Kompas.com - 10/05/2013, 16:59 WIB
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat tak bisa membuka data absensi anggota Dewan lantaran terganjal dengan tata tertib beracara BK. Dewan Etik Parlemen justru mendorong fraksi atau partai politik membuka data anggotanya yang kerap membolos.

"Di dalam aturan, kami hanya bisa sampaikan itu ke fraksi. Kami tidak bisa buka dulu karena terhambat tata beracara BK," ujar Wakil Ketua BK Abdul Wahab Dalimunthe saat dihubungi pada Jumat (10/5/2013).

Meski demikian, politisi Partai Demokrat ini mengaku pimpinan BK akan mempertimbangkan permintaan usulan masyarakat tersebut.

Sementara itu, anggota BK dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ali Maschan Musa, mengaku bahwa selama ini anggota Dewan lebih takut kepada fraksi atau partai politik ketimbang teguran BK. "Mereka itu tidak takut dengan pimpinan DPR, apalagi BK. Mereka cuma takut sama pimpinan partai atau fraksi yang merupakan perpanjangan tangan partai," ujar Ali.

Ia mengungkapkan, fraksi atau partai bisa langsung mengultimatum anggota Dewan pembolos untuk tidak dicalonkan lagi. Dengan ketegasan fraksi, Ali yakin tingkat kerajinan anggota Dewan akan meningkat. "Jadi, tidak hanya mengandalkan fingerprint," katanya.

Ali pun mendorong parpol terbuka kepada publik soal data anggota DPR pembolos. Jika ternyata partai tidak bersedia, maka masyarakat dapat menilai transparansi partai itu.

Persoalan presensi anggota Dewan kembali menjadi sorotan setelah politikus PDI Perjuangan, Sukur Nababan, kembali maju sebagai bakal calon anggota legislatif (caleg) periode 2014-2019. Selama di DPR, Sukur sudah enam kali berturut-turut absen pada rapat apa pun di DPR. Surat panggilan dilayangkan BK DPR kepada Sukur pada bulan Februari lalu, tetapi dia tidak hadir dengan alasan sakit.

Berdasarkan data bakal caleg yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Sukur maju sebagai bakal caleg dari daerah pemilihan Jawa Barat VI dengan nomor urut 1. Ketua DPR Marzuki Alie mengkritik wakil rakyat pembolos yang "ngotot" maju pada Pileg 2014. Marzuki menuding anggota Dewan itu tak tahu malu.

Di dalam akun Twitter-nya, Marzuki juga mendapatkan banyak pertanyaan masyarakat tentang caleg pembolos itu. Marzuki menjelaskan bahwa di dalam setiap laporan Sekjen, presensi anggota Dewan selalu penuh. Padahal, Marzuki mendapatkan kenyataan banyak anggota Dewan yang mangkir pada setiap rapat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pengakuan Sambo kepada Polisi, Emosi Lalu Minta Bharada E Bunuh Brigadir J...

    Pengakuan Sambo kepada Polisi, Emosi Lalu Minta Bharada E Bunuh Brigadir J...

    Nasional
    Ketua KPK Sebut Penangkapan Bupati Pemalang Terkait Suap

    Ketua KPK Sebut Penangkapan Bupati Pemalang Terkait Suap

    Nasional
    6 Parpol Akan Daftar ke KPU Hari Ini, Ada Partai Buruh, Berkarya, dan Ummat

    6 Parpol Akan Daftar ke KPU Hari Ini, Ada Partai Buruh, Berkarya, dan Ummat

    Nasional
    KPK Tangkap Tangan Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo

    KPK Tangkap Tangan Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo

    Nasional
    Prabowo Diyakini Menang Jika Tak Bersaing dengan Ganjar dan Anies di Pilpres 2024

    Prabowo Diyakini Menang Jika Tak Bersaing dengan Ganjar dan Anies di Pilpres 2024

    Nasional
    Benny Mamoto Bantah Tudingan Dapat Imbalan dari Sambo: Tak Ada 'Deal' Apa Pun

    Benny Mamoto Bantah Tudingan Dapat Imbalan dari Sambo: Tak Ada "Deal" Apa Pun

    Nasional
    Ancang-ancang Prabowo Subianto Menuju Pintu Pilpres 2024...

    Ancang-ancang Prabowo Subianto Menuju Pintu Pilpres 2024...

    Nasional
    [POPULER NASIONAL] Motif Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J | Mahfud MD Sebut Negara Bisa Hancur Jika Kasus Brigadir J Tak Terbuka

    [POPULER NASIONAL] Motif Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J | Mahfud MD Sebut Negara Bisa Hancur Jika Kasus Brigadir J Tak Terbuka

    Nasional
    31 Polisi Langgar Etik Terkait Kasus Brigadir J Dinilai Bisa Dipidana

    31 Polisi Langgar Etik Terkait Kasus Brigadir J Dinilai Bisa Dipidana

    Nasional
    Benny Mamoto Minta Maaf atas Kegaduhan akibat Pernyataannya di Awal Kasus Brigadir J

    Benny Mamoto Minta Maaf atas Kegaduhan akibat Pernyataannya di Awal Kasus Brigadir J

    Nasional
    Satgassus Merah Putih: Pernah Dipimpin Ferdy Sambo, Dibubarkan Kapolri

    Satgassus Merah Putih: Pernah Dipimpin Ferdy Sambo, Dibubarkan Kapolri

    Nasional
    Pesan Jokowi Waspadai Krisis Pangan dan Peta Jalan Bahan Pengganti

    Pesan Jokowi Waspadai Krisis Pangan dan Peta Jalan Bahan Pengganti

    Nasional
    Berkas Partai Kedaulatan Rakyat Belum Lengkap

    Berkas Partai Kedaulatan Rakyat Belum Lengkap

    Nasional
    Bentuk Kerja Sama Antara Eksekutif dan Legislatif

    Bentuk Kerja Sama Antara Eksekutif dan Legislatif

    Nasional
    Tanggal 13 Agustus Hari Memperingati Apa?

    Tanggal 13 Agustus Hari Memperingati Apa?

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.