Kompas.com - 15/05/2013, 16:03 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Ridwan Hakim, putra Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hilmi Aminuddin, disebut pernah mengikuti pertemuan dengan Ahmad Fathanah dan Komisaris PT Radina Bioadicipta, Elda Devianne Adiningrat, di Kuala Lumpur, Malaysia, pada akhir Januari 2013. Hal ini terungkap melalui kesaksian Elda dalam persidangan kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi dengan terdakwa dua direktur PT Indoguna Utama Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (15/5/2013).

Dalam pertemuan itu, Ridwan menanyakan kesanggupan PT Indoguna Utama yang akan dibantu dalam mengurus penambahan kuota impor daging sapi untuk perusahaan tersebut. Menurut keterangan Elda, Fathanah berperan mengatur pertemuan di Kuala Lumpur itu. Fathanah berencana mempertemukan Direktur Utama PT Indoguna Maria Elizabeth Liman dengan Ridwan untuk membicarakan upaya penambahan kuota impor daging sapi untuk PT Indoguna Utama.

"Saya diminta Fathanah bawa Ibu Elizabeth ke Kuala Lumpur. Ada yang perlu disampaikan. Saya enggak mengerti apa yang disampaikan di sana, sepertinya akan dipertemukan," kata Elda.

Namun, menurut Elda, Elizabeth batal mengikuti pertemuan tersebut karena ada kesalahan pengaturan waktu pertemuan. Akhirnya, pertemuan itu hanya dihadiri tiga orang, yakni Elda, Fathanah, dan Ridwan Hakim.

"Saya bertemu dengan Fathanah dan Ridwan. Ridwan Hakim," ucap Elda.

Elda menuturkan, pertemuan itu berlangsung sekitar pukul 12.00 WIB, atau beberapa jam sebelum dia kembali ke Indonesia. Dalam pertemuan itu, menurut Elda, dia sempat dimarahi Fathanah karena salah mengatur jadwal sehingga Elizabeth tidak jadi bertemu dengan Ridwan. Elda juga mengungkapkan, dalam pertemuan itu, Ridwan langsung menanyakan kesanggupan PT Indoguna Utama.

"Pak Ridwan mengatakan, 'Sebenarnya kalau kita bantu Ibu Elizabeth, itu orang bisa memiliki konduite (kemampuan) baik?" kata Elda menirukan perkataan Ridwan saat itu.

Atas pertanyaan Ridwan tersebut, Elda meyakinkan bahwa Elizabeth memiliki kemampuan yang cukup dan memang tidak asal-asalan. "Ya dia orang yang memiliki konduite baik dan memang mau melaksanakan ini tidak asal-asalan," tuturnya.

Intinya, menurut Elda, dalam pertemuan itu, Ridwan memastikan bahwa Elda bisa menjamin keseriusan Elizabeth. Ridwan juga minta Elda menjamin bahwa penambahan kuota impor daging sapi Indoguna akan berjalan mulus.

"Beliau itu putra Ustaz Hilmi, dia yang...saya juga baru pertama kali bertemu dan kami sangat menghormati untuk bisa bertemu dan mungkin mau memperlihatkan jangan main-main, jangan enggak seriuslah dalam mengurus ini," ungkapnya.

Dalam kasus ini, Arya dan Juard didakwa memberikan hadiah atau janji berupa uang Rp 1,3 miliar kepada anggota DPR sekaligus Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luhtfi Hasan Ishaaq. Pemberian uang itu dilakukan melalui orang dekat Luhtfi, Ahmad Fathanah. Menurut surat dakwaan, uang Rp 1,3 miliar tersebut diberikan agar Luthfi menggunakan kedudukannya di partai untuk memengaruhi pejabat Kementerian Pertanian (Kementan). Dengan demikian, Kementan akan memberikan rekomendasi penambahan kuota impor daging sapi tahun 2013 untuk PT Indoguna Utama dan perusahaan lain yang masih tergabung dalam grup PT Indoguna.

Posisi Luthfi sebagai Presiden PKS dianggap mampu memengaruhi Mentan Suswono yang juga merupakan petinggi PKS. Kasus ini berawal saat Maria Elizabeth meminta bantuan Elda dalam mengurus tambahan kuota impor daging sapi. Elda pun memperkenalkan Elizabeth dengan Fathanah yang dianggapnya bisa mempertemukan Elizabeth dengan Luthfi dan Mentan Suswono.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    PBHI: Kasus Brigadir J Jangan Jadi Ajang Politik Kelompok Internal Polri

    PBHI: Kasus Brigadir J Jangan Jadi Ajang Politik Kelompok Internal Polri

    Nasional
    Setara Institute: Proses Hukum maupun Etik terhadap Polisi yang Diduga Terlibat Kematian Brigadir J mesti Terbuka

    Setara Institute: Proses Hukum maupun Etik terhadap Polisi yang Diduga Terlibat Kematian Brigadir J mesti Terbuka

    Nasional
    Tanggal 18 Agustus Hari Memperingati Apa?

    Tanggal 18 Agustus Hari Memperingati Apa?

    Nasional
    Beda Paminal dan Provos

    Beda Paminal dan Provos

    Nasional
    Kejagung Bidik Aset Surya Darmadi di Luar Negeri

    Kejagung Bidik Aset Surya Darmadi di Luar Negeri

    Nasional
    Prabowo Kembali Puji Jokowi, Kali Ini Soal 'Team Work'

    Prabowo Kembali Puji Jokowi, Kali Ini Soal "Team Work"

    Nasional
    Selain di Jambi, Densus 88 Juga Tangkap 3 Terduga Teroris di Jakarta dan Sumsel

    Selain di Jambi, Densus 88 Juga Tangkap 3 Terduga Teroris di Jakarta dan Sumsel

    Nasional
    JPPR Nilai Antusiasme Publik Bentuk Partai Belum Diimbangi Keseriusan Bangun Jaringan

    JPPR Nilai Antusiasme Publik Bentuk Partai Belum Diimbangi Keseriusan Bangun Jaringan

    Nasional
    UPDATE 16 Agustus: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 72,68 Persen, Ketiga 25,10 Persen

    UPDATE 16 Agustus: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 72,68 Persen, Ketiga 25,10 Persen

    Nasional
    Diretas “Indian Cyber Mafia”, Situs Web Kostrad Kini dalam Perbaikan

    Diretas “Indian Cyber Mafia”, Situs Web Kostrad Kini dalam Perbaikan

    Nasional
    Densus 88 Tangkap 2 Terduga Teroris Jaringan Anshor Daulah di Jambi

    Densus 88 Tangkap 2 Terduga Teroris Jaringan Anshor Daulah di Jambi

    Nasional
    UPDATE 16 Agustus 2022: Bertambah 5.869, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 6.292.231

    UPDATE 16 Agustus 2022: Bertambah 5.869, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 6.292.231

    Nasional
    ICW Kritik Pidato Jokowi Terkait Isu Pemberantasan Korupsi

    ICW Kritik Pidato Jokowi Terkait Isu Pemberantasan Korupsi

    Nasional
    Soal Penanganan Kasus Kematian Brigadir J, Puan: Ini Momentum Polri Perbaiki Kinerja

    Soal Penanganan Kasus Kematian Brigadir J, Puan: Ini Momentum Polri Perbaiki Kinerja

    Nasional
    Komisi III DPR Berkomitmen Segera Selesaikan RUU KUHP

    Komisi III DPR Berkomitmen Segera Selesaikan RUU KUHP

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.