Terima Hadiah dari Fathanah, Model Vitalia Segera Angkat Bicara

Kompas.com - 07/05/2013, 11:47 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Model cantik Vitalia Shesya segera mengklarifikasi pemberitaan yang menyebutkan bahwa dia menerima hadiah dari tersangka kasus dugaan korupsi dan pencucian uang kuota impor daging sapi Ahmad Fathanah. Vitalia akan menyampaikan keterangan pers dengan didampingi tim pengacaranya.

"Dengan adanya pemberitaan dan foto mengenai Vitalia Shesya, pihak Vita didampingi tim pengacaranya dalam waktu dekat akan mengklarifikasi pemberitaan tersebut," kata pengacara Vitalia, Yuni, melalui pesan singkat yang diterima Kompas.com, Selasa (7/5/2013).

Namun Yuni belum dapat memastikan kapan dan di mana keterangan pers itu akan disampaikan. "Mengenai hari dan waktunya, mohon ditunggu, akan kami kabari secepatnya," tambah Yuni.

Selebihnya, Yuni enggan menjawab pertanyaan wartawan terkait hadiah-hadiah yang diterima Vitalia dari Fathanah tersebut.

Seperti diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi sebelumnya menungkapkan kalau Vitalia menerima sejumlah hadiah dari Fathanah. Vitalia disebut menerima Honda Jazz putih bernomor polisi B 15 VTA dan jam tangan mewah merek Chopard. Diduga, Vitalia juga menerima sejumlah uang dari Fathanah. Sebagian uang itu digunakan untuk membeli jam tangan Chopard tersebut.

Adapun, jam tangan Chopard dan Honda Jazz putih itu sudah disita KPK dari Vitalia. KPK juga telah dua kali memeriksa Vitalia sebagai saksi untuk Fathanah. Menurut Juru Bicara KPK Johan Budi, saat diperiksa penyidik, Vitalia mengaku hubungannya dengan Fathanah hanya sebatas teman.

"Menurut pengakuan, diberikan oleh AF (Ahmad Fathanah) karena antara Vita dan AF ini teman," ujar Johan, Senin (6/5/2013).

Terkait kasus Fathanah ini, KPK juga pernah memeriksa artis Ayu Azhari sebagai saksi. Ayu diperiksa terkait uang Rp 20 juta dan 1.800 dollar AS yang diterimanya dari Fathanah. Menurut Johan, uang itu diterima Ayu dari Fathanah sebagai uang muka pembayaran karena Ayu bersedia manggung di acara Partai Keadilan Sejahtera.

KPK menetapkan Fathanah sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang setelah sebelumnya menjerat dia dengan kasus dugaan tindak pidana kepengurusan kuota impor daging sapi. Fathanah dikenal sebagai orang dekat mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq.

Dalam kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi, dia diduga bersama-sama Luthfi menerima pemberian hadiah atau janji dari PT Indoguna Utama. Kasus ini berawal saat Fathanah tertangkap tangan KPK beberapa waktu lalu. Fathanah tertangkap saat berada di Hotel Le Meridien bersama seorang mahasiswi bernama Maharany Suciyono. Ditemukan uang Rp 10 juta dari tangan Maharany.

Baca juga:
Selain Mobil dan Jam, Vitalia Diduga Terima Jam dari Fathanah
Model Seksi Klaim Hanya Berteman dengan Fathanah
Model Vitalia Juga Terima Jam Tangan Mewah dari Fathanah
Fathanah Hadiahi Honda Jazz untuk Model Cantik

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Skandal Suap Impor Daging Sapi

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    KPU: Pelaksanaan Pilkada 2020 Harus Sesuai Protokol Kesehatan

    KPU: Pelaksanaan Pilkada 2020 Harus Sesuai Protokol Kesehatan

    Nasional
    Era 'New Normal', Personel TNI-Polri Akan Berjaga di Mal hingga Tempat Wisata

    Era "New Normal", Personel TNI-Polri Akan Berjaga di Mal hingga Tempat Wisata

    Nasional
    Pemerintah Jamin TNI-Polri Utamakan Pendekatan Persuasif dalam Era 'New Normal'

    Pemerintah Jamin TNI-Polri Utamakan Pendekatan Persuasif dalam Era "New Normal"

    Nasional
    Polisi Sita 698 Kendaraan Travel Gelap yang Melanggar Larangan Mudik

    Polisi Sita 698 Kendaraan Travel Gelap yang Melanggar Larangan Mudik

    Nasional
    KPK Berkomitmen Tingkatkan Pencapaian Strategi Nasional Pencegahan Korupsi

    KPK Berkomitmen Tingkatkan Pencapaian Strategi Nasional Pencegahan Korupsi

    Nasional
    Ini Penyebab Kasus Harian Covid-19 di Jawa Timur Meningkat

    Ini Penyebab Kasus Harian Covid-19 di Jawa Timur Meningkat

    Nasional
    Semangat Pelaksanaan Pilkada tak Diiringi Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19

    Semangat Pelaksanaan Pilkada tak Diiringi Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19

    Nasional
    Masyarakat Perlu Dilibatkan secara Luas dalam Stranas Pencegahan Korupsi

    Masyarakat Perlu Dilibatkan secara Luas dalam Stranas Pencegahan Korupsi

    Nasional
    Rabu Pekan Depan, Lima Tersangka Kasus Jiwasraya Jalani Sidang Perdana

    Rabu Pekan Depan, Lima Tersangka Kasus Jiwasraya Jalani Sidang Perdana

    Nasional
    PDI-P Tetap Lakukan Persiapan Pilkada, Optimistis Covid-19 Dapat Diatasi

    PDI-P Tetap Lakukan Persiapan Pilkada, Optimistis Covid-19 Dapat Diatasi

    Nasional
    Panglima TNI Pimpin Sertijab Pangkohanudnas dan Penyerahan Jabatan Pangkogabwilhan

    Panglima TNI Pimpin Sertijab Pangkohanudnas dan Penyerahan Jabatan Pangkogabwilhan

    Nasional
    Pemerintah: Pola Hidup Bersih dan Sehat Penting dalam Kehidupan Normal yang Baru

    Pemerintah: Pola Hidup Bersih dan Sehat Penting dalam Kehidupan Normal yang Baru

    Nasional
    Pimpinan DPR: Protokol “New Normal” Diprioritaskan Sesuai Protokol Covid-19

    Pimpinan DPR: Protokol “New Normal” Diprioritaskan Sesuai Protokol Covid-19

    Nasional
    Pemerintah: Insentif Tenaga Medis Sudah Disalurkan Sejak 22 Mei

    Pemerintah: Insentif Tenaga Medis Sudah Disalurkan Sejak 22 Mei

    Nasional
    Puan Maharani Nilai Pelaksanaan 'New Normal' Butuh Transparansi Data

    Puan Maharani Nilai Pelaksanaan "New Normal" Butuh Transparansi Data

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X