Kompas.com - 13/05/2013, 10:38 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Rama Pratama memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (13/5/2013) untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang dengan tersangka Ahmad Fathanah. Saat memasuki Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rama mengaku kenal dengan Fathanah. Mantan anggota DPR itu mengaku dikenalkan dengan Fathanah oleh mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq.

"Saya kenal melalui Ustad Luthfi, nanti saya jelaskan," kata Rama yang mengenakan batik bernuansa merah ini.

Sebelumnya, KPK batal memeriksa Rama karena surat panggilan pemeriksaan yang dikirimkan KPK tidak sampai kepada yang bersangkutan. Rama tidak lagi menempati tempat tinggal yang alamatnya dituju KPK.

"Alamat saya tidak palsu," tegas Rama.

KPK memeriksa Rama karena mantan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia itu dianggap tahu seputar kasus dugaan pencucian uang yang menjerat Fathanah. KPK menjerat Fathanah dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) setelah sebelumnya menetapkan orang dekat mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq itu sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi.

KPK juga menetapkan Luthfi sebagai tersangka dalam kasus yang sama. Untuk kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi, Fathanah diduga bersama-sama Luthfi menerima pemberian hadiah atau janji dari PT Indoguna Utama karena telah sepakat membantu perusahaan itu menambah kuota impor daging sapi.

Diduga, ada commitment fee Rp 40 miliar yang dijanjikan PT Indoguna Utama kepada Luthfi. Kemudian untuk kasus TPPU, Fathanah diduga menyembunyikan uang hasil tindak pidana korupsi dengan sejumlah cara, misalnya mentransfer ke orang lain, atau membeli aset yang diatasnamakan orang lain. Terkait penyidikan TPPU Fathanah, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan Presiden PKS Anis Matta hari ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ikuti berita terkait dalam topik:
Skandal Suap Impor Daging Sapi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    KPK Benarkan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin Ditangkap Saat OTT

    KPK Benarkan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin Ditangkap Saat OTT

    Nasional
    OTT KPK di Musi Banyuasin Terkait Proyek Infrastruktur

    OTT KPK di Musi Banyuasin Terkait Proyek Infrastruktur

    Nasional
    OTT di Sumatera Selatan, KPK Tangkap Beberapa Pihak

    OTT di Sumatera Selatan, KPK Tangkap Beberapa Pihak

    Nasional
    Wahai Banteng dan Celeng, Bersatulah!

    Wahai Banteng dan Celeng, Bersatulah!

    Nasional
    [POPULER NASIONAL] Daftar Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Berbahaya | Jokowi dan Iriana Nikmati Senja di Labuan Bajo

    [POPULER NASIONAL] Daftar Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Berbahaya | Jokowi dan Iriana Nikmati Senja di Labuan Bajo

    Nasional
    Daftar Obat Tradisional yang Mengandung Bahan Kimia Berdasarkan Temuan BPOM

    Daftar Obat Tradisional yang Mengandung Bahan Kimia Berdasarkan Temuan BPOM

    Nasional
    Menilik Wacana Pendirian Partai Politik oleh Sejumlah Eks Pegawai KPK

    Menilik Wacana Pendirian Partai Politik oleh Sejumlah Eks Pegawai KPK

    Nasional
    WNA yang Jadi Buron Kasus Pinjol Ilegal adalah Pemodal

    WNA yang Jadi Buron Kasus Pinjol Ilegal adalah Pemodal

    Nasional
    Tagar #PercumaLaporPolisi Dinilai sebagai Cermin bagi Polisi untuk Bebenah

    Tagar #PercumaLaporPolisi Dinilai sebagai Cermin bagi Polisi untuk Bebenah

    Nasional
    107 Pinjol Terdaftar Resmi di OJK, Begini Cara Ceknya...

    107 Pinjol Terdaftar Resmi di OJK, Begini Cara Ceknya...

    Nasional
    Sebaran 19.318 Kasus Aktif Covid-19, Jawa Tengah Terbanyak

    Sebaran 19.318 Kasus Aktif Covid-19, Jawa Tengah Terbanyak

    Nasional
    Polri: Karyawan Sindikat Pinjol Ilegal Digaji Rp 15 Juta-Rp 20 Juta Tiap Bulan

    Polri: Karyawan Sindikat Pinjol Ilegal Digaji Rp 15 Juta-Rp 20 Juta Tiap Bulan

    Nasional
    Sejak 2018, Kominfo Tutup 4.874 Akun Pinjol Ilegal

    Sejak 2018, Kominfo Tutup 4.874 Akun Pinjol Ilegal

    Nasional
    Timsel Minta Warga yang Merasa Memenuhi Syarat Jadi Bakal Calon Anggota KPU-Bawaslu untuk Mendaftar

    Timsel Minta Warga yang Merasa Memenuhi Syarat Jadi Bakal Calon Anggota KPU-Bawaslu untuk Mendaftar

    Nasional
    Adik Eks Bupati Lampung Utara Diduga Terima Rp 2,3 Miliar untuk Kepentingan Pribadi

    Adik Eks Bupati Lampung Utara Diduga Terima Rp 2,3 Miliar untuk Kepentingan Pribadi

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.