"Ngurus e-KTP Lagi, Males Banget"

Kompas.com - 10/05/2013, 08:42 WIB
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Warga banyak yang menyesalkan telatnya informasi bahwa e-KTP tak boleh difotokopi. Jika pun disuruh membuat lagi, mereka juga keberatan.

Yani, warga Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, salah satunya. Wanita berusia 37 tahun ini mengaku sudah memotokopi e-KTP miliknya belasan kali.

"Jujur aja, kalau saya disuruh bikin lagi karena rusak, saya males banget. Ngantrenya itu enggak nahan. Harusnya ya lebih awal dong sosialisasinya. Jangan telat begini," kata pengantar katering itu, Kamis (9/5/2013).

Keluhan senada juga dilontarkan Bimo (29). "Heran saya, kok baru hari gini dikabarin. Lagi pas gembar-gembornya tahun 2012 lalu malah enggak ada peringatan sama sekali," kata warga Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, tersebut.


Menanggapi persoalan e-KTP ini, anggota Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, mengatakan, karena Kemendagri lalai menyosialisasikan larangan fotokopi e-KTP, maka Pemerintah Daerah harus membantu, tidak terkecuali Pemprov DKI Jakarta. Pemprov bisa meminta camat dan lurah menyebarluaskan informasi tersebut.

"Meski sudah terlambat, semua harus ikut menyebarluaskan, termasuk Pemprov DKI, mereka harus jadi garda terdepan," ujar Tulus.

 

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X