Istri Terduga Teroris Kendal Masih "Shock"

Kompas.com - 10/05/2013, 14:03 WIB
|
EditorKistyarini

KENDAL, KOMPAS.com — Rini, warga Kecamatan Rowosari, Kendal, Jawa Tengah, masih shock, setelah suaminya, PAS, ditangkap tim Densus 88 Antiteror Polri, Rabu (9/5/2013).

Sampai saat ini, keluarga Rini enggan berbicara tentang Iwan, yang kini dibawa Densus 88 ke Jakarta. "Maaf, maaf. Saya tidak tahu soal itu," kata ayah Rini saat ditemui Kompas.com di rumah kontrakan PAS itu.

Sang ayah mengaku jarang berada di rumah sehingga tidak mengetahui secara persis kegiatan menantunya. "Setahu saya, dia bekerja sebagai apoteker di RSI," kata lelaki itu.

Setelah sang suami ditangkap, kata sang ayah, Rini lebih sering berada di dalam kamar dan belum bisa diajak bicara.

Sebelumnya, Rini mengatakan, suaminya ditangkap setelah shalat Magrib di ruang depan. Tiba-tiba beberapa polisi mendobrak pintu belakang sambil menodongkan pistol. Dia dibawa keluar rumah dengan ancaman pistol.

"Biasanya, kalau Magrib dia ke Masjid Ulil Albab, berjarak 3 kilometer dari rumah," ujar Rini. Menurut dia, selama berada di dalam rumah, Densus sempat mengacak-acak lemari pakaian, tetapi dia tidak tahu apa saja yang diambil.

Ketika penggeledahan berlangsung, Rini dibawa ke rumah tetangga di depan rumahnya. Dia mengaku kaget dengan penangkapan suaminya.

Rini mengatakan, suaminya jarang bergaul dengan warga setempat karena setiap kali selesai bekerja di Rumah Sakit Islam, dia harus menggembala 60 ekor kambing di tanggul Kali Kuto. "Suami saya hanya berteman dengan teman-temannya penjual air isi ulang," katanya.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Mayoritas Masyarakat Ingin Calon Kepala Daerah Pelanggar Protokol Kesehatan Didiskualifikasi

    Mayoritas Masyarakat Ingin Calon Kepala Daerah Pelanggar Protokol Kesehatan Didiskualifikasi

    Nasional
    Partai Demokrat Minta Polisi Jangan Bertindak Berlebihan Terhadap Demonstran

    Partai Demokrat Minta Polisi Jangan Bertindak Berlebihan Terhadap Demonstran

    Nasional
    Survei IPI: Mayoritas Setuju Aparat Semena-mena Terhadap yang Berseberangan Secara Politik

    Survei IPI: Mayoritas Setuju Aparat Semena-mena Terhadap yang Berseberangan Secara Politik

    Nasional
    FSGI Ungkap Alasan Beri Nilai 55 untuk Program PJJ Nadiem Makarim

    FSGI Ungkap Alasan Beri Nilai 55 untuk Program PJJ Nadiem Makarim

    Nasional
    Polisi Cari Pengendali Penyelundupan Senpi ke KKB di Papua

    Polisi Cari Pengendali Penyelundupan Senpi ke KKB di Papua

    Nasional
    Survei IPI: 73,8 Persen Setuju Masyarakat Makin Sulit Berunjuk Rasa

    Survei IPI: 73,8 Persen Setuju Masyarakat Makin Sulit Berunjuk Rasa

    Nasional
    Disorot, Bawaslu Daerah Loloskan Mantan Koruptor meski Belum Penuhi Masa Tunggu Pidana

    Disorot, Bawaslu Daerah Loloskan Mantan Koruptor meski Belum Penuhi Masa Tunggu Pidana

    Nasional
    FSGI: Kami Beri Nilai 100 untuk Program Penghapusan UN

    FSGI: Kami Beri Nilai 100 untuk Program Penghapusan UN

    Nasional
    UPDATE 25 Oktober: 2 Provinsi Tak Ada Kasus Baru, DKI Tertinggi

    UPDATE 25 Oktober: 2 Provinsi Tak Ada Kasus Baru, DKI Tertinggi

    Nasional
    Hari Dokter Nasional, Ayo Bantu Garda Terdepan Lewat Gerakan 3M

    Hari Dokter Nasional, Ayo Bantu Garda Terdepan Lewat Gerakan 3M

    Nasional
    UPDATE 25 Oktober: 168.918 Suspek Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 25 Oktober: 168.918 Suspek Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    Ini Kekurangan Bantuan Kuota Internet dari Kemendikbud Versi FSGI

    Ini Kekurangan Bantuan Kuota Internet dari Kemendikbud Versi FSGI

    Nasional
    Survei IPI: Mayoritas Anggap Indonesia Kurang Demokratis

    Survei IPI: Mayoritas Anggap Indonesia Kurang Demokratis

    Nasional
    UPDATE 25 Oktober: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 62.649

    UPDATE 25 Oktober: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 62.649

    Nasional
    UPDATE 25 Oktober: Total Spesimen Covid-19 yang Diperiksa Capai 4.327.144

    UPDATE 25 Oktober: Total Spesimen Covid-19 yang Diperiksa Capai 4.327.144

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X