Kompas.com - 10/05/2013, 20:06 WIB
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com – Puluhan terduga teroris pimpinan Abu Roban yang diringkus beberapa lalu diketahui pernah mengikuti pelatihan militer di Poso, Sulawesi Tengah. Salah satunya yakni di markas pelatihan teror di Dusun Tamanjeka, Poso.

“Sementara ini yang terungkap kaitan sama pelatihan itu di Poso saja. Termasuk tempat mereka yang dulu di Tamanjeka,” ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (10/5/2013).

Setelah Densus 88 menyisir wilayah Tamanjeka, diduga masih ada pusat pelatihan teror di kawasan lain. Tempat itulah yang digunakan untuk merekrut jaringan teroris baru.

“Di Tamanjeka sementara ini sekarang aktivitasnya sudah tidak ada yang menonjol, tapi kemungkinan mereka sudah beralih tempat,” terang Boy.

Sebelumnya, Densus 88 menangkap sejumlah terduga teroris di beberapa lokasi sejak Selasa (7/5/2013). Lokasi tersebut antara lain Jakarta, Tangerang Selatan, Bandung, Kendal, Kebumen, dan Lampung. Total terduga teroris yang diringkus hingga saat ini sebanyak 24 orang, dan 7 orang di antaranya tewas.

Menurut Boy, mereka merupakan wajah baru atau belum diketahui terlibat dalam aksi teror. Keterlibatan mereka yakni ikut mengumpulkan dana untuk aksi teror.

Mereka telah beraksi merampok Bank BRI Batang, BRI Grobokan, BRI lampung, BRI Bandung, toko emas di Tambora, Jakarta Barat, kantor pos dan giro Bandung, serta percobaan pembakaran di Pasar Glodok, Jakarta Pusat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Total hasil rampokan mereka di Bank BRI Batang, Grobokan, dan Lampung mencapai Rp 1.880.000.000. Uang itu diduga telah digunakan untuk membeli bahan peledak, operasional dalam merencanakan aksi teror, dan melakukan pelatihan teror.

Hasil rampokan itu diduga telah digunakan untuk mendanai aksi teror di Poso. Kelompok pimpinan Abu Roban ini juga diketahui terkait DPO teroris Poso, Santoso, Autat Rawa, dan Abu Omar, pemasok senjata api dari Filipina.

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Menhan dan Panglima TNI Tak Hadir, Rapat Komisi I Diwarnai Interupsi

    Menhan dan Panglima TNI Tak Hadir, Rapat Komisi I Diwarnai Interupsi

    Nasional
    Kemendikbud Ristek Minta Pansel Tunda Pengumuman Seleksi Guru PPPK

    Kemendikbud Ristek Minta Pansel Tunda Pengumuman Seleksi Guru PPPK

    Nasional
    Nadiem Klaim Dengar Aspirasi Masyarakat untuk Beri Afirmasi bagi Guru Honorer

    Nadiem Klaim Dengar Aspirasi Masyarakat untuk Beri Afirmasi bagi Guru Honorer

    Nasional
    KPK Eksekusi Mantan Mensos Juliari Batubara ke Lapas Kelas I Tangerang

    KPK Eksekusi Mantan Mensos Juliari Batubara ke Lapas Kelas I Tangerang

    Nasional
    Ketua MUI: Masih Ada Warga yang Menolak Vaksin Covid-19

    Ketua MUI: Masih Ada Warga yang Menolak Vaksin Covid-19

    Nasional
    Menkes Prediksi Pandemi Paling Cepat Selesai 5 Tahun

    Menkes Prediksi Pandemi Paling Cepat Selesai 5 Tahun

    Nasional
    Kemenpora: Presiden Jokowi Akan Buka PON Papua 2 Oktober 2021

    Kemenpora: Presiden Jokowi Akan Buka PON Papua 2 Oktober 2021

    Nasional
    Pemerintah Diminta Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19 di Asia Tenggara

    Pemerintah Diminta Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19 di Asia Tenggara

    Nasional
    Luhut vs Haris Azhar dan Fatia Kontras, Berawal dari Tudingan 'Bermain' Tambang di Papua

    Luhut vs Haris Azhar dan Fatia Kontras, Berawal dari Tudingan "Bermain" Tambang di Papua

    Nasional
    KPK Periksa Sekda Sebagai Saksi Dugaan Suap Pengadaan Barang di Kabupaten Hulu Sungai Utara

    KPK Periksa Sekda Sebagai Saksi Dugaan Suap Pengadaan Barang di Kabupaten Hulu Sungai Utara

    Nasional
    Wapres Dorong Percepatan Vaksinasi Covid-19 Bagi Lansia

    Wapres Dorong Percepatan Vaksinasi Covid-19 Bagi Lansia

    Nasional
    Bertemu Dubes Arab Saudi, Kemenag Lobi agar Jemaah Indonesia Bisa Umrah

    Bertemu Dubes Arab Saudi, Kemenag Lobi agar Jemaah Indonesia Bisa Umrah

    Nasional
    ICW Sebut Sejumlah Alasan Jokowi Harus Bersikap Terkait Polemik TWK Pegawai KPK

    ICW Sebut Sejumlah Alasan Jokowi Harus Bersikap Terkait Polemik TWK Pegawai KPK

    Nasional
    Indonesia Serukan Dunia Bantu Vaksinasi Covid-19 bagi Pengungsi Rohingya di Bangladesh

    Indonesia Serukan Dunia Bantu Vaksinasi Covid-19 bagi Pengungsi Rohingya di Bangladesh

    Nasional
    Komisi X Minta Munculnya Klaster Covid-19 di Sekolah jadi Bahan Evaluasi, Bukan untuk Tunda PTM

    Komisi X Minta Munculnya Klaster Covid-19 di Sekolah jadi Bahan Evaluasi, Bukan untuk Tunda PTM

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.