E-KTP, Apa Saja Teknologi di Dalamnya?

Kompas.com - 15/05/2013, 18:31 WIB
|
Editoryunan

KOMPAS.com — Apa yang sudah kita ketahui tentang KTP elektronik atau e-KTP? Banyak yang mungkin sudah memilikinya, tetapi belum mengenal secara menyeluruh. Hal yang diketahui tentang e-KTP mungkin hanya persoalan larangan fotokopi.

E-KTP sebenarnya telah dipakai di banyak negara. Indonesia saja yang baru mengembangkan model kartu kependudukan ini. Dari sisi teknologi, apa saja yang menarik dari e-KTP? Teknologi apa saja yang ada di dalamnya?

Dalam konferensi pers tentang e-KTP yang diadakan di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Rabu (15/5/2013), perekayasa yang terlibat pengembangan e-KTP di Indonesia menguraikan bahwa teknologi dalam e-KTP setidaknya ada empat, yakni cip, blangko atau smart card, biometrik, dan perangkat pembaca e-KTP.

Cip

Kepala Program Penelitian dan Perekayasa e-KTP Gembong S Wibowanto, mengungkapkan, salah satu teknologi inti dalam e-KTP adalah cip. Cip e-KTP adalah kartu pintar berbasis mikroprosesor dengan memori 8 KB.

Cip dalam e-KTP berfungsi menyimpan data biodata pemilik, tanda tangan, pas foto, dan dua data sidik jari. Default sidik jari yang dipakai adalah telunjuk tangan kanan serta telunjuk tangan kiri.

Cip e-KTP tidak tampak dari luar. Cip ini sudah memenuhi standar ISO 14443 A dan 14443 B, mendukung kerahasian data pemilik e-KTP. Cip juga hanya bisa dibaca oleh perangkat pembaca tertentu untuk menjamin keamanan data.

Ke depan, cip e-KTP masih mungkin dikembangkan. Salah satunya, dalam e-KTP generasi kedua, kapasitas penyimpanan dalam cip akan ditambah. Penambahan akan mendukung penggunaan e-KTP selain sebagai kartu identitas, misalnya kartu jaminan sosial dan sebagainya.

Blangko alias "smart card"

Blangko alias smart card mungkin terlihat biasa, tetapi dibuat dengan bahan khusus polyethylene terephthalate glycol (PET-G). Blangko ini telah lulus uji Sentra Teknologi Polimer BPPT di Puspiptek Serpong.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Eks Dirut Garuda Pernah Rangkap Jabatan, Kementerian BUMN Sebut Tak Dilarang

Eks Dirut Garuda Pernah Rangkap Jabatan, Kementerian BUMN Sebut Tak Dilarang

Nasional
Di Mukernas V PPP, Mahfud Sebut Partai Tak Profesional Sebabkan Pemerintahan Tak Bersih

Di Mukernas V PPP, Mahfud Sebut Partai Tak Profesional Sebabkan Pemerintahan Tak Bersih

Nasional
Hapus UN, Kemendikbud Ingin Ciptakan Suasana Bahagia di Sekolah

Hapus UN, Kemendikbud Ingin Ciptakan Suasana Bahagia di Sekolah

Nasional
Mardiono Jadi Wantimpres Jokowi, PPP Sebut Tak Mewakili Partai

Mardiono Jadi Wantimpres Jokowi, PPP Sebut Tak Mewakili Partai

Nasional
Hapus UN, Kemendikbud Prediksi Ratusan Miliar Dapat Dihemat

Hapus UN, Kemendikbud Prediksi Ratusan Miliar Dapat Dihemat

Nasional
Melaju 50 Km Per Jam, Pajero Oleng Tabrak 2 Motor, Suami Istri di Tegal Tewas

Melaju 50 Km Per Jam, Pajero Oleng Tabrak 2 Motor, Suami Istri di Tegal Tewas

Nasional
Buka Mukernas V PPP, Ketua Panitia Sapa Sekjen Versi Muktamar Jakarta

Buka Mukernas V PPP, Ketua Panitia Sapa Sekjen Versi Muktamar Jakarta

Nasional
UN Dihapus, Politisi PDI-P: Kita Enggak Mau yang Kena Pak Jokowi Juga...

UN Dihapus, Politisi PDI-P: Kita Enggak Mau yang Kena Pak Jokowi Juga...

Nasional
Nadiem Beberkan Konsep Merdeka Belajar, Ini 3 Catatan dari PGRI

Nadiem Beberkan Konsep Merdeka Belajar, Ini 3 Catatan dari PGRI

Nasional
PPP Gelar Mukernas V, Bahas Jadwal Muktamar Partai hingga Pilkada 2020

PPP Gelar Mukernas V, Bahas Jadwal Muktamar Partai hingga Pilkada 2020

Nasional
PGRI Dukung Wacana Nadiem Menghapus UN, tapi....

PGRI Dukung Wacana Nadiem Menghapus UN, tapi....

Nasional
Kementerian BUMN Pastikan Krisis Garuda Indonesia Diselesaikan Secepatnya

Kementerian BUMN Pastikan Krisis Garuda Indonesia Diselesaikan Secepatnya

Nasional
UN Dihapus, Anggota Komisi X: Jangan Ganti Menteri, Ganti Kebijakan

UN Dihapus, Anggota Komisi X: Jangan Ganti Menteri, Ganti Kebijakan

Nasional
Anggota Komisi X DPR Tagih Kajian Kemendikbud soal Penghapusan UN

Anggota Komisi X DPR Tagih Kajian Kemendikbud soal Penghapusan UN

Nasional
Kemendagri: Selain Perbankan, Layanan e-KYC Berbasis Data Kependudukan Akan Diterapkan di 33 Rumah Sakit

Kemendagri: Selain Perbankan, Layanan e-KYC Berbasis Data Kependudukan Akan Diterapkan di 33 Rumah Sakit

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X