Kompas.com - 13/05/2013, 14:38 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com – Tim forensik Mabes Polri telah menyelesaikan identifikasi tujuh jenazah terduga teroris yang tewas dalam baku tembak dengan Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri. Kepolisian meminta keluarga korban mendatangi Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur, untuk mencocokkan data dengan jenazah terduga teroris.

“Permasalahannya, sampai hari ini untuk memastikan jati diri di mana diperlukan data pembanding dari pihak keluarga belum ada satu pun yang diterima penyidik,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (13/5/2013).

Boy mengatakan, keluarga nantinya akan menjalani tes DNA dan dapat menyerahkan bukti terkait terduga teroris tersebut atau mencocokkan data antemortem dan postmortem. Kesulitan lainnya yakni penyidik belum mengetahui nama asli jenazah terduga teroris itu.

“Itu lah pentingnya pihak keluarga, nantinya memberikan data-data lengkap terkait jati diri yang bersangkutan, apakah dalam pemeriksan terkait maslah DNA atau pun pendukung seperti kelengkapan foto-foto, data sidik  jari, ijazah yang dimiliki pihak keluarga,” terang Boy.

Sebelumnya, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri meringkus 24 terduga teroris di sejumlah lokasi sejak Selasa (7/5/2013) hingga Jumat (10/5/2013). Sebanyak tujuh diantaranya tewas ditembak.

Pertama, Densus 88 meringkus lima terduga teroris di kawasan Jakarta dan Tangerang Selatan. Mereka adalah Faisal alias Boim, Endang, Agung, Agus widharto, dan Iman.

Kemudian, di Bandung, Jawa Barat, Densus 88 meringkus lima terduga teroris. Mereka adalah William Maksum alias Acum alias Dadan, Haris Fauzi alias Jablud, Budi alias Angga (meninggal dunia), Junet alias Encek (meninggal dunia), dan Sarame (meninggal dunia).

Di Batang, Kendal, Jawa Tengah, tiga terduga teroris ditangkap yakni Abu Roban alias Untung alias Bambang Nangka (meninggal dunia) dan Puryanto, dan Iwan.

Di Kebumen, ditangkap Farel, Wagiono, Slamet, Budi, Bastari (meninggal dunia), Toni (meninggal dunia), dan Bayu alias Ucup (meninggal dunia). Terakhir, penangkapan di Lampung terhadap Solihin alias Abdul Latif alias Dino alias Wawan, Muhammad Ali alias Andika alias Dika alias Dwi Putra, Mahardika, dan Dedy Rofaizal alias Faisal alias Jaka.

Keterlibatan mereka yakni ikut mengumpulkan dana untuk aksi teror. Mereka telah beraksi merampok Bank BRI Batang, BRI Grobokan, BRI lampung, BRI Bandung, toko emas di Tambora, Jakarta Barat, kantor pos dan giro Bandung, serta percobaan pembakaran Pasar Glodok, Jakarta Pusat. Total hasil rampokan mereka di Bank BRI Batang, Grobokan, dan Lampung mencapai Rp 1,8 miliar.

Uang itu diduga telah digunakan untuk membeli bahan peledak, operasional dalam merencanakan aksi teror, dan melakukan pelatihan teror. Selain itu juga diduga telah digunakan untuk mendanai aksi teror di Poso. Kelompok pimpinan Abu Roban ini juga diketahui terkait DPO teroris Santoso dan Autat Rawa, serta Abu Omar, pemasok senjata api dari Filipina.

 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    MKD Gelar Rapat Pleno Terkait Kasus Azis Syamsuddin Siang Ini

    MKD Gelar Rapat Pleno Terkait Kasus Azis Syamsuddin Siang Ini

    Nasional
    Risma Usul Terorisme Masuk RUU Penanggulangan Bencana, Ini Alasannya

    Risma Usul Terorisme Masuk RUU Penanggulangan Bencana, Ini Alasannya

    Nasional
    MAKI: Pak Firli Mundur Saja, Sudah Setahun Kontroversi Terus

    MAKI: Pak Firli Mundur Saja, Sudah Setahun Kontroversi Terus

    Nasional
    Jokowi Beri Arahan Terkait Tindak Lanjut 75 Pegawai KPK, Ini Respons Menpan RB

    Jokowi Beri Arahan Terkait Tindak Lanjut 75 Pegawai KPK, Ini Respons Menpan RB

    Nasional
    IAKMI: Vaksinasi Gotong Royong Harus Perhatikan Prinsip Keadilan

    IAKMI: Vaksinasi Gotong Royong Harus Perhatikan Prinsip Keadilan

    Nasional
    4 Keluarga Korban Serangan MIT di Poso Terima Santunan dari Pemerintah

    4 Keluarga Korban Serangan MIT di Poso Terima Santunan dari Pemerintah

    Nasional
    Indonesia Akan Beri Bantuan 500.000 Dollar AS kepada Palestina

    Indonesia Akan Beri Bantuan 500.000 Dollar AS kepada Palestina

    Nasional
    Konflik Israel dan Palestina Tak Terkait Agama, Pemerintah Diminta Edukasi Masyarakat

    Konflik Israel dan Palestina Tak Terkait Agama, Pemerintah Diminta Edukasi Masyarakat

    Nasional
    Jokowi Ingin Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terintegrasi dengan LRT dan MRT

    Jokowi Ingin Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terintegrasi dengan LRT dan MRT

    Nasional
    Berhasil Kumpulkan Dana hingga Rp 100 Miliar, Dompet Dhuafa Apresiasi Para Donatur

    Berhasil Kumpulkan Dana hingga Rp 100 Miliar, Dompet Dhuafa Apresiasi Para Donatur

    Nasional
    Jokowi Ingin Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tingkatkan Efisiensi Layanan Transportasi

    Jokowi Ingin Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tingkatkan Efisiensi Layanan Transportasi

    Nasional
    Jokowi Targetkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Diuji Coba Akhir 2022

    Jokowi Targetkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Diuji Coba Akhir 2022

    Nasional
    Vaksinasi Gotong Royong Dimulai, Pemerintah Berharap Investor Lebih Percaya Diri

    Vaksinasi Gotong Royong Dimulai, Pemerintah Berharap Investor Lebih Percaya Diri

    Nasional
    Kemenlu Segera Mulai Vaksinasi WNI Kelompok Rentan di Penampungan Luar Negeri

    Kemenlu Segera Mulai Vaksinasi WNI Kelompok Rentan di Penampungan Luar Negeri

    Nasional
    Didampingi Dubes China dan Luhut, Jokowi Tinjau Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

    Didampingi Dubes China dan Luhut, Jokowi Tinjau Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X