Luthfi Benarkan Fathanah Pernah Dibui di Australia - Kompas.com

Luthfi Benarkan Fathanah Pernah Dibui di Australia

Kompas.com - 17/05/2013, 21:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq membenarkan kalau orang dekatnya, Ahmad Fathanah, pernah dihukum pidana pada 2005.

Menurut sepengetahuan Luthfi, Fathanah pernah terjerat kasus perdagangan manusia sehingga dipidana di Australia. Selain itu, seingat Luthfi, pria yang bernama lain Olong ini pernah dipidana dalam kasus penipuan Rp 5 miliar.

"Saya dengar, saya ingat ada dua. Pertama, dia ada masalah human trafficking (perdagangan manusia) dan dia ada masalah dengan teman bisnisnya sampai dia dipenjara waktu itu," kata Luthfi saat bersaksi dalam persidangan kasus kuota impor daging sapi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat (17/5/2013).

Luthfi yang menjadi saksi untuk terdakwa Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi ini juga mengungkapkan kebohongan Fathanah.

"Dia sering mengatakan, tapi tidak pernah dilakukan. Dia tidak pernah menyumbang (ke PKS) walaupun mengatakan akan menyumbang," tutur Luthfi.

Fathanah memang sempat dikabarkan terjerat kasus penyelundupan manusia (human trafficking) di Australia pada tahun 2005. Fathanah divonis lima tahun penjara oleh pemerintah setempat dalam kasus itu.

Saat kasus itu bergulir, Fathanah menggunakan nama Achmad Olong. Nama ini diduga sebagai nama kecil Fathanah. "Nama lainnya Olong," ujar Juru Bicara KPK Johan Budi saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Namun, Johan mengaku tidak tahu apakah Olong yang menjadi terpidana di Australia ini sama dengan Fathanah yang ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dan pencucian uang kuota impor daging sapi tersebut.

Nama Achmad Olong juga pernah ditulis di laman The Age pada 1 Juni 2010. Laman media Australia itu menyebut Achmad Olong sebagai "the number one people smuggler in Indonesia at the time".

Achmad Olong disebutkan pernah divonis lima tahun penjara oleh otoritas Australia. Dia dinilai bersalah karena terlibat dalam penyelundupan 353 orang ke Pulau Natal pada tahun 1999.

Sebetulnya, Fathanah terancam 20 tahun penjara. Namun, hukumannya diringankan karena dia bersedia bekerja sama dengan Australia. Fathanah menjadi saksi kunci dalam sidang pelaku penyelundup manusia lainnya, Hadi Ahmadi.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorTri Wahono

    Terkini Lainnya

    Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

    Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

    Nasional
    Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

    Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

    Nasional
    Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

    Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

    Regional
    'Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia'

    "Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia"

    Nasional
    Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

    Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

    Nasional
    Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

    Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

    Nasional
    Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

    Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

    Internasional
    Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

    Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

    Regional
    KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

    KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

    Nasional
    Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

    Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

    Regional
    Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

    Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

    Regional
    Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

    Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

    Regional
    Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

    Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

    Internasional
    Tiba di Surabaya dari Papua, Ini Agenda Kunjungan Kerja Jokowi Senin Besok

    Tiba di Surabaya dari Papua, Ini Agenda Kunjungan Kerja Jokowi Senin Besok

    Nasional
    3 Fakta Unik Harimau Sumatera 'Atan Bintang', Disebut Pintar hingga Sulit Dievakuasi

    3 Fakta Unik Harimau Sumatera 'Atan Bintang', Disebut Pintar hingga Sulit Dievakuasi

    Regional

    Close Ads X