Kompas.com - 06/05/2013, 10:26 WIB
Terpidana korupsi yang juga mantan Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal (Purn) Susno Duadji menunjukkan surat putusan Pengadilan Tingggi DKI Jakarta, di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (14/3/2013). Susno menilai putusan PT salah dalam penulisan nomor dan dirinya tidak bisa dieksekusi menjalani hukuman penjara 3 tahun 6 bulan. DIAN MAHARANITerpidana korupsi yang juga mantan Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal (Purn) Susno Duadji menunjukkan surat putusan Pengadilan Tingggi DKI Jakarta, di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (14/3/2013). Susno menilai putusan PT salah dalam penulisan nomor dan dirinya tidak bisa dieksekusi menjalani hukuman penjara 3 tahun 6 bulan.
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebuah puisi dikirim ke Fredrich Yunadi, pengacara mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Susno Duadji. Dia menduga puisi itu adalah karya Susno, meski dia tak bisa memastikan apakah kontak pengirim BlackBerry messenger (BBM) itu memang milik Susno. 

"Saya terima puisi itu kemarin (Minggu 5/5/2013). Tapi saya belum tahu pasti itu dari kontak BBM dia atau bukan. Ada banyak kontak BBM. Tapi saya yakin 100 persen itu bahasa dia. Puisi itu dia yang buat," ujar Fredrich saat dihubungi, Senin (6/5/2013). Puisi itu berjudul "Bulan Bintang", ditujukan untuk Partai Bulan Bintang, partai tempat Susno mencatatkan diri sebagai anggota, dan berisi "curhat" Susno tentang kasusnya.

Keyakinan soal gaya bahasa Susno, tidak serta merta pula membuat Fredrich dapat memastikan Susno telah menggunakan telepon genggam BlackBerry dari dalam penjara. Dia bahkan mengaku belum sekalipun bertemu Susno sejak kliennya itu berada di LP Kelas IIB Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Disertakan keterangan bahwa puisi tersebut ditulis Susno pada hari pertama dia menempati sel LP Cibinong, Kamis (2/5/2013).

Inilah puisi tersebut.

BULAN BINTANG

Hitungan tarikh memang relatif pendek aku berada di keluarga yang sangat ku cintai ini,
Memang aku baru datang tapi aku bukan pendatang baru,
jiwaku sudah terpatri pada BULAN dan BINTANG sejak dahulu kala,,,
sejak aku belum kenal politik,

Ayah dan keluarga ku penganut panatik ideologi BULAN BINTANG,
beliau Masyumi sejati,

Tegakan hukum,
tegakan kebenaran dan keadilan adalah garis perjuangan partai ku.

Karena itulah pokok persoalan yang menyebabkan negeri ini terpuruk dan sulit untuk bangkit,
Bulan Bintang sangat mencintai negeri ini,
Bulan bintang akan sangat marah dan sedih,,,,,,

sedih, Manakala hukum dipelintir,

manakala hukum ditafsirkan demi kepentingan kaum pemegang kekuasaan dan penegak hukum itu sendiri,
Betapa mudah menghukum dan menghancurkan karir seseorang dinegeri yang katanya "berazas" kan hukum ini, mudah ,,,,
dan gampang sekali, Jauh lembih gampang dari pada menghukum pencuri sendal jepit,
bahkan lebih mudah dari menghukum pencuri jemuran celana dalam,

Caranya ,,,
Cukup dengan "kekuasaan " dan ,, "arogansi"
Manakala kedua kesaktian itu sudah bertemu, tamat riwayatnya karir dan kemerdekaan seseorang,
Mudah sekali, bukan ?

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korupsi di Lembaga Peradilan, Pukat UGM: Karena Keserakahan

Korupsi di Lembaga Peradilan, Pukat UGM: Karena Keserakahan

Nasional
Suharso Monoarfa Minta Kadernya Pakai Teknologi Dekati Pemilih Muda

Suharso Monoarfa Minta Kadernya Pakai Teknologi Dekati Pemilih Muda

Nasional
Jakarta, Jabar, Banten, Jatim, Bali Sumbang Kasus Covid-19 Harian Terbanyak

Jakarta, Jabar, Banten, Jatim, Bali Sumbang Kasus Covid-19 Harian Terbanyak

Nasional
UPDATE: Tambah 281.161 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 1,65 Persen

UPDATE: Tambah 281.161 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 1,65 Persen

Nasional
UPDATE 22 Januari 2022: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 59,43 Persen dari Target

UPDATE 22 Januari 2022: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 59,43 Persen dari Target

Nasional
Temui Warga Tergusur di Tanjung Priok, Giring Singgung Proyek Firaun

Temui Warga Tergusur di Tanjung Priok, Giring Singgung Proyek Firaun

Nasional
Tingginya Penambahan Covid-19 dalam 3 Hari, Terbaru 3.205 Kasus

Tingginya Penambahan Covid-19 dalam 3 Hari, Terbaru 3.205 Kasus

Nasional
Kemenkes: Dua Pasien Omicron yang Meninggal Dunia Punya Komorbid

Kemenkes: Dua Pasien Omicron yang Meninggal Dunia Punya Komorbid

Nasional
BREAKING NEWS: 2 Pasien Covid-19 Varian Omicron Meninggal Dunia

BREAKING NEWS: 2 Pasien Covid-19 Varian Omicron Meninggal Dunia

Nasional
UPDATE: 16.692 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE: 16.692 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Duduk Perkara Dugaan Suap dari Istri Bandar Narkoba yang Sebabkan Kapolrestabes Medan Dicopot

Duduk Perkara Dugaan Suap dari Istri Bandar Narkoba yang Sebabkan Kapolrestabes Medan Dicopot

Nasional
Rekor Lagi, 3.205 Kasus Baru Covid-19 Dalam Sehari, Jakarta Tertinggi

Rekor Lagi, 3.205 Kasus Baru Covid-19 Dalam Sehari, Jakarta Tertinggi

Nasional
Jokowi: Saat Pandemi Terlihat Kita Tidak Siap, Keduluan Penyakitnya

Jokowi: Saat Pandemi Terlihat Kita Tidak Siap, Keduluan Penyakitnya

Nasional
UPDATE 22 Januari 2022: Ada 7.612 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 22 Januari 2022: Ada 7.612 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 22 Januari 2022: Tambah 627, Jumlah Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.122.555

UPDATE 22 Januari 2022: Tambah 627, Jumlah Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.122.555

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.