Pengacara LHI: KPK Sewenang-wenang Sita Mobil

Kompas.com - 07/05/2013, 18:00 WIB
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Kuasa hukum mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaq, Zainuddin Paru, menyatakan bahwa sikap KPK melakukan upaya penyegelan tiga mobil yang di kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera, Senin (6/5/2013) malam, tidak memenuhi prosedur. Pasalnya, KPK tidak membawa surat penyitaan.

Zainuddin menilai, upaya penghalangan proses penyegelan yang dilakukan oleh kader PKS sudah tepat. "Yang menjadi persoalan ketika petugas keamanan kantor PKS menanyakan surat penyitaan. Petugas KPK yang datang tidak bisa menunjukkan surat tersebut. Mereka hanya mengatakan nanti menyusul," kata Zainuddin melalui keterangan pers yang diterima wartawan, Selasa (7/5/2013).

Namun, dia menyangkal langkah yang dilakukan oleh kader PKS adalah upaya penghalangan KPK dalam penyegelan. "Petugas tidak tahu mobil mana saja yang ingin disita," katanya. Menurutnya, tidak semua mobil yang akan disita oleh KPK semalam milik LHI (Luthfi Hasan Ishaq).

Terkait pengempesan ban mobil yang akan disita KPK, Zainuddin menyatakan, aksi itu justru untuk mencegah agar mobil tersebut tidak dibawa oleh pemiliknya karena akan menimbulkan delik baru.

"Karena para pemilik mobil tersebut tidak terima mobilnya disita sehingga mereka ingin membawanya keluar. Ketika berkonsultasi dengan saya, saya melarangnya," tegasnya.

Sementara itu, pantauan Kompas.com, kantor DPP PKS yang terletak di Jalan TB Simatupang No 82, Jakarta Selatan, tampak tertutup. Pintu pagar bangunan tampak dijaga ketat oleh petugas berpakaian safari. Sebelumnya, para petugas tersebut tidak ada. Hanya satpam bangunan yang sehari-hari bertugas di tempat itu.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, mobil-mobil yang akan disegel terparkir di tempat parkir mobil yang terdapat pada sisi kiri gedung. Mobil-mobil tersebut tampak dihalangi oleh sejumlah mobil lain. Hal ini menyulitkan bagi siapa saja yang ingin melihatnya.

Sebelumnya, KPK berencana akan menyita tiga mobil yang diduga milik LHI, yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dan pencucian uang kepengurusan tambahan kuota impor daging sapi. Mobil-mobil itu adalah VW Caravelle bernomor polisi B 948 RFS, Mazda CX9 B 2 MDF, dan Fortuner B 544 RFS.

"Mobil-mobil tersebut diduga terkait dengan tersangka LHI (Luthfi Hasan Ishaaq)," kata Juru Bicara KPK Johan Budi melalui pesan singkat.

Sebelumnya, KPK menyita Toyota FJ Cruiser bernomor polisi B 1340 TJE yang diduga milik Luthfi. FJ Cruiser itu kini diamankan di halaman parkir Gedung KPK, Jakarta. KPK memeriksa Bendahara Umum DPP PKS Mahfudz Abdurrahman pada 17 April dan 23 April 2013.

Halaman:
Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Wapres Minta Ulama Teladani Pendiri NU, KH Abdul Wahab Chasbullah

    Wapres Minta Ulama Teladani Pendiri NU, KH Abdul Wahab Chasbullah

    Nasional
    Moeldoko: Kinerja Menteri Meningkat Signifikan Setelah 'Dicambuk'

    Moeldoko: Kinerja Menteri Meningkat Signifikan Setelah "Dicambuk"

    Nasional
    Wapres Ingatkan soal Potensi Penularan Covid-19 pada Fase Kenormalan Baru

    Wapres Ingatkan soal Potensi Penularan Covid-19 pada Fase Kenormalan Baru

    Nasional
    Wapres Minta Ulama Berperan dalam Menanggulangi Dampak Pandemi Covid-19

    Wapres Minta Ulama Berperan dalam Menanggulangi Dampak Pandemi Covid-19

    Nasional
    Realisasi Anggaran Kesehatan Masih Minim, Moeldoko Sebut Terhambat Administrasi

    Realisasi Anggaran Kesehatan Masih Minim, Moeldoko Sebut Terhambat Administrasi

    Nasional
    Kejagung Periksa Lima Saksi Terkait Kasus Jiwasraya

    Kejagung Periksa Lima Saksi Terkait Kasus Jiwasraya

    Nasional
    Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Bos Kaskus, Tersangka Jack Lapian Dicecar 40 Pertanyaan

    Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Bos Kaskus, Tersangka Jack Lapian Dicecar 40 Pertanyaan

    Nasional
    Kejagung Periksa 3 Saksi Terkait Kasus Dugaan Korupsi Impor Tekstil

    Kejagung Periksa 3 Saksi Terkait Kasus Dugaan Korupsi Impor Tekstil

    Nasional
    121.638 WNI Kembali ke Tanah Air Selama Pandemi Covid-19

    121.638 WNI Kembali ke Tanah Air Selama Pandemi Covid-19

    Nasional
    Gugus Tugas Sebut Positivity Rate Covid-19 di Indonesia Turun

    Gugus Tugas Sebut Positivity Rate Covid-19 di Indonesia Turun

    Nasional
    Kemenristek Prediksi Vaksin Covid-19 Akan Tersedia pada Pertengahan 2021

    Kemenristek Prediksi Vaksin Covid-19 Akan Tersedia pada Pertengahan 2021

    Nasional
    Try Sutrisno Dorong RUU PIP Jadi Undang-Undang

    Try Sutrisno Dorong RUU PIP Jadi Undang-Undang

    Nasional
    Kasus Pencemaran Nama Baik Bos Kaskus, Tersangka Jack Lapian Penuhi Panggilan Pemeriksaan

    Kasus Pencemaran Nama Baik Bos Kaskus, Tersangka Jack Lapian Penuhi Panggilan Pemeriksaan

    Nasional
    Pemerintah: Baru Separuh Kapasitas Rumah Sakit Dipakai untuk Pasien Covid-19

    Pemerintah: Baru Separuh Kapasitas Rumah Sakit Dipakai untuk Pasien Covid-19

    Nasional
    Sudah Panggil Novel Baswedan, Komisi Kejaksaan Tunggu Pertimbangan Hakim

    Sudah Panggil Novel Baswedan, Komisi Kejaksaan Tunggu Pertimbangan Hakim

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X