Kompas.com - 11/05/2013, 18:41 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemberantasan jaringan teroris masih menitikberatkan pada proses penegakkan hukum. Padahal, pemberantasan teroris harus dilihat dari akar persoalannya. Penembakan seorang teroris tidak akan menjamin habisnya jaringan kelompok teror. Ibarat peribahasa, mati satu tumbuh seribu.

"Densus banyak melakukan pemberantasan yang bentuknya penembakan dar-der-dor sementara terorisme ini terus bermunculan. Ditembak satu, muncul seribu," ujar Wakil Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat Hajriyanto Y Thohari di Jakarta, Sabtu (11/5/2013).

Politisi Partai Golkar ini menilai, perlu dilakukan upaya deradikalisasi yang tidak hanya sebatas pada pemahaman radikal. Pendekatan deradikalisasi, sebut Hajriyanto, selama ini salah sasaran.

"Karena program deradikalisasi berasumsi yang jadi sumber terorisme itu teologi radikal, jadinya salah sasaran. Padahal, faktor munculnya terorisme itu sangat kompleks. Tidak hanya karena satu faktor," ucap Hajriyanto.

Ia menjabarkan, munculnya terorisme karena banyak faktor mulai dari kemiskinan, pengangguran, kekecewaan sosial, ketidakpuasan, hingga frustasi akan masa depan. Faktor-faktor itu, lanjutnya, kemudian ditambahkan dengan pemahaman agama yang ekstrem sehingga terciptalah terorisme.

"Jadi program deradikalisasi itu tidak bisa berdiri sendiri, harus sama-sama dengan penanganan pengangguran," imbuh Hajriyanto.

Diberitakan sebelumnya, Densus 88 melakukan penangkapan di sejumlah lokasi sejak Selasa (7/5/2013). Lokasi tersebut antara lain Jakarta, Tangerang Selatan, Bandung, Kendal, dan Kebumen. Total terduga teroris yang diringkus sebanyak 20 orang, dan 7 orang di antaranya tewas. Penangkapan kemudian berlanjut di Lampung sebanyak empat terduga teroris.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari serangkaian penangkapan itu, Densus 88 juga menyita sejumlah senjata api, bom rakitan, hingga uang tunai. Pimpinan kelompok teror ini adalah Abu Roban alias Untung alias Bambang Nangka. Abu Roban juga disebut terlibat perampokan di BRI Batang, Jawa Tengah.

Hasil perampokan diduga untuk mendanai aksi teror. Abu Roban diketahui terkait DPO teroris Poso yang saat ini paling dicari Densus 88, yakni Santoso. Abu Roban tewas ditembak dalam penangkapan di Batang, Jawa Tengah, Rabu (8/5/2013).

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kementerian KP dan Menteri Trenggono Boyong Dua Penghargaan pada Anugerah Humas Indonesia 2021

    Kementerian KP dan Menteri Trenggono Boyong Dua Penghargaan pada Anugerah Humas Indonesia 2021

    Nasional
    Menlu Retno Resmikan Gedung KJRI Los Angeles

    Menlu Retno Resmikan Gedung KJRI Los Angeles

    Nasional
    PDI-P Tidak Ingin Masa Jabatan Presiden Tiga Periode

    PDI-P Tidak Ingin Masa Jabatan Presiden Tiga Periode

    Nasional
    RI Jalin Kerja Sama dengan Google Health soal Edukasi Pencegahan Komorbid

    RI Jalin Kerja Sama dengan Google Health soal Edukasi Pencegahan Komorbid

    Nasional
    Sekjen PAN Ajak Anggota DPR Sumbangkan Gaji Untuk Korban Pandemi Covid-19

    Sekjen PAN Ajak Anggota DPR Sumbangkan Gaji Untuk Korban Pandemi Covid-19

    Nasional
    Entaskan Masalah Sosial di Indonesia, Mensos Luncurkan Program Pejuang Muda

    Entaskan Masalah Sosial di Indonesia, Mensos Luncurkan Program Pejuang Muda

    Nasional
    Kunjungi AS, Menlu Retno Perkuat Kerja Sama Pengembangan Vaksin Covid-19 Protein Rekombinan

    Kunjungi AS, Menlu Retno Perkuat Kerja Sama Pengembangan Vaksin Covid-19 Protein Rekombinan

    Nasional
    Desakan agar Jokowi Beri Sikap Terhadap Polemik Pemberhentian 56 Pegawai KPK

    Desakan agar Jokowi Beri Sikap Terhadap Polemik Pemberhentian 56 Pegawai KPK

    Nasional
    4,1 Juta Kasus Covid-19 di Indonesia, Penurunan Kasus Harus Diwaspadai

    4,1 Juta Kasus Covid-19 di Indonesia, Penurunan Kasus Harus Diwaspadai

    Nasional
    Kekecewaan dan Kritik Setelah RUU Perampasan Aset Tindak Pidana Tak Masuk Prolegnas Prioritas

    Kekecewaan dan Kritik Setelah RUU Perampasan Aset Tindak Pidana Tak Masuk Prolegnas Prioritas

    Nasional
    [POPULER NASIONAL] Negara Rugi Rp 430 Miliar akibat Kasus Alex Noerdin | Keluhan Pengguna PeduliLindungi

    [POPULER NASIONAL] Negara Rugi Rp 430 Miliar akibat Kasus Alex Noerdin | Keluhan Pengguna PeduliLindungi

    Nasional
    Puan Minta Pemda Tarik Pelayan Kesehatan dari Daerah Rawan Konflik

    Puan Minta Pemda Tarik Pelayan Kesehatan dari Daerah Rawan Konflik

    Nasional
    Panglima TNI : Pengetatan PPKM Level 4 Berhasil Turunkan Kasus Covid-19 Di Jambi

    Panglima TNI : Pengetatan PPKM Level 4 Berhasil Turunkan Kasus Covid-19 Di Jambi

    Nasional
    Hari PMI ke-76, Ketua DPR Ajak Berkabung untuk Pejuang Kemanusiaan Gabriela Meilan

    Hari PMI ke-76, Ketua DPR Ajak Berkabung untuk Pejuang Kemanusiaan Gabriela Meilan

    Nasional
    Berkas Perkara Dugaan Korupsi Pekerjaan Fiktif di PT Jasindo Dinyatakan Lengkap

    Berkas Perkara Dugaan Korupsi Pekerjaan Fiktif di PT Jasindo Dinyatakan Lengkap

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.