Kompas.com - 08/05/2013, 12:31 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq bungkam saat diberondong pertanyaan wartawan mengenai mobil-mobil terkait dirinya yang disita maupun disegel Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Saat memasuki Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, untuk diperiksa sebagai saksi bagi tersangka Ahmad Fathanah, Rabu (8/5/2013), Luthfi tidak menjawab rentetan pertanyaan wartawan.

Seperti biasa, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat ini hanya menggunakan anggota tubuhnya untuk menjawab pertanyaan wartawan, mulai dari mengangkat kedua tangannya seolah mengatakan tidak tahu, melambaikan tangan, hingga tersenyum.

Luthfi hanya tersenyum saat dimintai komentarnya soal sikap PKS yang seolah menolak KPK menyita lima mobil terkait Luthfi dari kantor DPP PKS. Tim penyidik KPK dua kali gagal menyita lima mobil terkait Luthfi dari kantor DPP PKS.

Pada hari pertama, Senin (6/5/2013), tim penyidik gagal membawa lima mobil itu ke Gedung KPK sehingga hanya menyegel mobil-mobil tersebut. Penyidik saat itu gagal karena dihalang-halangi sejumlah orang.

Kemudian, pada Selasa (7/5/2013), penyidik kembali mendatangi Gedung DPP PKS untuk membawa lima mobil itu. Namun, upaya penyidik lagi-lagi gagal.

Menurut Juru Bicara KPK Johan Budi, tim penyidik tidak diperbolehkan masuk meski telah menunjukkan surat perintah penyitaan. Kelima mobil yang akan disita itu adalah VW Caravelle, Mazda CX9, Fortuner, Mitsubishi Pajero Sport, dan Nissan Navara. Penyitaan dilakukan terkait penyidikan kasus dugaan korupsi dan pencucian uang kuota impor daging sapi yang menjerat Luthfi.

KPK menduga mobil-mobil ini berasal dari hasil tindak pidana korupsi. Dalam kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi, Luthfi diduga bersama-sama dengan orang dekatnya, Ahmad Fathanah, menerima pemberian hadiah atau janji dari PT Indoguna Utama sebagai imbalan mengurus penambahan kuota impor daging sapi untuk perusahaan itu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, KPK menyita Toyota FJ Cruiser bernomor polisi B 1340 TJE yang juga diduga terkait Luthfi. FJ Cruiser itu kini diamankan di halaman parkir Gedung KPK, Kuningan, Jakarta. Selain itu, KPK menyita lima mobil yang diduga berkaitan dengan Fathanah, yakni Honda Jazz putih, Toyota Land Cruiser Prado dengan nomor polisi B 1739 WFN, Toyota Alphard B 53 FTI, Mercedes Benz C200 B 8749 BS, dan FJ Cruiser dengan nomor polisi B 1330 SZZ. Menurut Johan, setelah dilakukan penelusuran lebih jauh, penyidik menemukan kaitan FJ Cruiser B 1330 SZZ Fathanah itu dengan Luthfi.

Ikuti berita terkait kasus ini dalam topik:
Skandal Suap Impor Daging Sapi

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ketua Tim Riset: Jangan Takut Vaksin Covid-19, Takutlah pada Virusnya

    Ketua Tim Riset: Jangan Takut Vaksin Covid-19, Takutlah pada Virusnya

    Nasional
    Kemenkes: Hasil Swab Antigen Dimasukkan ke Laporan Harian Covid-19 Sejak Februari 2021

    Kemenkes: Hasil Swab Antigen Dimasukkan ke Laporan Harian Covid-19 Sejak Februari 2021

    Nasional
    UPDATE: 130.630 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari, Total 18.864.666

    UPDATE: 130.630 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari, Total 18.864.666

    Nasional
    KPK: Berkas Perkara Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial Dinyatakan Lengkap

    KPK: Berkas Perkara Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial Dinyatakan Lengkap

    Nasional
    Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa Sejumlah Dirut Perusahaan Sekuritas

    Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa Sejumlah Dirut Perusahaan Sekuritas

    Nasional
    Soal Wacana Presiden Tiga Periode, Gerindra Tak Pernah Dengar Ada Gerakan dari Istana

    Soal Wacana Presiden Tiga Periode, Gerindra Tak Pernah Dengar Ada Gerakan dari Istana

    Nasional
    Menlu: Perempuan Miliki Peran Penting Atasi Pandemi Covid-19

    Menlu: Perempuan Miliki Peran Penting Atasi Pandemi Covid-19

    Nasional
    Wujudkan Desa Bersih Narkoba, Gus Menteri Terapkan Kebijakan Ini

    Wujudkan Desa Bersih Narkoba, Gus Menteri Terapkan Kebijakan Ini

    Nasional
    Ini Alasan DPR Perpanjang Pembahasan RUU PDP dan Penanggulangan Bencana

    Ini Alasan DPR Perpanjang Pembahasan RUU PDP dan Penanggulangan Bencana

    Nasional
    UPDATE 22 Juni: Sebaran 13.668 Kasus Baru Covid-19, Jabar Paling Tinggi

    UPDATE 22 Juni: Sebaran 13.668 Kasus Baru Covid-19, Jabar Paling Tinggi

    Nasional
    Sebut Denda Pelanggaran Prokes Tak Mengubah Perilaku, Kemenkes: Masyarakat Tetap Acuh

    Sebut Denda Pelanggaran Prokes Tak Mengubah Perilaku, Kemenkes: Masyarakat Tetap Acuh

    Nasional
    UPDATE 22 Juni: 12.514.917 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 23.789.884 Dosis Pertama

    UPDATE 22 Juni: 12.514.917 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 23.789.884 Dosis Pertama

    Nasional
    UPDATE 22 Juni: Ada 124.918 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 22 Juni: Ada 124.918 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    UPDATE 22 Juni: Tambah 8.375, Pasien Covid-19 Sembuh Jadi 1.810.136

    UPDATE 22 Juni: Tambah 8.375, Pasien Covid-19 Sembuh Jadi 1.810.136

    Nasional
    Penjelasan Lengkap BPOM soal Ivermectin yang Bukan untuk Pengobatan Covid-19

    Penjelasan Lengkap BPOM soal Ivermectin yang Bukan untuk Pengobatan Covid-19

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X