Kompas.com - 05/05/2013, 21:40 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah diminta tidak menyederhanakan informasi terkait adanya pembukaan Kantor Perwakilan Papua Merdeka, di Oxford, Inggris. Pemerintah tidak boleh langsung memercayai begitu saja pernyataan Pemerintah Inggris menyikapi masalah tersebut.

"Kita tidak bisa menelan begitu saja, tidak bisa terlena. Jangan menyederhanakan permasalahan hanya karena pernyataan resmi Kedutaan Besar Inggris di Jakarta yang bisa saja bersifat sesaat," kata Wakil Ketua Komisi I DPR Agus Gumiwang melalui pesan singkat, Minggu (5/5/2013).

Hal itu dikatakan Agus menyikapi informasi media massa bahwa ada pembukaan Kantor Perwakilan Papua Merdeka di Oxford. Pemerintah Indonesia menyebut pembukaan kantor tersebut tanpa dukungan resmi pemerintah dan parlemen Inggris.

Agus mengingatkan permasalahan Timor Leste. Sebelum melepaskan diri dengan Indonesia, kata dia, banyak pernyataan resmi pemerintahan berbagai negara yang mendukung Timor Leste tetap bergabung dengan Indonesia. Namun, akhirnya terbukti sikap negara lain tidak konsisten.

Agus menyinggung informasi bahwa pembukaan kantor itu dihadiri Wali Kota Oxford Moh Niaz Abbasi. Bahkan, dia menggunting pita dan memberikan sambutan. Jika laporan tersebut benar, Agus khawatir jika suatu saat Wali Kota Oxford tersebut menjadi menteri atau bahkan perdana menteri Inggris.

Agus menambahkan, pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri harus menghilangkan atau paling tidak meminimalkan dukungan politik luar negeri terhadap Organisasi Papua Merdeka (OPM). Pemerintah juga harus menciptakan kesejahteraan rakyat Papua.

"Menciptakan rasa aman dan nyaman untuk hidup di Papua agar gerakan Papua Merdeka tidak akan laku. Kedua langkah itu harus dilakukan serius secara paralel karena menjadi kunci Papua tetap ada dalam naungan NKRI," pungkas politisi Partai Golkar itu.

Seperti diberitakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah menugaskan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa untuk memanggil Duta Besar Inggris di Jakarta dan meminta penjelasan terkait pembukaan kantor perwakilan OPM di Oxford. Sejauh ini, Pemerintah Indonesia belum menerima pernyataan resmi dari Pemerintah Inggris.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kritik Kerumunan Ancol, PSI Nilai Survei Anies untuk Pilpres Akan Turun

    Kritik Kerumunan Ancol, PSI Nilai Survei Anies untuk Pilpres Akan Turun

    Nasional
    UPDATE: 8.954.300 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13.721.627 Dosis Pertama

    UPDATE: 8.954.300 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13.721.627 Dosis Pertama

    Nasional
    UPDATE 15 Mei: Ada 91.636 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 15 Mei: Ada 91.636 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    Update 15 Mei: Ada 84.063 Pasien Suspek Covid-19 di Indonesia

    Update 15 Mei: Ada 84.063 Pasien Suspek Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    UPDATE 15 Mei: 29.587 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

    UPDATE 15 Mei: 29.587 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

    Nasional
    UPDATE: Bertambah 4.181 Orang, Pasien Sembuh Covid-19 Kini 1.597.067

    UPDATE: Bertambah 4.181 Orang, Pasien Sembuh Covid-19 Kini 1.597.067

    Nasional
    UPDATE: Bertambah 144, Pasien Covid-19 Meninggal Capai 47.967 Orang

    UPDATE: Bertambah 144, Pasien Covid-19 Meninggal Capai 47.967 Orang

    Nasional
    Doni Monardo: Tempat Wisata yang Langgar Prokes Lebih Baik Ditutup

    Doni Monardo: Tempat Wisata yang Langgar Prokes Lebih Baik Ditutup

    Nasional
    UDPATE: Tambah 2.385 Orang, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 1.736.670

    UDPATE: Tambah 2.385 Orang, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 1.736.670

    Nasional
    Bicara dengan Sejumlah Pemimpin Negara, Jokowi: Agresi Israel Harus Dihentikan

    Bicara dengan Sejumlah Pemimpin Negara, Jokowi: Agresi Israel Harus Dihentikan

    Nasional
    RI dan Papua Nugini Usut Video Warga PNG Dukung KKB Papua

    RI dan Papua Nugini Usut Video Warga PNG Dukung KKB Papua

    Nasional
    Fraksi PKS Minta PBB dan Negara Islam Desak Israel Hentikan Serangan ke Palestina

    Fraksi PKS Minta PBB dan Negara Islam Desak Israel Hentikan Serangan ke Palestina

    Nasional
    Kakorlantas: Puncak Arus Balik Libur Lebaran Akhir Pekan, 1,5 Juta Pemudik Kembali

    Kakorlantas: Puncak Arus Balik Libur Lebaran Akhir Pekan, 1,5 Juta Pemudik Kembali

    Nasional
    Ini Alasan Pemerintah Tak Tambah Provinsi yang Berlakukan PPKM Mikro Usai Larangan Mudik

    Ini Alasan Pemerintah Tak Tambah Provinsi yang Berlakukan PPKM Mikro Usai Larangan Mudik

    Nasional
    Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

    Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X