Kompas.com - 13/05/2013, 14:03 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim Disaster Victims Identification (DVI) Kepolisian Negara RI telah mengidentifikasi secara fisik tujuh tersangka kasus terorisme yang tewas ditembak polisi antiteror. Polisi akan memeriksa DNA untuk memastikan identitas para tersangka.

Hal itu disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar di Jakarta, Senin (13/5/2013). "Pemeriksaan fisik tujuh jenazah tersangka kasus terorisme sudah selesai," kata Boy.

Ketujuh tersangka yang ditembak mati dan sudah diidentifikasi secara fisik adalah Budi alias Angga alias Arab; Sarame; dan Ence alias Said yang ditembak di Bandung, Jawa Barat, Toni; Basari alias Pakde alias Sule; dan Ucup alias Bayu yang ditembak di Kebumen, Jawa Tengah; serta Abu Roban alias Untung Nangka alias Bambang yang ditembak di Batang, Kendal, Jawa Tengah.

Boy menjelaskan, nama-nama yang dikenal itu belum tentu nama yang sebenarnya. Oleh karena itu, polisi perlu memeriksa DNA dan mencocokkan dengan data pembanding dari pihak keluarga. 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Wamenkumham Ungkap Alasan Urgensi RKUHP, Berorientasi Hukum Pidana Modern hingga Atasi Overkapasitas Lapas

    Wamenkumham Ungkap Alasan Urgensi RKUHP, Berorientasi Hukum Pidana Modern hingga Atasi Overkapasitas Lapas

    Nasional
    DFW Terima Aduan 3 ABK Indonesia Telantar 6 Bulan di Somalia

    DFW Terima Aduan 3 ABK Indonesia Telantar 6 Bulan di Somalia

    Nasional
    Pemerintah Diminta Repatriasi 3 ABK Indonesia yang Telantar 6 Bulan di Somalia

    Pemerintah Diminta Repatriasi 3 ABK Indonesia yang Telantar 6 Bulan di Somalia

    Nasional
    Kemen PPPA Ungkap Kesulitan Dapatkan Data Kekerasan Perempuan dan Anak

    Kemen PPPA Ungkap Kesulitan Dapatkan Data Kekerasan Perempuan dan Anak

    Nasional
    Polri Tetapkan Dua Bekas Pimpinan Bank Jateng Cabang Jakarta dan Blora Jadi Tersangka

    Polri Tetapkan Dua Bekas Pimpinan Bank Jateng Cabang Jakarta dan Blora Jadi Tersangka

    Nasional
    BPK Ungkap 6 Temuan Masalah Terkait Pelaksanaan Penanganan Pandemi dan Pemulihan Ekonomi Nasional

    BPK Ungkap 6 Temuan Masalah Terkait Pelaksanaan Penanganan Pandemi dan Pemulihan Ekonomi Nasional

    Nasional
    Kemenkes Yakin Pengetatan PPKM Mikro Efektif Atasi Lonjakan Kasus Covid-19

    Kemenkes Yakin Pengetatan PPKM Mikro Efektif Atasi Lonjakan Kasus Covid-19

    Nasional
    Ngabalin: Presiden Apresiasi Usulan Lockdown, tetapi PPKM Mikro Paling Tepat

    Ngabalin: Presiden Apresiasi Usulan Lockdown, tetapi PPKM Mikro Paling Tepat

    Nasional
    DPR Terima Surat Presiden Terkait RUU KUP

    DPR Terima Surat Presiden Terkait RUU KUP

    Nasional
    Kemenkes Jelaskan Alasan Hasil Swab Antigen Dicantumkan di Laporan Harian Covid-19

    Kemenkes Jelaskan Alasan Hasil Swab Antigen Dicantumkan di Laporan Harian Covid-19

    Nasional
    Menko PMK Sebut Kebiasaan Protokol Kesehatan Butuh Waktu agar Bisa Dipatuhi

    Menko PMK Sebut Kebiasaan Protokol Kesehatan Butuh Waktu agar Bisa Dipatuhi

    Nasional
    Awalnya 1 Juta Kasus Covid-19 Indonesia Butuh Waktu 331 Hari, Kini 147 Hari

    Awalnya 1 Juta Kasus Covid-19 Indonesia Butuh Waktu 331 Hari, Kini 147 Hari

    Nasional
    Politisi PAN Sebut Wacana Presiden Tiga Periode Khianati Cita-cita Reformasi, Harus Diakhiri

    Politisi PAN Sebut Wacana Presiden Tiga Periode Khianati Cita-cita Reformasi, Harus Diakhiri

    Nasional
    DPR Perpanjang Pembahasan RUU PDP dan RUU Penanggulangan Bencana

    DPR Perpanjang Pembahasan RUU PDP dan RUU Penanggulangan Bencana

    Nasional
    KPK Dalami Dugaan Beberapa Pertemuan Wali Kota Nonaktif Tanjungbalai dengan Stepanus Robin

    KPK Dalami Dugaan Beberapa Pertemuan Wali Kota Nonaktif Tanjungbalai dengan Stepanus Robin

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X