Tes DNA Belum Dilakukan

Kompas.com - 14/05/2013, 02:36 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Tim Disaster Victim Identification Polri belum memperoleh data pembanding dari keluarga tujuh tersangka kasus terorisme yang ditembak mati. Data pembanding sangat penting dalam pemeriksaan DNA untuk memastikan identitas tersangka yang sebenarnya.

Hal itu disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar, Senin (13/5), di Jakarta. ”Belum satu pun anggota keluarga tersangka yang memberikan informasi untuk pemeriksaan DNA,” kata Boy. Dari tersangka yang ditangkap pekan lalu, 10 orang ditahan. Tiga sisanya diperiksa. Polisi punya waktu 7 x 24 jam untuk menahan.

Boy menjelaskan, tim Disaster Victim Identification Polri telah mengidentifikasi secara fisik tujuh tersangka kasus terorisme yang tewas ditembak polisi antiteror. Namun, polisi belum melakukan pemeriksaan lanjutan, yaitu pemeriksaan DNA, karena belum ada data pembanding keluarga.

Untuk pemeriksaan DNA, ujar Boy, Polri berharap keluarga tersangka dapat memberikan data pembanding, seperti foto, kartu tanda pengenal, atau data lainnya. Dengan demikian, pemeriksaan DNA cepat dilakukan dan jenazah dapat dikembalikan kepada pihak keluarga.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Ansyaad Mbai mengatakan, Abu Roban alias Untung Nangka di jaringan ini diduga merencanakan aksi perampokan bank (fa’i) di beberapa tempat. Dana dari aksi-aksi perampokan digunakan untuk mendukung aksi dan kegiatan kelompok terorisme di Poso, yaitu Mujahidin Indonesia Timur yang dipimpin Santoso.

Kemarin, polisi antiteror menggerebek kamar kos di Kelurahan Campaka, Kecamatan Andir, Kota Bandung. Di Surabaya, Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Nanan Soekarna mengemukakan, polisi akan melanjutkan operasi senyap.(FER/ELD/DEN/JON)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X