Kompas.com - 14/05/2013, 14:35 WIB
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melaporkan Juru Bicara KPK Johan Budi ke Badan Reserse Kriminal Polri. Johan dinilai menyampaikan pernyataan yang tidak benar terkait upaya penyitaan mobil-mobil milik mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq di DPP PKS beberapa waktu lalu.

Juru Bicara PKS Mardani Ali Siera mengatakan, hal ini merupakan usaha PKS untuk meluruskan persoalan. Menurutnya, baik KPK maupun PKS memiliki versi masing-masing terkait proses penyitaan enam mobil di DPP PKS beberapa waktu lalu. "Laporan ke Mabes Polri itu kan surat cinta PKS untuk KPK. Kenapa? KPK punya versi, kita punya versi. Masak kita hanya angkat versi masing-masing di publik? Ya enggak akan selesai," kata Mardani saat ditemui di DPP PKS di Jakarta, Selasa (14/5/2013).

Selain itu, menurutnya, laporan tersebut sengaja ditempuh agar kasus ini segera selesai. "Justru itu mempersempit permasalahan (sehingga) tidak perlu ada (kesan) politisasi," ungkapnya.

Sebelumnya, PKS melaporkan Johan ke Bareskrim, Senin (13/5/2013). "Kita melaporkan tindakan Juru Bicara (Johan Budi) atas pernyataan peristiwa yang terjadi pada Selasa 7 Mei 2013," ujar kuasa hukum PKS, Faudjan Muslim.

Laporan itu telah dibuat dengan Nomor LP/390/V/2013/Bareskrim. Menurut dia, pernyataan Johan yang mengatakan PKS menghalang-halangi penyidik KPK telah mencemarkan nama baik PKS. "Jelas merugikan PKS sebagai partai yang menjunjung amanat partai," katanya.

Sementara itu, rencana PKS untuk melaporkan 10 penyidik KPK yang mendatangi DPP PKS saat itu belum dilakukan. Menurut dia, PKS akan mengumpulkan barang bukti terlebih dahulu. "Itu kita pending dulu. Masih mengumpulkan bukti untuk menyempurnakan laporannya," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    DPR Terima Surpres Permohonan Pertimbangan Naturalisasi Jordi Amat dan Sandy Walsh

    DPR Terima Surpres Permohonan Pertimbangan Naturalisasi Jordi Amat dan Sandy Walsh

    Nasional
    Pertebal Pertahanan IKN, TNI AL Bakal Bangun Pangkalan Militer di Balikpapan

    Pertebal Pertahanan IKN, TNI AL Bakal Bangun Pangkalan Militer di Balikpapan

    Nasional
    Hanya Butuh 2,5 Bulan, DPR Sahkan 3 Provinsi Baru di Papua

    Hanya Butuh 2,5 Bulan, DPR Sahkan 3 Provinsi Baru di Papua

    Nasional
    Novel Baswedan Jadi Saksi Sidang Gugatan TWK Pegawai KPK di PTUN

    Novel Baswedan Jadi Saksi Sidang Gugatan TWK Pegawai KPK di PTUN

    Nasional
    Indonesia Minta Malaysia Segera Pulangkan Buruh Migran yang Ditahan

    Indonesia Minta Malaysia Segera Pulangkan Buruh Migran yang Ditahan

    Nasional
    Kasus LNG, KPK Periksa Eks Dirut Pertamina dan PLN

    Kasus LNG, KPK Periksa Eks Dirut Pertamina dan PLN

    Nasional
    Wakil Ketua Banggar DPR 'Tumbang' di Rapat Paripurna Usai Serahkan Laporan ke Puan

    Wakil Ketua Banggar DPR "Tumbang" di Rapat Paripurna Usai Serahkan Laporan ke Puan

    Nasional
    Wapres Kunjungan Kerja ke Lombok, Tinjau Peternakan dan Serahkan Bansos

    Wapres Kunjungan Kerja ke Lombok, Tinjau Peternakan dan Serahkan Bansos

    Nasional
    Rapat Paripurna Pengesahan RUU KIA sebagai Inisiatif DPR-DOB Papua Jadi UU Dihadiri 37 Anggota secara Fisik

    Rapat Paripurna Pengesahan RUU KIA sebagai Inisiatif DPR-DOB Papua Jadi UU Dihadiri 37 Anggota secara Fisik

    Nasional
    Kemenlu Sebut 25 Buruh Migran Indonesia Meninggal di Malaysia karena Terlambat Dipulangkan

    Kemenlu Sebut 25 Buruh Migran Indonesia Meninggal di Malaysia karena Terlambat Dipulangkan

    Nasional
    Pemerintah Tetapkan Idul Adha 10 Juli, Simak Panduan Shalat dan Berkurban di Tengah Wabah PMK

    Pemerintah Tetapkan Idul Adha 10 Juli, Simak Panduan Shalat dan Berkurban di Tengah Wabah PMK

    Nasional
    Pengamat: Kunjungan Jokowi ke Ukraina dan Rusia Tegaskan Posisi Indonesia sebagai Nonblok

    Pengamat: Kunjungan Jokowi ke Ukraina dan Rusia Tegaskan Posisi Indonesia sebagai Nonblok

    Nasional
    Presiden Zelensky Ajak Pengusaha Indonesia Terlibat Rekonstruksi Usai Perang di Ukraina

    Presiden Zelensky Ajak Pengusaha Indonesia Terlibat Rekonstruksi Usai Perang di Ukraina

    Nasional
    LIVE GASPOL HARI INI: Berebut Suara Anak Muda Jelang Pemilu 2024

    LIVE GASPOL HARI INI: Berebut Suara Anak Muda Jelang Pemilu 2024

    Nasional
    Polri Mulai Proses KKEP Peninjauan Kembali AKBP Brotoseno

    Polri Mulai Proses KKEP Peninjauan Kembali AKBP Brotoseno

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.