto Pasal 9 UU No 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Tuntutan itu dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) Rini Hartatie di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Senin (27/5/2013). Atas tuntutan itu, Badri dan penasihat hukum akan menyampaikan pembelaan (pledoi) pada Kamis, 13 Juni 2013.

Polisi antiteror menangkap delapan orang di beberapa tempat di Solo, Jawa Tengah, karena diduga terkait dengan jaringan teroris pada 22 September 2012. Polisi juga menyita lima bom yang sudah jadi dan siap ledak berikut bahan-bahan peledak di sejumlah tempat di Solo.

Para tersangka yang ditangkap itu adalah Rudi Kurnia yang diduga terkait dengan jaringan tersangka M Thorik. Kemudian, polisi antiteror menangkap Badri Hartono di dekat rumahnya di Jalan Belimbing, Laweyan, Solo.

Enam tersangka lain yang ditangkap adalah Chomaedi, Indra Vitriyanto, Nopem, Fajar Novianto, Barkah Nawa Saputra, dan Triyatno.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSHK Nilai Perppu Stabilitas Ekonomi Hambat Pemda Ambil Kebijakan Keuangan Daerah

PSHK Nilai Perppu Stabilitas Ekonomi Hambat Pemda Ambil Kebijakan Keuangan Daerah

Nasional
Khawatir Covid-19 Menyebar, Wapres Dorong MUI Keluarkan Fatwa Haram Mudik

Khawatir Covid-19 Menyebar, Wapres Dorong MUI Keluarkan Fatwa Haram Mudik

Nasional
Korban Meninggal Covid-19 Bertambah, Pemerintah Ucap Belasungkawa

Korban Meninggal Covid-19 Bertambah, Pemerintah Ucap Belasungkawa

Nasional
Update 3 April: 196 Kasus Baru Covid-19, Tersebar di 19 Provinsi

Update 3 April: 196 Kasus Baru Covid-19, Tersebar di 19 Provinsi

Nasional
Tiga Polisi Jadi Calon Deputi Penindakan KPK, Salah Satunya Wakil Firli di Polda Sumsel

Tiga Polisi Jadi Calon Deputi Penindakan KPK, Salah Satunya Wakil Firli di Polda Sumsel

Nasional
Token Listrik Gratis Bisa Diakses Lewat WhatsApp Mulai 6 April

Token Listrik Gratis Bisa Diakses Lewat WhatsApp Mulai 6 April

Nasional
UPDATE: Pasien Sembuh Covid-19 di Indonesia Jadi 134 Orang

UPDATE: Pasien Sembuh Covid-19 di Indonesia Jadi 134 Orang

Nasional
Kemenlu Pastikan Pelayanan Konsuler WNA di Tanah Air Masih Terbuka

Kemenlu Pastikan Pelayanan Konsuler WNA di Tanah Air Masih Terbuka

Nasional
Tambah Dua, Total Ada 72 Kasus Penyebaran Hoaks soal Virus Corona

Tambah Dua, Total Ada 72 Kasus Penyebaran Hoaks soal Virus Corona

Nasional
Ketua Gugus Tugas Berterima Kasih Pada Kepala Desa yang Buat Kebijakan Karantina Mandiri

Ketua Gugus Tugas Berterima Kasih Pada Kepala Desa yang Buat Kebijakan Karantina Mandiri

Nasional
Pakar: Penunjukan Komisioner KPU Pengganti Evi Novida Tergantung Presiden

Pakar: Penunjukan Komisioner KPU Pengganti Evi Novida Tergantung Presiden

Nasional
UPDATE: Total Pasien Covid-19 Meninggal di Indonesia 181 Orang

UPDATE: Total Pasien Covid-19 Meninggal di Indonesia 181 Orang

Nasional
UPDATE: Bertambah 196, Total Ada 1.986 Kasus Covid-19 di Indonesia

UPDATE: Bertambah 196, Total Ada 1.986 Kasus Covid-19 di Indonesia

Nasional
RKUHP dan RUU PAS Dibahas, DPR Klaim Hanya 'Bongkar' Pasal Kontroversial

RKUHP dan RUU PAS Dibahas, DPR Klaim Hanya "Bongkar" Pasal Kontroversial

Nasional
IDI Tegaskan Cuaca Panas Tak Bikin Mati Virus Corona di Tenggorokan

IDI Tegaskan Cuaca Panas Tak Bikin Mati Virus Corona di Tenggorokan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X