Kompas.com - 17/05/2013, 18:37 WIB
|
EditorFarid Assifa

KEDIRI, KOMPAS.com — Masjid Baitul Salam milik jemaah Ahmadiyah di Desa Gempolan, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, dirusak massa, Kamis (16/5/2013) malam. Para pimpinan jemaah Ahmadiyah kini mengamankan diri di Kota Kediri, Jawa Timur.

Ada dua mubalig atau juru dakwah yang berada di Kota Kediri, yaitu Rizal Fazli Mubarrok (24) dan Edi Susanto (30). Keduanya saat ini mengungsi di rumah Aminullah Yusuf, mubalig wilayah Kediri di Kelurahan Ngadisimo.

"Kami di sini dievakuasi. Enggak tahu kapan kembali ke sana, tergantung sikon (situasi kondisi di Tulungagung, red)," kata Rizal Fazli Mubarrok saat ditemui di Ngadisimo, Jumat (17/5/2013).

Rizal mengakui datang ke Tulungagung dari Bogor sejak sepekan lalu. Kedatangannya itu karena mendapat tugas dari pengurus pusat Ahmadiyah untuk membantu para jemaah di Tulunggagung. Kegiatannya itu, menurutnya, hanya berupa pelaksanaan ibadah pokok saja.

"Di sana saya ditugaskan untuk membina jemaah Ahmadiyah dalam hal beribadah seperti salat lima waktu dan mengaji saja. Tidak ada kegiatan lainnya," kata pria yang kedatangannya dituding menjadi pemicu terjadinya perusakan masjid di Tulungagung ini.

Awal saat datang di Tulungagung, Rizal mengaku sudah melaporkan diri ke perangkat desa tingkat RT yang diantarkan oleh Jakfar, anggota jemaah Ahmadiyah Tulungagung. Bahkan, dia juga mengaku sudah menemui Ketua RW.

"Jadi, tidak benar kalau saya tidak lapor. Mungkin terjadi miskomunikasi antarmereka (perangkat desa)," tegasnya.

Rizal menceritakan awal mula perusakan masjid Ahmadiyah oleh massa. Mubalig kelahiran Mataram ini mengaku diundang pemerintah desa di rumah Ketua RT, Kamis malam. Ia mengaku tidak mengetahui pasti tujuan undangan itu.

Saat ia datang, menurutnya, sudah ada beberapa orang yang berkumpul di dalam forum itu.

"Saya datang berdua dengan Pak Edi, jam setengah delapan malam. Jam 8, kami disuruh pulang, dan kami kembali ke rumah Pak Jakfar," tuturnya.

Tak berselang lama, setelah forum bubar, tiba-tiba massa datang lalu merusak masjid Ahmadiyah. Massa melempari kaca masjid hingga pecah. Saat aksi perusakan berlangsung, ia dan rekannya berhasil menyelamatkan diri.

"Jumlahnya (massa) berapa, saya kurang tahu. Suasananya gelap," imbuh pria berkacamata ini saat ditanya jumlah massa perusak masjid Ahmadiyah.

Dari informasi yang dihimpun Kompas.com, massa diduga mengamuk karena masjid Ahmadiyah tiba-tiba menggelar kembali kegiatan beribadah. Padahal, sebelumnya, masjid yang dibangun secara swadaya oleh jemaah itu sudah dibekukan sesuai kesepakatan bersama antara warga dan pengelola masjid. Kini masjid itu masih dalam penjagaan ketat petugas dari kepolisian maupun tentara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.