Masjid dan Rumah Warga Ahmadiyah di Tasik Diserang

Kompas.com - 05/05/2013, 09:44 WIB
|
EditorKistyarini

TASIKMALAYA, KOMPAS.com — Sebuah masjid dan beberapa rumah warga jemaah Ahmadiyah dirusak sejumlah orang di Desa Tenjowaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (5/5/2013) dini hari.

Sesuai data yang dihimpun Kompas.com, penyerangan itu terjadi seusai ratusan jemaah Ahmadiyah di wilayah itu mengadakan sebuah pengajian, Sabtu (4/5/2013) sekitar pukul 20.00. Padahal, pihak muspika setempat sudah memperingatkan untuk tidak menggelar pengajian tersebut.

Saat pengajian digelar, ratusan orang telah bersiaga untuk membubarkan pengajian Ahmadiyah itu, jika acara tetap dilaksanakan. Namun, pengajian jemaah Ahmadiyah pun tetap dilakukan dengan penjagaan ketat petugas kepolisian.

"Penyerangan terjadi sekitar pukul 02.00 tadi subuh. Semalam di sini sudah dilaksanakan pengajian bagi jemaah Ahmadiyah," terang Dede (56), seorang jemaah Ahmadiyah di Desa Tenjowaringin, Salawu, Minggu (5/5/2013) pagi.

Menurut Dede, saat dilaksanakan pengajian pada malam harinya, acara dikawal ketat petugas kepolisian sampai selesai. Namun, setelah warga pulang ke rumah masing-masing dan sebagian terlelap tidur, terjadi penyerangan ke masjid dan beberapa rumah warga. Para pelaku menggunakan kayu, bambu, dan batu untuk melempari rumah warga.

"Saya awalnya mendengar teriakan warga saat kejadian, dan rumah dilempari si penyerang dengan batu," kata dia.

Dede menambahkan, tidak ada korban dalam kejadian ini. Dia mengaku tidak tahu dari mana para pelaku berasal. Saat kejadian, dia hanya melihat sebagian penyerang yang berpakaian putih dan sebagian menggunakan sepeda motor.

"Kalau penyerang saya gak tahu dari kelompok mananya. Yang jelas saya hanya tahu mereka melempari masjid dan rumah warga," tambah dia.

Sementara itu, Kepala Polres Tasikmalaya AKBP Wijonarko membenarkan terjadinya perusakan sebuah masjid dan rumah milik jemaah Ahmadiyah oleh sekelompok orang. Sebelumnya, pihaknya telah berupaya untuk menghalangi massa melalui pasukan Unit Sabhara yang berjaga, tetapi mereka melempari masjid dan rumah warga dengan batu.

"Kami saat ini tengah menyelidiki siapa pelakunya," singkat dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menlu Minta China Hadirkan Warganya sebagai Saksi di Kasus Kapal Long Xing 629

Menlu Minta China Hadirkan Warganya sebagai Saksi di Kasus Kapal Long Xing 629

Nasional
Periksa Dua Saksi Kasus Nurhadi, Ini yang Didalami KPK

Periksa Dua Saksi Kasus Nurhadi, Ini yang Didalami KPK

Nasional
Eks Dirut PT Pilog Diperiksa KPK, Ditanya soal Penerimaan Uang

Eks Dirut PT Pilog Diperiksa KPK, Ditanya soal Penerimaan Uang

Nasional
Bahar Smith Dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur dari Nusakambangan

Bahar Smith Dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur dari Nusakambangan

Nasional
Jubir Pemerintah Akui Diksi New Normal Salah, Ganti dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

Jubir Pemerintah Akui Diksi New Normal Salah, Ganti dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

Nasional
Peminat Kartu Prakerja Tinggi, Airlangga: 1,7 Juta Orang Terverifikasi Terima Pelatihan Offline

Peminat Kartu Prakerja Tinggi, Airlangga: 1,7 Juta Orang Terverifikasi Terima Pelatihan Offline

Nasional
Kampanye Akbar Pilkada Hanya Dapat Digelar dengan Persetujuan Gugus Tugas Covid-19

Kampanye Akbar Pilkada Hanya Dapat Digelar dengan Persetujuan Gugus Tugas Covid-19

Nasional
Sebelum Vaksin Covid-19 Ditemukan, Airlangga Minta Masyarakat Tetap Waspada

Sebelum Vaksin Covid-19 Ditemukan, Airlangga Minta Masyarakat Tetap Waspada

Nasional
Ahli Epidemiologi: Asrama Rawan Jadi Klaster Baru Covid-19

Ahli Epidemiologi: Asrama Rawan Jadi Klaster Baru Covid-19

Nasional
Periksa 4 Saksi Kasus PT DI, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari Mitra Penjualan

Periksa 4 Saksi Kasus PT DI, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari Mitra Penjualan

Nasional
KPU: Protokol Kesehatan di 270 Daerah Penyelenggara Pilkada Diatur Sama

KPU: Protokol Kesehatan di 270 Daerah Penyelenggara Pilkada Diatur Sama

Nasional
Cerita Yurianto yang Dijuluki 'Pembawa Berita Kematian' karena Sampaikan Data Covid-19

Cerita Yurianto yang Dijuluki "Pembawa Berita Kematian" karena Sampaikan Data Covid-19

Nasional
Kemenag: Jika Syarat Belajar di Pesantren Saat Pandemi Dipenuhi, Covid-19 Bisa Dicegah

Kemenag: Jika Syarat Belajar di Pesantren Saat Pandemi Dipenuhi, Covid-19 Bisa Dicegah

Nasional
Penerapan Pancasila Redup, Rektor UNS: BPIP Adalah Jawaban

Penerapan Pancasila Redup, Rektor UNS: BPIP Adalah Jawaban

Nasional
Muhadjir: Kementerian/Lembaga di Bawah Menko PMK Nanti Hanya Mengacu Satu Data

Muhadjir: Kementerian/Lembaga di Bawah Menko PMK Nanti Hanya Mengacu Satu Data

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X