Kompas.com - 07/05/2013, 08:52 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sudah membersihkan nama sejumlah bakal calon anggota legislatif (caleg) yang terindikasi ganda. Ketua Badan Pemenangan Pemilu PKB Saifullah Ma'shum berdalih, adanya bakal caleg ganda karena ketelodoran staf sekretariat yang berpacu dengan waktu menyelesaikan daftar caleg sementara (DCS).

"Semuanya sudah selesai, sudah dibersihkan. Kami melakukan penyempurnaan baik kelengkapan berkas maupun peniadaan calon yang ganda dan berlainan daerah pemilihan," ujar Saifullah, saat dihubungi, Selasa (7/5/2013).

Ia mengatakan, tidak ada niat dari partainya untuk sengaja memanipulasi data karena minimnya kader. Para caleg itu akhirnya memilih salah satu dapil. "Ini murni keteledoran staf sekretariat karena waktu persiapannya singkat, harus beresin formulir sekian banyak, akhirnya ada kesalahan itu. Sementara yang isi daerah pemilihannya kan partai," papar Saifullah.

Saat ini, lanjutnya, PKB hanya kurang melengkapi persyaratan administratif 15 bakal caleg seperti ijazah SMA dan surat keterangan sehat. Di dalam DCS yang disampaikan ke KPU, Saifullah menegaskan, tidak ada satu pun bakal caleg yang terseret kasus hukum.

Sebelumnya, Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) merilis data sejumlah caleg yang terindikasi ganda atau satu identitas ditempatkan di lebih dari dua daerah pemilihan (dapil). Sebagian besar caleg yang terindikasi ganda adalah caleg perempuan.

Di PKB, ada delapan nama yang terindikasi ganda yakni sebagai berikut:
1. Eka Susanti (Dapil Kalimantan Barat, Dapil Sumatera Utara III, dan Jawa Tengah VI);
2. Hasniati (Dapil Riau II dan Dapil Kalimantan Barat);
3. Karina Astri Rahmawati (Dapil Jawa Barat IX dan Dapil Nusa Tenggara Barat);
4. Nurhidayati (Dapil Sumatera Selatan I dan Dapil Sumatera Selatan II);
5. Marda Hastuti (Dapil Bengkulu dan Dapil Jawa Barat V);
6. Luluk Hidayah (Dapil Kalimantan Timur juga Dapil DKI Jakarta III);
7. Rien Zumaroh (Dapil Jawa Tengah IV dan Dapil Jawa Timur V);
8. Euis Komala (Dapil Jawa Barat III dan Dapil Maluku).

Berita jelang Pemilu 2014 dapat diikuti dalam topik:
Geliat Politik Jelang 2014
Verifikasi DCS Pemilu 2014
Kabar dari KPU

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    DPR RI Diminta Kritis dan Tidak Langsung Ikut Pemerintah dalam Perumusan RKUHP

    DPR RI Diminta Kritis dan Tidak Langsung Ikut Pemerintah dalam Perumusan RKUHP

    Nasional
    Saat Puan Bakar Ikan di JCC Senayan...

    Saat Puan Bakar Ikan di JCC Senayan...

    Nasional
    Viral Video WNI Diduga Dianiaya di Kamboja, Kemlu: Belum Dapat Dikonfirmasi Kebenarannya

    Viral Video WNI Diduga Dianiaya di Kamboja, Kemlu: Belum Dapat Dikonfirmasi Kebenarannya

    Nasional
    Blusukan: Progresivitas atau Degradasi Politik?

    Blusukan: Progresivitas atau Degradasi Politik?

    Nasional
    Tersangka Kasus Indosurya Bebas, Polri: Masa Tahanannya Habis tetapi Pemberkasan Belum Kelar

    Tersangka Kasus Indosurya Bebas, Polri: Masa Tahanannya Habis tetapi Pemberkasan Belum Kelar

    Nasional
    Seputar Rencana Penggunaan PeduliLindungi dan NIK untuk Beli Minyak Goreng Curah: Mekanisme dan Masa Berlaku

    Seputar Rencana Penggunaan PeduliLindungi dan NIK untuk Beli Minyak Goreng Curah: Mekanisme dan Masa Berlaku

    Nasional
    [POPULER NASIONAL] AHY Bertemu Ganjar di Masjid | Paloh Tak Ingin Nasdem dan PDI-P Renggang

    [POPULER NASIONAL] AHY Bertemu Ganjar di Masjid | Paloh Tak Ingin Nasdem dan PDI-P Renggang

    Nasional
    Penetapan Tersangka Mardani Maming Dalam Kasus Suap Izin Tambang dan Rencana Praperadilan

    Penetapan Tersangka Mardani Maming Dalam Kasus Suap Izin Tambang dan Rencana Praperadilan

    Nasional
    Safari AHY ke Tokoh-tokoh: Surya Paloh, Ganjar, lalu Prabowo...

    Safari AHY ke Tokoh-tokoh: Surya Paloh, Ganjar, lalu Prabowo...

    Nasional
    Hukum Minum Alkohol di Indonesia

    Hukum Minum Alkohol di Indonesia

    Nasional
    Isi UU IKN

    Isi UU IKN

    Nasional
    Umur Legal Minum Alkohol di Indonesia

    Umur Legal Minum Alkohol di Indonesia

    Nasional
    Tangkap Buron Penipuan Bansos Covid-19, Imigrasi Dapat Penghargaan dari Kepolisian Jepang

    Tangkap Buron Penipuan Bansos Covid-19, Imigrasi Dapat Penghargaan dari Kepolisian Jepang

    Nasional
    Surya Paloh Bakal Terus Jaga Hubungan Baik dengan PDI-P Meski Usung Ganjar Pranowo Sebagai Capres

    Surya Paloh Bakal Terus Jaga Hubungan Baik dengan PDI-P Meski Usung Ganjar Pranowo Sebagai Capres

    Nasional
    Ditanya Soal Koalisi, Prabowo: Di Indonesia, Biasanya 'Last Minute'

    Ditanya Soal Koalisi, Prabowo: Di Indonesia, Biasanya "Last Minute"

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.