Kompas.com - 13/05/2013, 14:20 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD ikut berkomentar tentang langkah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang akan melaporkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Mabes Polri. Hal ini terkait perseteruan PKS dan KPK yang akan menyita mobil-mobil milik mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, yang berada di Kantor DPP PKS, Jakarta Selatan.

Menurut Mahfud, tindakan PKS merupakan hak dan sah dilakukan bila merasa diperlakukan tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku.

"Orang merasa diperlakukan tidak prosedural, lapor ke polisi ya harus dihargai," kata Mahfud, di Kuningan, Jakarta, Senin (13/5/2013).

Meski demikian, Mahfud berpendapat, KPK tak mungkin gegabah saat menindak atau menangani suatu kasus yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi. Sebagai lembaga pemberantasan korupsi, Mahfud meyakini KPK memiliki sumber daya hukum yang kompeten sehingga menghasilkan analisa yang matang saat melakukan sesuatu.

"Silakan saja dilaporkan (KPK ke Mabes Polri), tapi saya sendiri berpendapat KPK enggak bakal gegabah. Yang penting pemberantasan korupsi jangan dikendorkan," ujarnya.

Seperti diketahui, PKS akan melaporkan KPK ke Mabes Polri atas tuduhan melakukan perbuatan tidak menyenangkan, mencemarkan nama baik, dan melakukan kebohongan terhadap publik. Wakil Sekretaris Jenderal PKS Fahri Hamzah mengatakan, pihaknya tidak melaporkan KPK secara institusi, tetapi sebatas oknum di internal KPK.

Adapun, oknum KPK yang akan dilaporkan ke kepolisian adalah 10 penyidik yang mendatangi kantor DPP PKS dan Juru Bicara KPK Johan Budi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini tidak ada hubungannya dengan institusi, ini hubungannya dengan 10 orang yang datang ke PKS dan Johan Budi yang membuat pernyataan yang fatal," kata Fahri.

Ikuti berita terkait dalam topik:
Skandal Suap Impor Daging Sapi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kasus Suap di Kolaka Timur, KPK Panggil Deputi Logistik dan Peralatan BNPB sebagai Saksi

    Kasus Suap di Kolaka Timur, KPK Panggil Deputi Logistik dan Peralatan BNPB sebagai Saksi

    Nasional
    Anggota Komisi III Minta Kapolsek yang Diduga Lecehkan Anak Tersangka Diproses Pidana

    Anggota Komisi III Minta Kapolsek yang Diduga Lecehkan Anak Tersangka Diproses Pidana

    Nasional
    Targetkan Vaksinasi Lansia di Jawa-Bali 70 Persen, Luhut Berharap Mampu Tekan Angka Kematian

    Targetkan Vaksinasi Lansia di Jawa-Bali 70 Persen, Luhut Berharap Mampu Tekan Angka Kematian

    Nasional
    OTT di Kuansing, KPK Amankan 8 Orang Termasuk Bupati Andi Putra

    OTT di Kuansing, KPK Amankan 8 Orang Termasuk Bupati Andi Putra

    Nasional
    Aturan Lengkap PPKM Level 3 Luar Jawa-Bali hingga 8 November 2021

    Aturan Lengkap PPKM Level 3 Luar Jawa-Bali hingga 8 November 2021

    Nasional
    Menkes Perkirakan Cakupan Vaksinasi Covid-19 Akhir Tahun Capai 300 Juta Suntikan

    Menkes Perkirakan Cakupan Vaksinasi Covid-19 Akhir Tahun Capai 300 Juta Suntikan

    Nasional
    Bupati Kuansing Andi Putra Terjaring OTT, KPK: Terkait Dugaan Suap Perizinan Perkebunan

    Bupati Kuansing Andi Putra Terjaring OTT, KPK: Terkait Dugaan Suap Perizinan Perkebunan

    Nasional
    Tokoh Agama Berperan Penting dalam Pemberdayaan Perempuan-Perlindungan Anak

    Tokoh Agama Berperan Penting dalam Pemberdayaan Perempuan-Perlindungan Anak

    Nasional
    Kapolsek Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Disanksi Mutasi, Imparsial: Sangat Tidak Cukup

    Kapolsek Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Disanksi Mutasi, Imparsial: Sangat Tidak Cukup

    Nasional
    OTT di Riau, KPK Tangkap Bupati Kuansing Andi Putra

    OTT di Riau, KPK Tangkap Bupati Kuansing Andi Putra

    Nasional
    UNJ Akan Ubah Aturan Pemberian Gelar Doktor Kehormatan, Aliansi Dosen: Ada Kepentingan Non-akademik

    UNJ Akan Ubah Aturan Pemberian Gelar Doktor Kehormatan, Aliansi Dosen: Ada Kepentingan Non-akademik

    Nasional
    Menko PMK Tekankan Pentingnya Kecepatan dan Keakuratan Data Program JKN

    Menko PMK Tekankan Pentingnya Kecepatan dan Keakuratan Data Program JKN

    Nasional
    Kasus Gratifikasi Puput Tantiana, KPK Periksa 9 Pejabat Probolinggo sebagai Saksi

    Kasus Gratifikasi Puput Tantiana, KPK Periksa 9 Pejabat Probolinggo sebagai Saksi

    Nasional
    Dukung Jokowi Tutup BUMN Tak Berkembang, Puan: Percuma Bertahan, Hanya Jadi Beban Negara

    Dukung Jokowi Tutup BUMN Tak Berkembang, Puan: Percuma Bertahan, Hanya Jadi Beban Negara

    Nasional
    PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang, Begini Aturan Kegiatan Olahraga di Daerah Level 3-2

    PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang, Begini Aturan Kegiatan Olahraga di Daerah Level 3-2

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.