Kompas.com - 13/05/2013, 17:39 WIB
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Rumah milik mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq, yang terletak di Jalan Haji Samali No 27, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, hingga saat ini belum ada papan tanda disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Padahal, rumah tersebut telah disita oleh KPK sejak dua minggu yang lalu bersamaan dengan rumah LHI lainnya yang terletak di Jalan Batu Ampar, Condet, Jakarta Timur.

Dari pantauan Kompas.com di lokasi, rumah berpagar besi warna coklat tersebut nampak sepi. Tidak ada penjagaan di depan rumah tersebut.

Kondisi sepi seperti itu, menurut penuturan warga sekitar lokasi, terjadi sejak nama LHI tersandung dalam kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang dalam pengadaan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian mencuat.

"Sebelumnya suka ada pembantunya atau mobil yang keluar masuk dari rumah itu. Kalau sekarang sudah tidak ada," kata Amirah, wanita yang berjualan es kelapa muda di samping rumah LHI, Senin (13/5/2013).

Amirah menjelaskan, rumah milik LHI ini cukup besar jika dibandingkan dengan rumah-rumah di sekitarnya. Rumah yang berlokasi di ujung jalan (hook) tersebut berlantai dua. Pintu utama terletak di sepanjang Jalan Haji Samali, sedangkan pintu kedua terletak di Gang Ayub, Jalan Haji Samali, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

"Kalau yang di sini (pintu utama), biasanya hanya keluarga yang keluar masuk sini. Tapi, kalau yang dipintu di Gang Ayub itu untuk tamu-tamu penting," katanya. Sayangnya, dirinya mengaku tidak mengetahui tamu-tamu penting yang dimaksud.

Sebelumnya, KPK berencana akan menyita tiga mobil yang diduga milik LHI, yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dan pencucian uang kepengurusan tambahan kuota impor daging sapi. Mobil-mobil itu adalah VW Caravelle bernomor polisi B 948 RFS, Mazda CX9 B 2 MDF, dan Fortuner B 544 RFS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Luhut: Sopir Logistik yang Sudah Divaksinasi Lengkap Cukup Tes Antigen untuk Perjalanan Domestik

    Luhut: Sopir Logistik yang Sudah Divaksinasi Lengkap Cukup Tes Antigen untuk Perjalanan Domestik

    Nasional
    Luhut: Saat ini Kasus Aktif Covid-19 Nasional Tersisa Sekitar 18.000

    Luhut: Saat ini Kasus Aktif Covid-19 Nasional Tersisa Sekitar 18.000

    Nasional
    UPDATE 18 Oktober: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Jadi 17.374 Kasus

    UPDATE 18 Oktober: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Jadi 17.374 Kasus

    Nasional
    UPDATE 18 Oktober: Pasien Sembuh Covid-19 Capai 4.075.011

    UPDATE 18 Oktober: Pasien Sembuh Covid-19 Capai 4.075.011

    Nasional
    PPKM Diperpanjang, Tempat Wisata Air di Daerah Level 2 dan 1 Boleh Buka

    PPKM Diperpanjang, Tempat Wisata Air di Daerah Level 2 dan 1 Boleh Buka

    Nasional
    UPDATE 18 Oktober: Total Pasien Covid-19 Meninggal Capai 142.999, Tambah 47 Orang

    UPDATE 18 Oktober: Total Pasien Covid-19 Meninggal Capai 142.999, Tambah 47 Orang

    Nasional
    Mengaku Ikut KLB, Kader Demokrat Balik Badan karena Janji Rp 100 Juta Tak Terealisasi

    Mengaku Ikut KLB, Kader Demokrat Balik Badan karena Janji Rp 100 Juta Tak Terealisasi

    Nasional
    UPDATE 18 Oktober: Ada 457.320 Suspek Terkait Covid-19

    UPDATE 18 Oktober: Ada 457.320 Suspek Terkait Covid-19

    Nasional
    Komnas Perempuan: Kondisi Mental Seseorang Tidak Boleh Jadi Dasar Penghentian Penyelidikan

    Komnas Perempuan: Kondisi Mental Seseorang Tidak Boleh Jadi Dasar Penghentian Penyelidikan

    Nasional
    UPDATE: Bertambah 626, Total Kasus Covid-19 di Indonesia 4.235.384

    UPDATE: Bertambah 626, Total Kasus Covid-19 di Indonesia 4.235.384

    Nasional
    PPKM Diperpanjang: Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Tempat Wisata di Daerah Level 2

    PPKM Diperpanjang: Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Tempat Wisata di Daerah Level 2

    Nasional
    UPDATE 18 Oktober: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama Tembus 51,85 Persen

    UPDATE 18 Oktober: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama Tembus 51,85 Persen

    Nasional
    Luhut: Tempat Permainan Anak di Daerah PPKM Level 2 Boleh Dibuka

    Luhut: Tempat Permainan Anak di Daerah PPKM Level 2 Boleh Dibuka

    Nasional
    PPKM Diperpanjang, Luhut Sebut 54 Daerah Berstatus Level 2 dan 9 Daerah Level 1

    PPKM Diperpanjang, Luhut Sebut 54 Daerah Berstatus Level 2 dan 9 Daerah Level 1

    Nasional
    Menpan RB Prihatin Banyak PNS Terjaring OTT KPK dan Saber Pungli, Ingatkan soal Area Rawan Korupsi

    Menpan RB Prihatin Banyak PNS Terjaring OTT KPK dan Saber Pungli, Ingatkan soal Area Rawan Korupsi

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.