Sederet Mobil Mewah Terkait Luthfi Hasan Ishaaq

Kompas.com - 08/05/2013, 10:55 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejak menyidik kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menyita aset yang bersangkutan. Berikut sederet mobil mewah yang diindikasi TPPU terkait Luthfi, yang artinya, bisa diperoleh dari Luthfi, pemberian, ataupun milik Luthfi yang disamarkan kepemilikannya.

Pada Kamis (2/5/2013) pekan lalu, KPK menyita satu unit FJ Cruiser bernomor polisi B 1340 TJE yang diduga terkait dengan Luthfi. Mobil ini disita bersamaan dengan Honda Jazz putih bernomor polisi B 15 VTA yang diperoleh model cantik Vitalia Shesya dari orang dekat Luthfi, Ahmad Fathanah. Kini, kedua mobil tersebut diamankan di halaman parkir Gedung KPK, Kuningan, Jakarta.

Sebelumnya, KPK menyita FJ Cruiser lain bernomor polisi B 1330 SZZ dari Fathanah. Cruiser ini disita bersamaan dengan tiga mobil lainnya, yakni Toyota Land Cruiser Prado dengan nomor polisi B 1739 WFN, Toyota Alphard B 53 FTI, dan Mercedes Benz C200 B 8749 BS. Setelah ditelusuri lebih jauh, KPK menemukan keterkaitan Luthfi dengan FJ Cruiser B 1330 SZZ yang disita dari Fathanah tersebut.

Selain dua FJ Cruiser, KPK menemukan lima mobil lain terkait Luthfi. Kelima mobil itu adalah VW Caravelle B 948 RFS, Mazda CX9 B 2 MDF, Fortuner B 544 RFS, Pajero Sport, dan Nissan Navara. Kelima mobil ini masih berada di kantor DPP PKS. Penyidik KPK dua kali gagal menyita mobil tersebut karena dihalang-halangi massa dan petugas keamanan kantor DPP PKS. Dari lima mobil itu, hanya Mazda CX9 yang dibeli atas nama Luthfi.

Sementara mobil lainnya, yakni Fortuner dan VW Caravelle, diatasnamakan orang lain yang masih memiliki kedekatan dengan Luthfi. Diduga, dua mobil itu diatasnamakan Ahmad Zaky dan Ali Imran. Adapun Ahmad Zaky merupakan salah satu saksi kasus Luthfi. Dia ikut dibawa penyidik ke kantor DPP PKS saat akan dilakukan penyitaan pada Senin (6/5/2013) malam.

Dari Zaky, KPK mengetahui kalau mobil yang dicari-cari penyidik selama ini berada di kantor DPP PKS. Kini, KPK terus menelusuri aset Luthfi yang lain. Diduga masih ada aset dalam bentuk lain yang kemungkinan berasal dari uang hasil tindak pidana korupsi.

KPK menetapkan Luthfi sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi kepengurusan penambahan kuota impor daging sapi. Luthfi bersama orang dekatnya, Ahmad Fathanah, diduga menerima pemberian hadiah atau janji dari PT Indoguna Utama terkait upaya menambah jatah kuota impor daging sapi untuk perusahaan tersebut. Nilai commitment fee yang dijanjikan ke Luthfi mencapai Rp 40 miliar. Dari Rp 40 miliar tersebut, baru Rp 1,3 miliar yang terealisasi. Dalam pengembangannya, KPK menjerat Luthfi dan Fathanah dengan pasal TPPU.

Ikuti berita terkait kasus ini dalam topik:
Skandal Suap Impor Daging Sapi

Baca tentang
    Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Menelusuri Keberadaan Buron KPK Nurhadi dan Harun Masiku

    Menelusuri Keberadaan Buron KPK Nurhadi dan Harun Masiku

    Nasional
    Penyebaran Virus Corona di Korsel Meningkat, Dubes Minta WNI Tidak Panik

    Penyebaran Virus Corona di Korsel Meningkat, Dubes Minta WNI Tidak Panik

    Nasional
    Soal Indeks Kerawanan Pilkada 2020, Mahfud: Jadi Bahan Pertimbangan

    Soal Indeks Kerawanan Pilkada 2020, Mahfud: Jadi Bahan Pertimbangan

    Nasional
    Rabu Pagi ini, Mendagri Akan Lantik Elly Lasut Jadi Bupati Talaud

    Rabu Pagi ini, Mendagri Akan Lantik Elly Lasut Jadi Bupati Talaud

    Nasional
    Mahfud Sebut Kelompok Separatis di Papua Ancam Kedaulatan Negara

    Mahfud Sebut Kelompok Separatis di Papua Ancam Kedaulatan Negara

    Nasional
    Mendagri: Pemda Tak Anggarkan Dana Perpustakaan, RAPBD Tak Akan Disetujui

    Mendagri: Pemda Tak Anggarkan Dana Perpustakaan, RAPBD Tak Akan Disetujui

    Nasional
    Polemik Pernyataan Komisioner KPAI soal Kehamilan di Kolam Renang

    Polemik Pernyataan Komisioner KPAI soal Kehamilan di Kolam Renang

    Nasional
    Skenario Pemerintah Pulangkan dan Observasi 188 WNI Kru World Dream...

    Skenario Pemerintah Pulangkan dan Observasi 188 WNI Kru World Dream...

    Nasional
    Silaturahmi Politik, Golkar-PKS Bahas Pilkada 2020 dan Omnibus Law

    Silaturahmi Politik, Golkar-PKS Bahas Pilkada 2020 dan Omnibus Law

    Nasional
    Tito Karnavian Sindir Kepala Daerah yang Tak Peduli pada Perpustakaan

    Tito Karnavian Sindir Kepala Daerah yang Tak Peduli pada Perpustakaan

    Nasional
    Audiensi dengan Korban First Travel, Komisi VIII: Negara Bisa Digugat

    Audiensi dengan Korban First Travel, Komisi VIII: Negara Bisa Digugat

    Nasional
    Anggota Komisi I Sebut Ada Potensi 'Abuse of Power' dalam RUU Perlindungan Data Pribadi

    Anggota Komisi I Sebut Ada Potensi "Abuse of Power" dalam RUU Perlindungan Data Pribadi

    Nasional
    Politikus Demokrat Usul Panja Harun Masiku, KPK Fokus Tuntaskan Penyidikan

    Politikus Demokrat Usul Panja Harun Masiku, KPK Fokus Tuntaskan Penyidikan

    Nasional
    Periksa Tersangka Kasus Korupsi di Kemenag, Ini yang Didalami KPK

    Periksa Tersangka Kasus Korupsi di Kemenag, Ini yang Didalami KPK

    Nasional
    Airlangga Tak Persoalkan Jokowi Bicara Reshuffle Kabinet ke Pegiat Medsos

    Airlangga Tak Persoalkan Jokowi Bicara Reshuffle Kabinet ke Pegiat Medsos

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X