Kompas.com - 14/05/2013, 13:57 WIB
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie kembali menyoroti minimnya tingkat kehadiran para anggota Dewan di Parlemen. Ia pun menyindir para legislator yang jarang masuk namun protes akan ketentuan Badan Kehormatan.

"Orang yang bisa menilai itu hanya orang yang sering masuk. Kalau sudah absen terus protes, ya, masuk dulu lah, ikuti dulu lah rapatnya, baru protes," ujar Marzuki di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/5/2013).

Pernyataan Marzuki ini merespon aksi politisi PDI Perjuangan Guruh Soekarnoputra yang menilai tatib kehadiran anggota DPR sudah kuno. Guruh berpendapat seorang anggota Dewan tak perlu hadir dalam setiap rapat. "Saya tidak mengerti perilaku orang yang seperti itu dan masih nyaleg lagi. Obsesinya dia itu apa? Saya ingin tanyakan sebagai anggota Dewan, kewajibannya bagaimana?" tutur Marzuki.

Sebelumnya, Guruh menilai aturan tata tatib DPR yang mewajibkan para wakil rakyat untuk hadir dalam rapat-rapat yang ada sudah kuno. Menurutnya, aturan itu harus diubah karena dianggap tidak efisien.

"Berpulang pada tata tertib, menurut saya harus diubah menyangkut kehadiran, tata cara rapat, dan sebagainya. Buat saya, apa yang dilakukan lembaga ini banyak hal yang kuno," ujar Guruh.

Ia menilai di era perkembangan informasi dan teknologi ini, anggota Dewan tidak perlu hadir di setiap rapat yang ada. Aturan yang mengharuskan anggota Dewan untuk hadir dalam setiap rapat, Guruh menilainya tidak efektif.

"Rapat itu apa sih? Setiap anggota kan punya misi dari fraksi masing-masing. Jadi misalnya rapat itu sudah bisa diwakilkan anggota yang lain jadi tidak perlu hadir karena bisa bekerja untuk yang lain hal," kata Guruh.

Semua aturan itu, diakui Guruh, harus dirubah total. "Ini semuanya mulai dari legislatif, eksekutif, yudikatif bobrok semua. Harus revolusi!" tukas adik Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.