Fathanah Mengaku Calo Proyek, Sebagian Keuntungan Mengalir ke PKS - Kompas.com

Fathanah Mengaku Calo Proyek, Sebagian Keuntungan Mengalir ke PKS

Kompas.com - 17/05/2013, 20:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tersangka kasus dugaan korupsi dan pencucian uang Ahmad Fathanah mengaku berprofesi sebagai pengusaha sekaligus makelar atau calo proyek. Sebagian hasil usaha percaloan tersebut, menurut Fathanah, ada yang disumbangkan untuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Keuntungannya saya sumbangkan untuk keperluan apa yang datang ke saya waktu itu. Kadang saya sumbangkan ke Partai Keadilan Sejahtera," kata Fathanah saat bersaksi dalam persidangan kasus kuota impor daging sapi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat (17/5/2013).

Orang dekat mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq ini juga mengaku dapat keuntungan yang lumayan dari usahanya menjadi makelar. Dari usahanya itu, Fathanah mengaku dapat untung antara Rp 1 miliar hingga Rp 3 miliar.

Dalam persidangan tersebut, Fathanah juga mengaku pernah meminta PT Indoguna Utama untuk membantu dana safari dakwah PKS di Medan. Permintaan itu disampaikan Fathanah melalui Komisaris PT Radina Bioadicipta Elda Devianne Adiningrat.

"Saya mendesak melalui Elda untuk membantu safari dakwah," tutur Fathanah.

Setelah mendapatkan uang Rp 300 juta itu melalui Elda, Fathanah melaporkannya kepada Presiden PKS ketika itu, Luthfi Hasan Ishaaq.

"Tapi, Ustaz Luthfi waktu itu tidak menanggapi," sambung Fathanah. Karena itulah, dia tidak jadi memberikan uang Rp 300 juta itu kepada PKS.

Fathanah yang juga sahabat Luthfi ini mengaku telah memakai sendiri uang tersebut. "Akhirnya, dana itu saya pakai sendiri, lalu sama Ibu Elda dimasukkan ke rekening bank," tutur Fathanah.

Sementara dalam surat dakwaan Direktur PT Indoguna Utama Juard Effendi dan Arya Abdi, Fathanah disebut meminta uang kepada Direktur PT Indoguna Utama Maria Elizabeth Liman melalui Elda untuk keperluan acara di Medan.

Permintaan itu, menurut dakwaan, disampaikan Fathanah setelah Luthfi sepakat mempertemukan Maria dengan Menteri Pertanian Suswono di Medan, bertepatan dengan acara safari dakwah PKS di Medan.

Fathanah juga ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang. KPK pun menelusuri aset Fathanah yang diduga mengalir ke mana-mana itu.

Terkait penyidikan kasus Fathanah, KPK memeriksa sejumlah saksi, di antaranya Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo, dan Wali Kota Makassar Ilham Arif Sirajuddin.

Seusai diperiksa KPK beberapa waktu lalu, Ilham mengaku dapat informasi ada aliran dana Fathanah ke DPW PKS untuk mendanai pemenangannya sebagai Gubernur Sulsel.

Sementara Gatot mengaku ditanya apakah ada aliran dana kasus impor daging sapi untuk pemenangannya dalam Pemilukada Sumut 2013-2018.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorTri Wahono

    Terkini Lainnya

    Mensos Optimistis Akhir 2019 Angka Kemiskinan Turun di Bawah 9,5 Persen

    Mensos Optimistis Akhir 2019 Angka Kemiskinan Turun di Bawah 9,5 Persen

    Regional
    Tunawicara Ini Mampu Kembangkan Robot dengan Manfaatkan Dinamo Bekas

    Tunawicara Ini Mampu Kembangkan Robot dengan Manfaatkan Dinamo Bekas

    Regional
    Terduga Pembunuh Dufi Diserahkan ke Polres Bogor

    Terduga Pembunuh Dufi Diserahkan ke Polres Bogor

    Megapolitan
    Eko, Pecatan Polisi yang Serang Pos Lantas Pernah Tembak Mati Guru Ngaji

    Eko, Pecatan Polisi yang Serang Pos Lantas Pernah Tembak Mati Guru Ngaji

    Regional
    Jika Terpilih, Sandiaga Berkomintmen Tak Ganggu Perda Syariat dan MoU Helsinki di Aceh

    Jika Terpilih, Sandiaga Berkomintmen Tak Ganggu Perda Syariat dan MoU Helsinki di Aceh

    Regional
    Soal Baiq Nuril, Istana Sebut Presiden Tak Bisa Serta Merta Beri Amnesti

    Soal Baiq Nuril, Istana Sebut Presiden Tak Bisa Serta Merta Beri Amnesti

    Nasional
    Pelaku Pelempar Pos Lantas di Lamongan Pernah Menghuni Lapas Madiun

    Pelaku Pelempar Pos Lantas di Lamongan Pernah Menghuni Lapas Madiun

    Regional
    Kata Timses, Jokowi-Ma'ruf Akan Lanjutkan Kerja Sama dengan China

    Kata Timses, Jokowi-Ma'ruf Akan Lanjutkan Kerja Sama dengan China

    Nasional
    Tiga Jam Razia Pajak Kendaraan, Petugas Dapati Tunggakan Rp 171 Juta

    Tiga Jam Razia Pajak Kendaraan, Petugas Dapati Tunggakan Rp 171 Juta

    Megapolitan
    Polisi dan Warga di Rusia Padamkan Kebakaran dengan Lempar Bola Salju

    Polisi dan Warga di Rusia Padamkan Kebakaran dengan Lempar Bola Salju

    Internasional
    Turis AS Tewas Dipanah Suku Pedalaman India di Kepulauan Andaman

    Turis AS Tewas Dipanah Suku Pedalaman India di Kepulauan Andaman

    Internasional
    Anggaran Pembebasan Lahan Ditolak, Proyek MRT Fase II Terancam Molor

    Anggaran Pembebasan Lahan Ditolak, Proyek MRT Fase II Terancam Molor

    Megapolitan
    Tanggapan Warga dan Pengendara terhadap Sistem Satu Arah di Cipayung

    Tanggapan Warga dan Pengendara terhadap Sistem Satu Arah di Cipayung

    Megapolitan
    Kisah Hamzah, 8 Tahun Kayuh Becak Pakai Topeng hingga Berhasil Jadi Sarjana

    Kisah Hamzah, 8 Tahun Kayuh Becak Pakai Topeng hingga Berhasil Jadi Sarjana

    Regional
    Jubir Dilaporkan ke Polisi, Pengacara Sebut Ada Upaya Kriminalisasi terhadap KY

    Jubir Dilaporkan ke Polisi, Pengacara Sebut Ada Upaya Kriminalisasi terhadap KY

    Nasional

    Close Ads X