Pelaku "Perbudakan" Tangerang Akan Dikenakan Pasal Berlapis

Kompas.com - 07/05/2013, 16:21 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

TANGERANG, KOMPAS.com — Kepala Polres Kota Tangerang Komisaris Besar Bambang Priyo Andogo berjanji akan memberikan hukuman setimpal bagi pelaku kasus dugaan praktik perbudakan di pabrik kuali di Tangerang. Kombes Bambang mengatakan, tak menutup kemungkinan para tersangka dijerat pasal Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Selama ini, lima tersangka yang terdiri dari bos pabrik Yuki Irawan (41) dan empat orang lainnya, yakni Sudirman (34), Nurdin (34), Jaya alias Mandor (41), dan tangan kanan Yuki, Tedi Sukarno (34), hanya dikenakan Pasal 333 KUHP tentang Perampasan Kemerdekaan dan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan.

"Pasal untuk tersangka ini, (publik) tak usah khawatir," kata Kombes Bambang di Kantor Bupati Tangerang, Selasa (7/5/2013).

Sebelumnya, Kontras mengkritik Polres Kota Tangerang mereduksi kasus tersebut dengan cara hanya menjerat pelaku dengan Pasal 333 dan Pasal 351 KUHP. Koordinator Kontras Haris Azhar mengatakan, kelima tersangka juga harus dikenakan pasal pada UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, UU Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian, dan UU Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

Kontras juga mengutarakan dugaan keterlibatan oknum kepolisian setempat. Pasalnya, baik 20 dari 34 korban maupun warga sekitar mengaku kerap melihat dua anggota Brimob di lingkungan pabrik. Selain itu, juga terlihat polisi dari Polsek Sepatan secara rutin datang dengan membawa mobil dinas. Buruh kerap melihat polisi itu diberi uang oleh pihak pabrik.

"Kalau Brimob dijadikan alat intimidasi. Yang teridentifikasi ada dua Brimob. Belum diketahui Brimob mana. Kalau buruh enggak capai target, enggak mau kerja, ditakuti akan dipukul Brimob. Bahkan ditembak. Ini semua harus diperiksa sampai di mana keterlibatannya," kata Haris.

Seperti diberitakan, kasus perbudakan tersebut terungkap setelah dua buruh kabur, yakni Andi Gunawan (22) dan Junaedi (19). Para pekerja tak mendapat gaji selama bekerja. Lebih parah lagi, mereka kerap disiksa dan banyak perlakuan tak manusiawi lainnya. Para pekerja berasal dari Cianjur, Lampung Utara, Bandung, dan Tangerang.

Ikuti berita terkait dalam topik:
"Perbudakan" di Tangerang

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Cerita Yurianto yang Dijuluki 'Pembawa Berita Kematian' karena Sampaikan Data Covid-19

    Cerita Yurianto yang Dijuluki "Pembawa Berita Kematian" karena Sampaikan Data Covid-19

    Nasional
    Kemenag: Jika Syarat Belajar di Pesantren Saat Pandemi Dipenuhi, Covid-19 Bisa Dicegah

    Kemenag: Jika Syarat Belajar di Pesantren Saat Pandemi Dipenuhi, Covid-19 Bisa Dicegah

    Nasional
    Penerapan Pancasila Redup, Rektor UNS: BPIP Adalah Jawaban

    Penerapan Pancasila Redup, Rektor UNS: BPIP Adalah Jawaban

    Nasional
    Muhadjir: Kementerian/Lembaga di Bawah Menko PMK Nanti Hanya Mengacu Satu Data

    Muhadjir: Kementerian/Lembaga di Bawah Menko PMK Nanti Hanya Mengacu Satu Data

    Nasional
    Pemilih yang Jalani Isolasi Mandiri di Hari Pencoblosan Pilkada 2020 akan Didatangi Petugas

    Pemilih yang Jalani Isolasi Mandiri di Hari Pencoblosan Pilkada 2020 akan Didatangi Petugas

    Nasional
    Kemenag: Tanpa Protokol Kesehatan, Sebaiknya Masjid Tak Gelar Shalat Idul Adha

    Kemenag: Tanpa Protokol Kesehatan, Sebaiknya Masjid Tak Gelar Shalat Idul Adha

    Nasional
    Said Aqil: Covid-19 Ini Nyata, Bukan Konspirasi Atau Bohong-bohongan!

    Said Aqil: Covid-19 Ini Nyata, Bukan Konspirasi Atau Bohong-bohongan!

    Nasional
    Wakil Ketua Komisi I DPR: Mesti Ada Penguatan Kesehatan untuk Personel TNI

    Wakil Ketua Komisi I DPR: Mesti Ada Penguatan Kesehatan untuk Personel TNI

    Nasional
    Cegah Penularan Covid-19 Lewat Udara, Gugus Tugas: Disiplin Pakai Masker!

    Cegah Penularan Covid-19 Lewat Udara, Gugus Tugas: Disiplin Pakai Masker!

    Nasional
    Kemenlu RI Sebut Israel Tunda Rencana Aneksasi Tepi Barat Palestina

    Kemenlu RI Sebut Israel Tunda Rencana Aneksasi Tepi Barat Palestina

    Nasional
    Polri Sita Aset Maria Pauline Lumowa Senilai Rp 132 Miliar

    Polri Sita Aset Maria Pauline Lumowa Senilai Rp 132 Miliar

    Nasional
    Tahan Maria Pauline Lumowa, Bareskrim Kirim Surat ke Kedubes Belanda

    Tahan Maria Pauline Lumowa, Bareskrim Kirim Surat ke Kedubes Belanda

    Nasional
    Zulkifli Hasan: Pembahasan RUU HIP Rawan Lahirkan Krisis Ideologi

    Zulkifli Hasan: Pembahasan RUU HIP Rawan Lahirkan Krisis Ideologi

    Nasional
    Buronan 17 Tahun Maria Pauline Lumowa Resmi Ditahan

    Buronan 17 Tahun Maria Pauline Lumowa Resmi Ditahan

    Nasional
    Saat Jokowi Percayakan Prabowo Urusi Ketahanan Pangan...

    Saat Jokowi Percayakan Prabowo Urusi Ketahanan Pangan...

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X